BATAM (HK) – Staf Ahli Menteri PU, Wendy Aritonang mengatakan, masalah transportasi Batam belum sepelik Jakarta. Namun bila dibiarkan, masalah tersebut akan semakin kompleks. Kemacetan Batam bisa seperti kemacetan di Jakarta.
" Sedikit saja terjadi pengabaian dan kelalaian pada sektor ini, ekonomi bisa tumbang, lalu lintas menjadi ruwet, serta kesehatan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi terancam," katanya dalam acara presentasi Pilot Project Indonesia Suistainable Urban Transport Initiative (Indosutri) oleh Kementrian Pekerjaan Umum di lantai V kantor Walikota Batam, Jumat (21/12).
Menurut dia, masa depan perkotaan Indonesia dipastikan menghadapi tantangan besar. Pasalnya, otonomi daerah dan desentralisasi pembangunan akan membawa pada pertumbuhan kota-kota baru. Salah satunya, berpengaruh pada sistem pertransportasian di Indonesia.
Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut dia, kota-kota di Indonesia termasuk Batam harus memikirkan sistem transportasi berkelanjutan demi kelancaran transportasi yang berdampak langsung pada perkembangan ekonomi.
Transportasi umum memegang peran dalam menciptakan transportasi berkelanjutan. Transportasi umum harus mampu menjadi solusi kemacetan dengan memobilisasi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Dengan berkurangnya mobilitas kendaraan pribadi ditambah dengan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan, transportasi umum bisa dijadikan sebagai pionir gerakan transportasi berkelanjutan.
Wendy memaparkan banyaknya kendaraan juga menimbulkan masalah kesehatan sebagai dampak dari gas buang kendaraan. Jika menilik dari aspek lingkungan hidup, maka kebijakan sektor transportasi yang dapat mengurangi emisi, penggunaan BBM ramah lingkungan dan juga kendaraan hemat BBM akan menjadikan sektor transportasi sebagai pionir penyelamat lingkungan.
Untuk mewujudkan program tersebut Kementerian PU memilih tiga kota yang akan dijadikan sebagai percontohan yakni Medan, Batam dan Manado.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan saat memberikan sambutannya mengatakan ada empat isu yang berkaitan dengan sistem transportasi di Batam. Pertama, jalan arteri di Batam dibangun empat puluh tahun lalu oleh Otorita Batam (BP Kawasan).
Umur jalan yang sudah sangat tua, membuat jalan di Batam sudah banyak yang mengalami penurunan kualitas. Kedua, tingginya jumlah transportasi di Batam sehingga pada jam-jam tertentu menyebabkan kemacetan.
" Hal ini membuat unsur Muspida Batam membentuk tim untuk pengendalian kendaraan yang masuk ke Batam," katanyanya.
Selain itu, papar Dahlan, isu ketiga yakni sistem pertransportasian di Indonesia masih didominasi kendaraan pribadi. Dan keempat, masalah lingkungan terutama polusi akibat emisi gas buangan.
" Memang kualitas udara Batam masih baik, namun lama kelamaan dengan penambahan jumlah kendaraan, penebangan pohon dan industri tentu akan mengurangi kualitas udara di Batam," paparnya.(r/mnb)
- Penyelundupan 5 Kg Sabu Digagalkan
- Bengkong Juara Futsal Gema Minang
- Wagub Kukuhkan Pengurus GPNPI
- RDP Bumi Asih Digelar Januari
- 1 Napi di Batam Langsung Bebas
- 120 Pelajar Ikuti Pemanduan Bakat Olahraga
- Polsek Jaga Ketat 27 Gereja
- Surya Maunya Insentif RT/RW 12 Juta Pertahun
- Kepemilikan Lahan Relang Harus Izin Baru
- Harga Produk Impor Bakal Naik 100%
- Petenis Jakarta Juara Piala Gubernur Kepri
- Mahasiswa Harus Berpikir Jadi Wirausaha Muda
- Rayakan Natal, FGBMFI Kepri Bagi Sembako
- Ekosistem Laut Kepri Makin Kritis
- Kualitas Jalan Batam Turun
- Pasca Razia, Toko Tas KW Tutup
- Kepri Tampilkan Kesenian Makyong
- Ibu Rumah Tangga Ngaku Diperkosa Teman Lama
- BI: Hanya 1 BPR Terseret Kasus RK Mobil
- Timbunan Limbah B3 Di-police Line


