BATAM (HK) - Ketua Satgas Rajawali Demokrat Batam, Aksa Halatu mendesak DPRD Kota Batam memanggil Kepala Cabang (Kacab) PT Pelni Kota Batam, terkait pengaturan penumpang KM Kelud yang amburadul. Terutama saat libur sekolah, Natal dan Tahun Baru.
" Kami berharap anggota dewan peka. Mereka harus segera memanggil Kacab Pelu untuk didengar keterangannya mengapa pengaturan KM Kelud selalu amburadul, terutama saat liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru, " ujar Aksa Halatu, Minggu (23/12).
Aksa mengungkapkan hal itu, sehubungan dengan banyaknya penumpang KM Kelud yang tidak terangkut saat keberangkatan Sabtu lalu. Padahal mereka sudah mengantongi tiket.
Para penumpang tersebut tidak bisa berangkat karena muatan kapal sudah melebihi kapasitas (overload). Saat ini, kapasitas kapal sebanyak 4.017 orang, sementara jumlah penumpang diperkirakan mencapai 7 ribu-an penumpang. Setelah ditelusuri ternyata, para penumpang yang sudah berada di atas kapal itu banyak yang tidak memiliki tiket.
" Harusnya mengutamakan penumpang yang sudah memiliki tiket, bukan malah memberi ruang kepada calon penumpang yang belum memiliki tiket," ujar Aksa menambahkan.
Akibat kejadian itu, keberangkatan KM Kelud sempat tertunda hingga lima jam. Untuk memastikan penumpang apakah sudah memiliki tiket atau belum, beberapa orang Brimob Polda Kepri dikerahkan untuk mensweeping penumpang yang tidak mengantongi tiket.
Setelah sempat tertunda sekitar 5 jam, Kapal Pelni KM Kelud tujuan Batam-Belawan akhirnya bertolak dari Pelabuhan Beton Sekupang sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (22/12) malam.
" Kapal sudah berlayar, namun tidak semua penumpang bisa berangkat karena tidak terangkut lagi. Penumpang yang sudah di atas kapal juga menolak kalau ditambah lagi penumpangnya, terpaksa kita larang," kata Sularno, Syahbandar Pelabuhan Beton Sekupang, sesaat setelah memberangkatkan KM Kelud.
Penumpang yang tidak terangkut, tambah Sularno, direncanakan akan akan dibawa kapal tambahan mudik Natal, KM Tidar, yang rencananya besok (hari ini) akan balik dari Medan ke Batam.
"Kalau mereka tidak jadi berangkat, pihak Pelni berjanji akan mengembalikan uang tiket 100 persen," ungkapnya.
Sebelumnya, ribuan penumpang dari Batam - Belawan, terlantar di Pelabuhan Beton Sekupang, Batam. Sementara penumpang tujuan Jakarta-Belawan juga sudah berlebih.
KM Kelud yang akan berlayar ke Belawan, yang sejatinya sudah bertolak dari pelabuhan sejak pukul 18.30 WIB, Sabtu (22/12) hingga saat ini, sekitar pukul 22.15 WIB masih tertahan di pelabuhan Beton Sekupang.
Hal ini dikarenakan penumpang dari Batam yang akan mudik Natalan mendesak supaya bisa masuk lantaran sudah memiliki tiket yang dibeli dari pihak Pelni.
Ketegangan antara sesama penumpang sempat terjadi di dalam kapal, di mana penumpang yang memiliki tiket merasa berhak untuk menaiki kapal tersebut. Sementara, penumpang dari Jakarta tujuan Belawan yang sudah lebih dulu berada di dalam kapal merasa resah melihat kondisi kapal yang sudah over load.
"Kami harus naik, malam ini juga harus berlayar pulang ke Medan. Kami mau Natal-an," ujar ribuan penumpang yang terlantar di pelabuhan.
Pantauan di lokasi, puluhan aparat kepolisian terlihat berjaga untuk mengantisipasi terjadinya keributan. Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho juga terlihat sibuk menenangkan penumpang yang masih tertahan di pelabuhan. (ays/btd)
- Penyelundupan 5 Kg Sabu Digagalkan
- Bengkong Juara Futsal Gema Minang
- Wagub Kukuhkan Pengurus GPNPI
- RDP Bumi Asih Digelar Januari
- 1 Napi di Batam Langsung Bebas
- 120 Pelajar Ikuti Pemanduan Bakat Olahraga
- Polsek Jaga Ketat 27 Gereja
- Surya Maunya Insentif RT/RW 12 Juta Pertahun
- Kepemilikan Lahan Relang Harus Izin Baru
- Harga Produk Impor Bakal Naik 100%
- Petenis Jakarta Juara Piala Gubernur Kepri
- Mahasiswa Harus Berpikir Jadi Wirausaha Muda
- Rayakan Natal, FGBMFI Kepri Bagi Sembako
- Ekosistem Laut Kepri Makin Kritis
- Kualitas Jalan Batam Turun
- Pasca Razia, Toko Tas KW Tutup
- Kepri Tampilkan Kesenian Makyong
- Ibu Rumah Tangga Ngaku Diperkosa Teman Lama
- BI: Hanya 1 BPR Terseret Kasus RK Mobil
- Timbunan Limbah B3 Di-police Line


