Kamis01032013

Last update12:00:00 AM

Back Batam 2012, Kasus DBD Meningkat

2012, Kasus DBD Meningkat

Share

10 Orang Meninggal Dunia

BATAM (HK) - Sepanjang tahun 2012, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam tercatat sebanyak 710 kasus. Dari jumlah tersebut, 10 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Jika dibandingkan tahun 2011 lalu, terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Selama tahun 2011, kasus DBD tercatat sebanyak 636 kasus. Dari jumlah tersebut, 3 orang meninggal dunia.

" Faktor penyebab DBD hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, bisa karena pihak keluarga terlambat membawa koban ke rumah sakit. Kemudian, bisa juga karena masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan sebagaimana mestinya dan beberapa faktor lain," kata Kepala kesehatan (Kadinkes) Kota Batam Candra Rizal, belum lama ini.

Rizal menyebutkan ada beberapa titik di Kota Batam yang merupakan endemis penyebaran DBD seperti Bengkong, Batuaji, Tanjungsekuang dan beberapa daerag lainnya.

" Kami sudah sering memberikan sosialisasi, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Kemudian juga, melalui spanduk ataupun baliho yang pasang di jalan-jalan, "ucapnya.

Dengan kecanggihan tehnologi, ia berharap tahun 2013 mendatang kasus DBD bisa semakin berkurang. Terutama saat perubahan cuaca dari masim panas ke musim hujan.

" Waspadailah ketika musim hujan yang dimulai dari bulan Oktober, November, Desember dan juga bulan Januari, "ujarnya.

Pada kesempatan itu, Chandra Rizal juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2013 mendatang pihaknya akan memungut restribusi berobat di sejumlah Puskesmas. Ini berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2012 tentang Perda Retribusi Pembayaran berobat ke Puskesmas.

" Retribusi yang kami pungut cukup murah hanya Rp5 ribu saja, uang tersebut untuk pembayaran administrasi. Jika ada tindakan seperti cabut gigi dan lainnya akan dikenakan biaya tambahan, dan itu pun tidak mahal, "ungkapnya.

Candra juga mengatakan, pada Januari 2013 mendatang, pihaknya akan membagikan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) kepada sejumlah masyarakat miskin yang mencapai 186750 jiwa.

" Anggaran untuk Jamkesmas ini kurang lebih Rp16 miliar dan anggaran itu dari Pemko Batam dan Pemerintah Provinsi, dengan riancian satu banding dua, "papar Candra.

Candra mengatakan bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kartu Jamkesmas akan diganti dengan Jamkesda atau nama lainnya Surat keterangan Tidak Mampu (SKTM).

" Nantinya pasien akan dirawat dirumah sakit otorita Batam, Casa Medica dan bahkan akan rujukan hingga ke Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Karena bagi yang merasa tidak mampu segeralah mengurus Jamkesda, melalui rekomendasi RT/RW dan Lurah masing-masing, "ujarnya. (cw53)


Related news items:
Newer news items:
Older news items: