Minggu01062013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Tongkang Pengangkut BBM Dirompak

Tongkang Pengangkut BBM Dirompak

Share

7 ABK Dibuang ke Pulau Pluing

BATAM (HK)--Parairan Kepri masih belum bebas dari aksi perompakan. Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya dua dari tujuh kawanan perompak kapal Tug Boat Pelita dan Tongkang Olympus yang mengangkut BBM beraksi di perairan Selat Nenek, Moro, Tanjung Balai Karimun, Minggu (30/12) pukul 23.50 WIB.

Aksi gerombolan perompak itu diketahui setelah tujuh orang anak buah kapal (ABK) Tug Boat (TB) Pelita dan dua sekurity yang menjaga Tongkang Olympus dibuang di Pulau Pluing dalam keadaan tangan terikat, Senin (31/12).

Untungnya, sekitar pukul 06.30 WIB, salah seorang sekurti Roky yang ikut disandera berhasil membuka ikatan tali ditangannya. Rocky kemudian membantu membuka ikatan tali di tangan semua ABK lainnya termasuk temannya Devri Andika yang juga sebagai sekurity. Berhasil membuka semua tali, Rocky langsung melompat dan berenang ke tengah laut untuk mencari bantuan.

Nelayan yang menemukan korban saat berenang lalu membawanya ke Pos TNI AL di Pulau Pelanduk. Selang beberapa jam kemudian semua ABK lainnya dijemput dan dibawa ke Pos TNI AL yang ada di Pulau Pelanduk.

Sementara tim patroli TNI AL lainya mencari keberadaan kapal yang dirompak tersebut. Kapal yang membawa 160 ton bahan bakar minyak (BBM) masing-masing 150 ton solar dan 10 ton premium akhirnya ditemukan di perairan Pulau Abang. Sementara seluruh muatan solar dan premium milik PT Dharma Karya Sentosa masih dalam keadaan penuh.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi akhirnya petugas TNI AL Batam berhasil menangkap dua orang pelaku sindikat perompakan berikut barang bukti parang dan golok yang dilakukan untuk membajak kapal. Kedua pelaku ditangkap di Tanjungriau, Batam. Sementara lima pelaku lainnya berhasil kabur.

Keterangan saksi mata, Tugboat Pelita-2 dan Tongkang Olympus berangkat, Minggu (30/12) sekitar pukul 20.30 WIB dari Pelabuhan Tanjung Uban, Bintan, menuju Pulau Guntung, Riau. Saat berada di Perairan Jembatan-1 Barelang, Senin (31/12) sekitar pukul 03.00 WIB, perompak bersebo menaiki kapal dan langsung menyergap ABK serta mengancam dengan menggunakan parang. ABK dan sekuriti diikat dan sekitar pukul 06.00 WIB, dibuang di pulau terpencil di wilayah Kepulauan Riau.

"Kami selamat lantaran ditolong nelayan yang kebetulan melintas di pulau terpencil itu," kata salah satu ABK, Arifin.

Empat ABK dan 3 sekuriti akhirnya berhasil dievakuasi. Mereka tidak mengalami luka sedikit pun.

Sementara, tug boat dan tongkang ditemukan mengapung di Perairan Pulau Abang. Saat ini, kapal tersebut dijaga TNI-AL dan personel Polairud Polda Kepri.

Danlanal Batam, Kolonel Laut (P) Nurhidayat usai mengecek tugboat dan kapal yang dirompak mengatakan dua kapal yang dirompak pelaku dengan menggunakan satu unit speed boat. Pelaku langsung naik ke atas Tongkang Olympus serta melumpuhkan dua sekurity dan satu orang ABK. Kemudian pelaku menaiki TB Pelita 2 dan berhasil melumpuhkan empat orang ABK lainnya.

"Setelah diikat dan mulut disumbat dengan tali kompor, semua sandera langsung dibuang ke Pulau Pluing. Kemudian pelaku membawa lari TB Pelita 2 dan Tongkang Olympus,"ujarnya.

Setelah melakukan penyelidikan akhirnya dua dari 11 perompak berhasil ditangkap. Kedua pelaku yang ditangkap itu berperan sebagai pengatur skenario perompakan. Saat ini, keduanya masih diperiksa di Markas Lanal, Batam.

"Ada dua pelaku yang ditangkap. Inisialnya tidak perlu disampaikan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," katanya.(ays/cw71)