Para pengunjung tampak memasuki lokasi pantai sejak pagi hingga sore hari. Mereka ada yang menggunakan mobil pribadi , mobil angkutan umum dan sepeda motor.
Tampak kendaraan pengunjung berjejer di lokasi parkir Pantai Melur maupun Pantai Mirota. Untuk tiket masuk ke pantai itu hanya Rp5000 per orang.
Para pengunjung menghabiskan waktu Tahun baruan dengan berjalan-jalan di sepanjang bibir pantai, bermain ombak di pantai dengan pelampung ban.
Adapula yang senggaja bersantai di pondok bambu yang telah disiapkan sembari menikmati makanan khas hasil laut (seafood), adapula yang mengelilingi pantai jalur laut dengan menaiki Banana Boat dengan tarif sekitar 35 ribu per orang.
Ratusan orang terlihat memadati bibir pantai. Anak-anak kecil pun terlihat riang berenang dengan panduan seorang penjaga pantai. Orang tua mereka hanya duduk santai sambil mengawasi dari kejauhan.
" Kami sengaja ke sini untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana, jauh dari kebisingan," kata Rahmawati pengunjung dari Sagulung Baru, kemarin.
Ia dan keluarganya sudah sering mengunjungi tempat itu. Walaupun harus ditempuh dengan perjalanan jauh, dia merasa puas karena suasana di Pantai Mirota masih sangat Asri dan bersih.
Malam menjelang pergantian tahun, arus lalulintas di jalan raya Batuaji dan Sagulung menuju Barelang, macet total selama beberapa jam. Mobil dan sepeda motor terpaksa harus merayap perlahan untuk bisa sampai di tujuan.
Kemacetan paling parah terjadi di lampu merah simpang Barelang menuju Jembatan I Barelang. Kemudian. Simpang III Basecamp menuju Pantai Marina, Sekupang. Untuk membantu memperlancar arus lalulintas di kawasan itu sejumlah aparat kepolisian tampak membantu mengatur lalulintas.
" Di daerah ini harus hati-hati. Pasalnya, hari ini pergantian tahun jadi harus sabar mengantre dari belakang mobil lain,” jelas seorang pengendara yang mengeluh kemacetan itu.
Yanto, pedagang Makanan dan minuman simpang Barelang menyatakan, sejak pagi hingga siang, pengunjung menyemut. Kondisi itu tak urung arus lalulintas jadi macet selama beberapa jam.
Jalan menuju Jembatan Barelang macet total karena banyaknya kendaraan roda delapan dan roda empat maupun roda dua yang masuk ke lokasi wisata tersebut.
Dari Luar Batam
Libur akhir tahun, tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Batam saja, tetapi juga mereka dari berbagai daerah, seperti Tanjungpinang, Karimun, Dabo Singkep dan daerah lain.
"Kalau libur seperti ini, saya dan keluarga selalu menyempatkan waktu ke Batam, "kata Yana warga asal Dabo Singkep, Lingga, Selasa (1/1).
Ia mengatakan, selain berlibur ke Jembatan Barelang, dia juga meluangkan waktu pergi belanja ke Mall. " Saya datang ke sini bareng sama keluarga, "paparnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Irwansyah, libur panjang seperti ini, selalu dimanfaatkannya untuk berlibur ke berbagai tempat hiburan di Batam.
" Namanya juga liburan mas, kami sekeluarga selalu menyempatkan untuk refreshing, "ungkap pria asal Karimun ini.
Komandan Regu Pos Ditpam Jembatan Barelang Sunaryo mengatakan untuk mengamankan ramainya pengunjung yang datang ke Jembatan Barelang, pihaknya dibantu oleh aparat TNI AD dan kepolisian.
Dikatakan dia, dibanding tahun sebelumnya, liburan Tahun Baru kali ini lebih ramai.
Sunaryo juga menuturkan, pada kesempatan ini, semua masyarakat yang datang ke Jembatan Barelang, dilarang keras parkir di badan Jembatan.
" Memang aturan dilarang parkir di badan jalan sudah ada, tapi mulai tahun 2013 ini, kendaraan tidak dibenarkan parkir lagi di badan jembatan. Dan pemerintah sudah menyiapkan tempat parkir yang luas di kawasan ini, "ujar Sunaryo. (cw53/71)
- Wako Resmikan Layanan PBB P2
- Kominfo Bangun Tiga Taman Internet
- Row Jalan Mega Legenda Segera Ditertibkan
- Wako Bagikan e-KTP
- BP Batam Nobar Film Habibie-Ainun
- Hindari Macet saat Malam Tahun Baru, Satlantas Buka-Tutup Jalan
- BP Batam Resgistrasi 39.000 KSB
- Warga Kampung Suka Damai Dirikan Tenda Setelah Digusur Pengembang




