" Jangan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Langsung dibagikan ke rekening, sementara untuk RT/RW di Hinterland, dibagikan ke Lurahnya masing-masing. Nanti biar dia yang membagikan ke perangkatnya di bawah," jelas Wakil Ketua III DPRD Batam, Aris Hardi Halim, Jumat (21/12).
Menurut Aris, pembagian insentif tahun-tahun sebelumnya, dirasa kurang tepat. Karena, dikumpulkan dulu baru dibagikan. Dengan begitu, jelas terlihat ada unsur pencitraan dan politisasinya. Namun dengan pembagian langsung melalui rekening akan menutup sekecil-kecilnya politisasi di tingkat RT maupun RW.
Ungkapan senada juga disampaikan anggota DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho. Ia menyebutkan, RT/RW bukan semua memiliki waktu yang sama-sama kosong untuk dikumpulkan secara bersama-sama. Bisa saja, dalam pembagian tersebut ada yang tidak hadir dengan berbagai alasan.
" Kalau saya pikir, RT/RW di Batam bisa dikatakan semua punya rekening. Transfer aja, kan lebih gampang. Kalau hinterland, Oke lah melalui Lurah nya," kata legislator PDI Perjuangan tersebut.
Ia mengakui jika dikumpulkan dalam suatu ruangan, nuansa politisnya sangat besar. Seakan terlihat, kalau hal tersebut dibagikan dari perorangan, padahal itu uang negara.
Sebelumnya, DPRD Kota Batam telah mengesahkan kenaikan insentif RT/RW pada 2013 menjadi Rp2,4 juta dari Rp1,3 juta pada 2012. Kenaikan tersebut dinilai perlu, karena ujung tombak dalam memberikan layanan ke masyarakat ada di tangan RT/RW. Penetapan angka Rp2,4 juta itu, naik Rp600 ribu dari yang diusulkan pemerintah, yakni Rp1,8 juta.
Sementara itu, Harta Muliady Harahap yang baru saja terpilih sebagai Ketua RW 12 di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung menggelar acara syukuran di kediamannya, Perumahan Cipta Asri.
Selain mengundang sejumlah ketua RT di lingkungan Kelurahan Tembesi, Harta Muliady Harahap juga mengundang Wakil Walikota Rudi, SE, Camat Sagulung Abidun Pasaribu, tokoh masyarakat.
Wakil walikota Batam, Rudi mengatakan kemenangan Harta Harahap sebagai Ketua RW 12 sangat membanggakan warga perumahan Taman Cipta Asri.
Ia meminta kepada Ketua RW 12 yang baru, agar mendata keluarga yang belum mempunyai e-KTP. Jika belum melakukan perekaman e-KTP supaya secepatnya melakukan perekaman e-KTP.
Begitu juga bagi warga yang belum mempunyai buku nikah. Karena, Kementrian Agama RI membuat program baru bagi yang nikah belum punyai buku nikah agar segera diurus.
" Ini program baru dari Kemenag RI. Untuk itu, siapa yang belum punya buku nikah tolong diurus langsung ke kantor Agama kota Batam. Gratis," katanya. (cw71/mnb)
- Penyelundupan 5 Kg Sabu Digagalkan
- Bengkong Juara Futsal Gema Minang
- Wagub Kukuhkan Pengurus GPNPI
- RDP Bumi Asih Digelar Januari
- 1 Napi di Batam Langsung Bebas
- 120 Pelajar Ikuti Pemanduan Bakat Olahraga
- Polsek Jaga Ketat 27 Gereja
- Surya Maunya Insentif RT/RW 12 Juta Pertahun
- Kepemilikan Lahan Relang Harus Izin Baru
- Harga Produk Impor Bakal Naik 100%
- Petenis Jakarta Juara Piala Gubernur Kepri
- Mahasiswa Harus Berpikir Jadi Wirausaha Muda
- Rayakan Natal, FGBMFI Kepri Bagi Sembako
- Ekosistem Laut Kepri Makin Kritis
- Kualitas Jalan Batam Turun
- Pasca Razia, Toko Tas KW Tutup
- Kepri Tampilkan Kesenian Makyong
- Ibu Rumah Tangga Ngaku Diperkosa Teman Lama
- BI: Hanya 1 BPR Terseret Kasus RK Mobil
- Timbunan Limbah B3 Di-police Line


