Wakil Walikota Batam Rudi MM memastikan hal tersebut. Katanya, dengan program pengentasan kemisikinan seperti ini, rumah-rumah warga semua bisa teraliri listrik. Biaya yang sangat murah dan mudah didapatkan. Dengan program ini diharapkan tidak adalagi rumah-rumah di Batam yang tidak dialiri listrik selama 24 jam.
" Kita berkeinginan, ya kalau bisa 2015 sudah selesai semua. Biar rumah-rumah masyarakat yang belum teraliri listrik atau tidak terjangkau dengan dengan aliran PLN akan diberikan bantuan SHS ini, yang bisa dimanfaatkan 24 jam. Ini merupakan program pengentasan kemiskinan dari pemerintah," kata Rudi saat meresmikan pemakaian 348 paket SHS se-Batam yang dilaksanakan di Kelurahan Subang Mas Kecamatan Galang, Kamis (3/12).
Dijelaskan dia, mengenai program pengentasan kemiskinan, pemerintah dalam hal ini sangat perhatian. Hal itu bisa dilihat dari anggaran yang sudah diposkan pada 2013. Kata Rudi, dana yang dikucurkan untuk pengentasan kemiskinan tahun ini mencapai Rp60 miliar yang naik sekitar 80 Persen dari anggaran tahun lalu, sebesar Rp 30 miliar lebih.
Program SHS ini merupakan salah satu item pengentasan kemiskinan, kata Rudi, diharapkan setiap tahunnya SHS akan bertambah terus untuk menerangi rumah-rumah masyarakat. Ini khusus untuk rumah yang belum teraliri listrik atau belum dijangkau dengan PLN. Disinggung mengenai rumah warga semi permanen atau Rumah Liar (Ruli), Rudi menegaskan kalau hal tersebut perlu dilihat dulu dan kalau pun ada nanti menjadi program kedua.
"Pemko wajib anggarkan untuk ini, tahun lalu Rp2,5 miliar. Dan bukan hanya di Hinterland, ada juga bantuan SHS di Mindland, seperti tahun lalu bantuan SHS diberikan di Teluk lengung Kelurahan Kabil, Nongsa sebanyak 60 paket. Sementara untuk Ruli, itu prioritas ke dua," kata Rudi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar , Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMPKUKM) Kota Batam Febrialin menyatakan, PLTS atau SHS tahun 2012 diberikan kepada empat kecamatan, yakni Galang, Bulang, Belakang Padang dan Nongsa. Dan saat ini, meski belum terdata, paling tidak masih ada sekitar 2000 an rumah lagi yang belum teraliri listrik.
"Program ini Sharing Budget, dua provinsi dan satu Pemko. Dan sudah berjalan dua tahun, dimulai 2011 dan sampai saat ini sudah 1100 rumah atau paket yang terpasang. Dibagi dalam, 762 paket tahun 2011 dan 348 ditahun 2012. Keuntungannya sangat besar, karena sangat murah dan mudah didapat. Selagi matahari masih ada di Batam, maka selama itu juga penerangan ada. Kalau harga perunitnya, sekitar Rp7 juta an termasuk inverter (Perubah arus) dengan daya 250 Watt," kata Febrialin.
Hanya saja, yang perlu diperhatikan Kata Febrialin, aki nya, yang hanya bertahan satu hingga dua tahun. Sementara modulnya bisa bertahan 25 tahun. Keuntungan lainnya, adalah sangat potensial, karena keterbatasan BBM saat ini, mampu terjawab dengan SHS. Apalagi, SHS ini perpaket unit, tidak tergantung dengan rumah yang lain. Kalau rumah lain tidak hidup, rumah yang satu bisa hidup.
Penggunaan SHS ini, kata dia merupakan pergeseran keinginan masyarakat, sebelum 2011, semua mengingankan genset, namun karena ada PLTS maka keinginan masyarakat beralih, karena murah. Dan memang program Genset terakhir dilaksanakan 2012 yang mengaliri listrik setidaknya 2896 rumah.
"Dengan menggunakan inverter, pengguna SHS dengan daya 250 Watt, bisa menghidupkan Laptop, komputer dan lain-lain. Sementara sebelum ada inverter, dulu hanya mampu tiga lampu. Dan kita usahakan kedepan, dayanya bisa lebih dari sekarang," tutup Febrialin. (mnb)
- Pelaku Perompak Diduga Orang Dalam
- Maling Satroni Kios Warga
- Novotel Promo Spesial Square Burger (HL)
- Sampah Masih Menggunung
- 696 Rumah Siap Direhab
- Proyek Pagar Terbengkalai, Wako Diminta Copot Kadis DKP
- 9 Muslim Rohingya Dikirim ke Tanjungpinang
- Mayor Persada Alam Jabat Danyonif 134/TS
- Atasi Dampak Kenaikan UMK, Memperin Usul 4 Kebijakan
- Hendriyanto Tempati Sel Mapeling
- Wako Bagikan e-KTP
- Row Jalan Mega Legenda Segera Ditertibkan
- Kominfo Bangun Tiga Taman Internet
- Wako Resmikan Layanan PBB P2
- Tongkang Pengangkut BBM Dirompak
- Said Sabrizal Pimpin FKMNI
- Batam Tak Masuk Kawasan Impor Seluler
- Ribut dengan Istri, Yopan Coba Bunuh Diri
- Libur Tahun Baru, Pantai Mirota Diserbu Warga
- Pekerja Galangan Gantung Diri


