"Dari keterangan dua tersangka yang kita amankan, salah satu pelaku pernah bekerja di PT Dharma Karya Sentosa, namun kemudian dikeluarkan oleh pihak manajemen,"ujar Danlanal Batam, Kolonet Laut (P) Nurhidayat disela-sela acara serah terima kapal bantuan dari Kodam I Bukit Barisan ke Korem 033/WP, berlangsung di pelabuhan Macobar Batuampar, Batam, Jumat (4/1).
Namun demikian, pelaku yang pernah bekerja di perusahaan tersebut hingga kini belum tertangkap. Meski sudah dilakukan penyisiran hingga ke pulau-pulau di sekitar Batam, keberadaan pelaku belum juga ditemukan.
"Kita sudah sisir pulau-pulau sekitar Batam, tapi mereka sudah tidak di rumah,"katanya.
Selain melakukan penyisiran langsung, pihak Lanal juga telah membangun kerjasama dengan keluarga korban, dan mulai menemukan titik terang. Karena satu dari lima pelaku yang masih buron, telah bersedia menyerahkan diri, namun mereka meminta jaminan keselamatan dan perlindungan.
"Jika mereka menyerahkan diri, kami siap lindungi dan menjamin keselamatan jiwanya,"tegas Nurhidayat.
Dicekal
Guna mempersempit langkah pelarian lima pelaku perompakan, Lanal Batam telah meminta pihak Imigrasi Batam untuk melakukan pencekalan. Langkah tersebut diambil setelah memperoleh informasi kalau pelaku ada rencana melarikan diri ke luar negeri. Lima orang pelau perompakan kapal tug boat Pelita II dan kapal Tongkang Olympus, hingga kini masih buron. Langkah tersebut "Kami sudah mintakan pencekalan, karena saat mendatangi rumah pelaku, kita dapat informasi kalau pelaku sudah membawa paspor dari rumah," ujar Danlanal Batam, Kolonet Laut (P) Nurhidayat.
Dikatakan Nurhidayat, bahwa dari penelusuran yang telah dilakukan pihak Lanal Batam, kelima pelaku sudah tidak di rumahnya. Bahkan keterangan yang diperoleh dari salah satu isteri pelaku, bahwa suaminya sudah tidak pulang sejak mencuat pemberitaan kalau teman mereka sudah ketangkap.
"Dia sempat pulang, tapi hanya ambil paspor," ungkap Nurhidayat menuturkan keterangan dari salah satu isteri korban.
Sementara informasi yang diperoleh dari salah satu staf Imigrasi Batam, bahwa kelima pelaku sudah resmi dicekal sejak Jumat (4/1), pencekalan ini dilakukan setelah mendapat surat resmi dari pihak Lanal Batam. (ays).
- LPK Kepri Siap Bantu Konsumen
- Kebakaran Sphinx Karena Listrik
- Nikah Gratis Baru Wacana
- Perekaman e-KTP Hingga Oktober
- Persoalan Taksi Blue Bird Bisa Jadi Bom Waktu
- Lomba Kicau Burung Berhadiah Ratusan Ribu
- Korem 033/WP Dapat Bantuan Kapal
- Pembangunan Masjid Babussalam Dimulai
- Danrem Akan Tindak Tegas Oknum TNI 'Nakal'
- Reklame Liar Segera Ditertibkan
- Proyek Pagar Terbengkalai, Kontrak Kerja Diputus
- PT Glory Point Membangun Tanpa IMB
- 2013, Biaya Nikah Gratis
- 2015, Rumah di Hinterland Teraliri Listrik
- Warga Suka Damai Ancam Tempuh Jalur Hukum
- Ketua KPU Batam Ditahan
- Tak Disertai Kajian, Canstin Picu Kemacetan
- Dahlan Terima Penghargaan API
- Hendriyanto Pasrah
- Otak Perompak Tugboat Pemain BBM


