Selasa01082013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Sampah Masih Menggunung

Sampah Masih Menggunung

Share

BATAM- Persoalan sampah seperti tidak ada habisnya. Tumpukan limbah rumah tangga tersebut masih terlihat menggunung di sejumlah tempat di Kota Batam, Jumat (4/1).

Beberapa titik yang terlihat dipenuhi sampah yakni simpang masuk Perumahan Masyeba Gading Mas, samping GOR Tiban dan samping SMA Negeri 1 Batam, Jalan Bengkong Garama, Sungai Panas, Jodoh, Batam Centre dan di beberapa lokasi lainnya.

Padahal sebelumnya, Wakil Walikota Batam Rudi SE,MM telah mengultimatum Kepala Dinas Kebersihan dan Pasar Kota Batam Suleman Nababan. Ia akan memberikan sanksi Kadis DKP jika sampai Jumat masih ada sampah yang belum diangkut.

" Jika masih ada penumpukan sampah, saya akan berikan sanksi Kadis DKP, "tegas Rudi saat melakukan sidak ke STC Mal di Sekupang, belum lama ini.

Kadis DKP Kota Batam Suleman Nababan yang dikonfimasi, mengaku sudah menekan pihak perusahaan yang menjadi mitra Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP), agar sampah segera dibersihkan. Terutama titik yang tumpukan sampahnya sudah berhari-hari.

Dalam menangani masalah sampah ini, pihaknya membagi Batam menjadi tiga wilayah. Wilayah pertama meliputi Batam Kota, Nongsa dan Sei Beduk. Wilayah kedua, Lubukbaja, Bengkong dan Batuampar. Sedangkan wilayah tiga meliputi Sekupang, Batuaji, Sagulung.

Dari wilayah tersebut, kata dia, Sekupang, Batuaji, dan Sagulung, merupakan yang masih banyak tumpukan sampahnya. " Tapi hari ini, perusahaan sudah mengerahkan dua alat berat belco untuk mengangkut sampah ke truk. Satu unit di Batuaji, dan satu di Sekupang. Yang di Sekupang itu untuk membantu bersihkan sampah di pasar Sei Harapan, samping STC, Tiban Koperasi, dan Tiban Kampung," papar Suleman.

Ia mengatakan, untuk wilayah Batuaji perusahaan telah mengerahkan satu unit truk berkapasitas muatan 8 sampai 10 ton. Hal ini tidak seperti truk umumnya yang berkapasitas hanya 4 ton.

Menurut Suleman, adanya tumpukan sampah yang sudah berhari-hari, paling lambat selesainya di hari Jumat. Untuk itu, ia meminta tempat pembuangan akhir (TPA) agar beroperasi sampai malam hari.

"Hari ini nggak hitung trip lagi. Yang penting sampai selesai, TPA tetap kita buka. Pokoknya Kita targetkan secepatnya sudah bersih, "ucap Suleman.

Menurutnya, penumpukan sampah ini terjadi karena dua hal. Pertama karena hari libur yang cukup panjang di waktu Natal dan Tahun Baru lalu. Dan kedua karena adanya peralihan kontrak kerja pengangkutan sampah.

"Untuk hari libur memang ada pengaruhnya tapi kecil. Ini karena masa transisi. Kontrak lama berakhir 31 Desember. Sementara pemenang kontrak baru masih menyesuaikan penempatan personel dan armada. Jadi, sedikit banyaknya mereka kewalahan. Beda dengan wilayah Lubukbaja yang pemenangnya itu perusahaan lama, jadi mereka lebih siap,"ungkapnya.(tengku bayu)