Dalam laporan Badan Anggaran yang dibacakan Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Aris Hardy Halim bahwa dalam RAPBD bahwa belanja yang diajukan sebesar Rp 2,2 triliun, sedangkan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun, terjadi defisit anggaran yang cukup tinggi sekitar Rp 570 miliar.
Setelah dilakukan rasionalisasi dengan melakukan pemotongan anggaran belanja langsung, terjadi penyusutan dari Rp 2,2 triliun, menjadi Rp 1,7 triliun atau masih mengalami defisit anggaran sebesar Rp 98 Miliar.
" Defisit belanja tersebut akan ditutupi dengan SILPA tahun 2012, yang diperkirakan sekitar Rp 103 miliar, sehingga antara pendapatan dan belanja berimbang," ujar Aris.
Anggaran belanja langsung atau belanja publik, mengalami penurunan sekitar Rp100-an miliar. Akan tetapi belanja pegawai mengalami pembengkakan menjadi Rp 725,2 miliar, dari sebelumnya Rp 694,8 miliar.
" Total belanja Pemko tahun 2013 Rp 1,7 triliun. Sementara pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun," terangnya.
Selanjutnya APBD Batam yang telah disahkan oleh DPRD Kota Batam akan dilaporkan ke Gubernur Provinsi Kepri untuk disetujui. (btd)
- Harga Kerang Naik Menjadi Rp30 Ribu/Kg
- Pasutri Terlibat Sindikat Pencurian
- Korsel Lirik Jembatan Babin
- Pengelolaan KM Kelud Amburadul
- Insentif RT/RW Langsung ke Rekening
- Kemacetan Batam Bisa Seperti Jakarta
- Ekosistem Laut Kepri Makin Kritis
- Rayakan Natal, FGBMFI Kepri Bagi Sembako
- Mahasiswa Harus Berpikir Jadi Wirausaha Muda
- Petenis Jakarta Juara Piala Gubernur Kepri
- Rawan Longsor, Warga Ancam Demo Asher
- Korban RK Mobil Terus Bertambah
- Wako: Banggalah Jadi Orang Batam
- Pengerukan Kolam Lele Minta Dihentikan
- Enam Kapal Thailand Ditangkap
- Rute Batam-Medan Full
- KKP Tangkap Enam Kapal Asing
- Perlu Sinergisitas UU Kamnas dan UU lain
- Komit Tingkatkan Pelayanan
- IPK Tanam 1000 Pohon


