Lira tercebur ke dalam kolam renang lantaran luput dari perhatian kedua orang tuanya dan juga beberapa saudaranya yang turut ke lokasi.
Informasi di lapangan, korban dibawa ke pemandian Water Park Top100 Temsesi, Sagulung oleh kedua orang tuanya dan juga beberapa saudaranya yang lain. Warga Perumahan Greenland blok F6/7 Batam Center tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS) Mukakuning.
Sebelumnya di lokasi, saat pertama sekali ditemukan dalam keadaan mengapung, balita yang menjadi korban ini masih sempat memuntahkan air yang sempat ditelannya. Memang, di lokasi oleh pengelola disediakan klinik untuk antisipasi. Namun, upaya pertolongan yang dilakukan oleh petugas klinik itu tak mampu lagi menyelamatkan nyawa korban.
Pihak pengelola Water Park Top100 Tembesi, Sagulung, Suryadi dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Namun, mereka menyesalkan sikap orang tua korban yang tidak menjaga atau memperhatikan gerak-gerik anaknya. Pasalnya, di lokasi tersebut pengelola juga menyediakan perlengkapan pelampung bagi yang tidak bisa berenang. Sementara untuk anak-anak di bawah umur, tempat khusus juga disediakan.
"Kejadian itu memang ada, dan sangat membuat kita terpukul. Sebenarnya, orang tua korban itu yang lengah tapi kita yang menjadi terkena dampaknya. Meskipun demikian, dari pengelola terhadap keluarga korban akan diberikan santunan, sebagai ucapan turut berduka cita," kata Suryadi, Jumat (4/1).
Untuk saat ini, kata Suryadi, pihak mereka yang sudah dimintai keterangan oleh Polisi Sagulung berjumlah tiga orang. Jasad korban juga sudah dibawa oleh kedua orang tuanya ke rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan pada hari ini.
"Sebagaimana mestinya, karena lokasinya di tempat kita tetap akan kami perhatikan. Kemarin juga kita sudah datangi rumah korban, dan sore ini juga akan ke rumah korban lagi," jelasnya.
Sampai dengan siang ini , Water Park Top100 Tembesi yang biasanya ramai dikunjungi orang terpasa ditutup sementara waktu. Sebab, konsentrasi karyawan karena kejadian menjadi terganggu. Sementara, para pengunjung masih menunggu di luar berharap lokasi pemandian segera dibuka kembali.
"Gak tau nih kenapa, kok tiba-tiba tak dilarang mandi. Padahal yang antri sudah banyak menunggu di luar," kata Neni, salah satu pengunjung yang sama sekali tak mengetahui kejadian tadi malam. (btd)
- LPK Kepri Siap Bantu Konsumen
- Kebakaran Sphinx Karena Listrik
- Nikah Gratis Baru Wacana
- Perekaman e-KTP Hingga Oktober
- Persoalan Taksi Blue Bird Bisa Jadi Bom Waktu
- Lomba Kicau Burung Berhadiah Ratusan Ribu
- Korem 033/WP Dapat Bantuan Kapal
- Pembangunan Masjid Babussalam Dimulai
- Danrem Akan Tindak Tegas Oknum TNI 'Nakal'
- Reklame Liar Segera Ditertibkan
- Proyek Pagar Terbengkalai, Kontrak Kerja Diputus
- PT Glory Point Membangun Tanpa IMB
- 2013, Biaya Nikah Gratis
- 2015, Rumah di Hinterland Teraliri Listrik
- Warga Suka Damai Ancam Tempuh Jalur Hukum
- Ketua KPU Batam Ditahan
- Tak Disertai Kajian, Canstin Picu Kemacetan
- Dahlan Terima Penghargaan API
- Hendriyanto Pasrah
- Otak Perompak Tugboat Pemain BBM


