BATAM(HK) - Bertepatan dengan Hari Natal tahun 2012 dan Tahun Baru 2013, Rutan Baloi, Batam memberikan dispensasi kepada para nara pidana (Napi) untuk bertemu langsung kepada keluarga mereka yang membesuk, tanpa dibatasi jeruhi besi.
Menurut Kepala rutan kelas II Baloi Batam, Anak Agung Gede Krisna, dispensasi yang diberikan kepada para napi tersebut merupakan program rutin yang dilakukan di rutan. Tujuannya, agar para pembesuk tidak merasa kehilangan terhadap keluarganya yang ditahan di rutan.
"Selama ini pembesuk hanya bisa bertatap muka dengan warga binaan yang dibesuknya dari balik jeruji besi. Tapi kesempatan ini, warga binaan bisa mengobati kerinduannya dengan bisa bercengkerama dan berjumpa langsung dengan keluarganya, tanpa ada penghalang," ungkap Agung, Selasa (1/1).
Namun demikian, meski diberlakukan kunjungan bebas selama sehari, pihak rutan tidak mau lengah dan kecolongan. Sehingga pengamanan tetap diperketat dan bahkan jumlah pengamanan ditambah.
Ada tiga lapis pengamanan yang diberlakukan rutan saat kunjungan bebas. Pertama saat masuk ke dalam ruang rutan, petugas mensterilkan pengunjung dengan memeriksa barang bawaan yang harus dititipkan ke petugas. Sebelum masuk menuju tenda pun, pengunjung dihadapkan pada pengamanan lapis dua, seluruh pembesuk diharuskan meninggalkan kartu identitas diri dan diperiksa ulang.
Sesampainya di dalam dan berinteraksi dengan warga binaan yang dibesuknya, sebelum pulang barang bawaan pembesuk pun diperiksa ulang oleh petugas yang disiagakan di dalam ruang taman tengah tahanan.
"Selain pengamanan tetap diperketat, batas kunjungan juga sama seperti hari biasa yang hanya 15 menit," terangnya.
Selain memberlakukan kunjungan langsung, malamnya sebelum tahun baru 2013, ada pemberian penghargaan bagi pegawai favorit, pegawai terbaik, serta pegawai tergalak versi warga binaan melalui kuesioner yang dilakukan warga binaan secara langsung.
Pegawai favorit jatuh pada pegawai atas nama Nimrot Sihotang. Sementara pegawai terbaik diraih Fajar Teguh Wibowo. Sedangkan pegawai tergalak disematkan kepada Berno.
Membludak
Jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya, dimana pada hari pertama tahun baru 2013, Selasa (1/1), jumlah pembesuk di rutan kelas II Baloi Batam, membeludak hingga kurang lebih 616 orang hingga jam kunjungan ditutup. Sementara dihari biasa, hanya puluhan pembesuk yang mengunjungi keluarganya di Rutan Baloi Batam.
"Angka kunjungan atau pembesuk membeludak hingga menembus jumlah 616 pengunjung," kata Agung.
Angka kunjungan tersebut, lanjut Agung, merupakan sanak family dari 190 warga binaannya, atau sekitar 40 persen dari keseluruhan warga binaannya yang saat ini berjumlah 436 orang.
Pantaun koran ini di rutan Baloi, para pengunjung terpaksa harus duduk mengikuti antrian di depan pintu gerbang masuk rutan Baloi.
Warga yang mengantri menunggu giliran masuk ke dalam rutan untuk membesuk tersebut, langsung dilayani oleh empat pegawai rutan yang mencatat dan mencetak kartu daftar kunjungan.
Tingginya angka pembesuk ini, kata Agung, diduga kuat karena adanya pengumuman yang ditempel di rutan Baloi dua minggu sebelumnya. Dimana di awal tahun 2013 di rutan Baloi diberlakukan kunjungan bebas antara pembesuk dengan warga binaan tidak dibatasi jeruji besi.(Amir Yunus, Liputan Batam)
- PT Glory Point Membangun Tanpa IMB
- Proyek Pagar Terbengkalai, Kontrak Kerja Diputus
- Ribut dengan Istri, Yopan Coba Bunuh Diri
- Batam Tak Masuk Kawasan Impor Seluler
- Said Sabrizal Pimpin FKMNI
- Tongkang Pengangkut BBM Dirompak
- Wako Resmikan Layanan PBB P2
- Kominfo Bangun Tiga Taman Internet
- Row Jalan Mega Legenda Segera Ditertibkan
- Wako Bagikan e-KTP
- BP Batam Nobar Film Habibie-Ainun
- Hindari Macet saat Malam Tahun Baru, Satlantas Buka-Tutup Jalan
- BP Batam Resgistrasi 39.000 KSB
- Warga Kampung Suka Damai Dirikan Tenda Setelah Digusur Pengembang
- Harga Udang Capai Rp100 Ribu/Kg
- Polisi siap Amankan Malam Tahun Baru
- 2012, Kasus DBD Meningkat
- Senam Haluan Kepri di Ocarina
- Malam Pergantian Tahun Baru di Batam
- Nasionalisme Jangan Hanya Sebatas Simbol


