"Sempitnya lapangan pekerjaan dan semakin besarnya tuntutan ekonomi, tentunya hal tersebut harus mendorong bagi seseorang khususnya mahasiswa untuk berani membuka usaha atau berwirausaha," kata Mashita Ulfah.
Dalam training yang mengambil tema Muslim Kaya Muda Wirausaha ini, kata Mashita, para pemateri yang berasal dari praktisi, salah satunya pemilik Sate Jumbo Biesan, tidak hanya menyampaikan teori tetapi langsung melakukan praktek pada hari kedua atau Minggu (24/12) ini. "Dari bekal ilmu yang diserap selama satu hari, pada hari kedua (Minggu-red) peserta langsung mempraktekkan ke lapangan untuk menjual beberapa produk yang telah disiapkan oleh panitia," katanya.
Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Kepri Raja Dachroni menambahkan gerakan mahasiswa mandiri dan peluang untuk menjadi wirausaha itu masih sangat luas. "Output dari training ini kita harapkan para peserta bisa segera membuka usaha, apalagi kita tidak hanya sekedar teori dan mereka langsung praktek berjualan dan kita juga sudah punya koperasi untuk permodalannya tanpa bunga tapi menggunakan sistem bagi hasil” tutur Raja Dachroni yang juga merupakan Pjs Direktur Koperasi Mahasiswa Gurindam yang diinisasi oleh PD KAMMI Kepulauan Riau.
Kepada para peserta training, Raja Dachroni berpesan untuk fokus dalam mengikuti materi-materi yang disampaikan karena tidak semua pemuda berkesempatan mengikuti training ini. “Harapannya peserta dapat fokus, agar output training dapat tercapai yaitu terbentuknya wirausaha-wirausaha muda,” katanya.
Biesan, pemilik Sate Jumbo Batam dalam pemaparan materinya kepada peserta menyampaikan, untuk menjadi pengusaha harus berani rugi dan mengambil tantangan. Dan juga yang terpenting adalah harus berani memulai. "Kalau dalam berusaha gagal, jangan putus asa. Segera bangun dan bangkit untuk membangun lagi. Pelajari kegagalan dan perbaiki untuk selanjutnya," katanya.
Salah satu peserta training, Wira, mengatakan training seperti ini perlu diikuti oleh generasi muda, khususnya mahasiswa sehingga setelah tamat kuliah tidak lagi terpikir hanya untuk mencari kerja, terutama menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tetapi berpikir untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. "Ini demi menjadi seorang wirausaha muda Mas, hingga saya bela-belain ke Batam. Kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi untuk memulai," kata mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang ini. (jua)
Newer news items:
- Harga Produk Impor Bakal Naik 100%
- UMK Naik, Anggaran DKP Bertambah
- Sadai Bak Lautan Manusia
- Budi Dermawan Pimpin IKBJ
- Harga Kerang Naik Menjadi Rp30 Ribu/Kg
- Pasutri Terlibat Sindikat Pencurian
- Korsel Lirik Jembatan Babin
- Pengelolaan KM Kelud Amburadul
- Insentif RT/RW Langsung ke Rekening
- Kemacetan Batam Bisa Seperti Jakarta
Older news items:
- Kualitas Jalan Batam Turun
- Pasca Razia, Toko Tas KW Tutup
- Kepri Tampilkan Kesenian Makyong
- Ibu Rumah Tangga Ngaku Diperkosa Teman Lama
- BI: Hanya 1 BPR Terseret Kasus RK Mobil
- Timbunan Limbah B3 Di-police Line
- RSOB Buka Layanan Trauma Centre
- Kapolda: Tidak Ada Baku Tembak
- APBD Batam 2013 Disahkan Rp1,6 T
- Mabes Polri Kerahkan 101.540 Personel


