Rabu01022013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Kemacetan Batam Bisa Seperti Jakarta

Kemacetan Batam Bisa Seperti Jakarta

Share

BATAM (HK) – Staf Ahli Menteri PU, Wendy Aritonang mengatakan, masalah transportasi Batam belum sepelik Jakarta. Namun bila dibiarkan, masalah tersebut akan semakin kompleks. Kemacetan Batam bisa seperti kemacetan di Jakarta.

" Sedikit saja terjadi pengabaian dan kelalaian pada sektor ini, ekonomi bisa tumbang, lalu lintas menjadi ruwet, serta kesehatan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi terancam," katanya dalam acara presentasi Pilot Project Indonesia Suistainable Urban Transport Initiative (Indosutri) oleh Kementrian Pekerjaan Umum di lantai V kantor Walikota Batam, Jumat (21/12).

Menurut dia, masa depan perkotaan Indonesia dipastikan menghadapi tantangan besar. Pasalnya, otonomi daerah dan desentralisasi pembangunan akan membawa pada pertumbuhan kota-kota baru. Salah satunya, berpengaruh pada sistem pertransportasian di Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut dia, kota-kota di Indonesia termasuk Batam harus memikirkan sistem transportasi berkelanjutan demi kelancaran transportasi yang berdampak langsung pada perkembangan ekonomi.

Transportasi umum memegang peran dalam menciptakan transportasi berkelanjutan. Transportasi umum harus mampu menjadi solusi kemacetan dengan memobilisasi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Dengan berkurangnya mobilitas kendaraan pribadi ditambah dengan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan, transportasi umum bisa dijadikan sebagai pionir gerakan transportasi berkelanjutan.

Wendy memaparkan banyaknya kendaraan juga menimbulkan masalah kesehatan sebagai dampak dari gas buang kendaraan. Jika menilik dari aspek lingkungan hidup, maka kebijakan sektor transportasi yang dapat mengurangi emisi, penggunaan BBM ramah lingkungan dan juga kendaraan hemat BBM akan menjadikan sektor transportasi sebagai pionir penyelamat lingkungan.

Untuk mewujudkan program tersebut Kementerian PU memilih tiga kota yang akan dijadikan sebagai percontohan yakni Medan, Batam dan Manado.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan saat memberikan sambutannya mengatakan ada empat isu yang berkaitan dengan sistem transportasi di Batam. Pertama, jalan arteri di Batam dibangun empat puluh tahun lalu oleh Otorita Batam (BP Kawasan).

Umur jalan yang sudah sangat tua, membuat jalan di Batam sudah banyak yang mengalami penurunan kualitas. Kedua, tingginya jumlah transportasi di Batam sehingga pada jam-jam tertentu menyebabkan kemacetan.

" Hal ini membuat unsur Muspida Batam membentuk tim untuk pengendalian kendaraan yang masuk ke Batam," katanyanya.

Selain itu, papar Dahlan, isu ketiga yakni sistem pertransportasian di Indonesia masih didominasi kendaraan pribadi. Dan keempat, masalah lingkungan terutama polusi akibat emisi gas buangan.

" Memang kualitas udara Batam masih baik, namun lama kelamaan dengan penambahan jumlah kendaraan, penebangan pohon dan industri tentu akan mengurangi kualitas udara di Batam," paparnya.(r/mnb)