Puluhan Rumah Porak-poranda
BATAM (HK)- Kota Batam diamuk angin puting beliung selama hampir 20 menit, Selasa (8/1) sore. Lebih dari 60 rumah dilaporkan porak poranda. Akibat peristiwa angin kencang itu, ada beberapa penghuni rumah terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Data yang dirilis sementara oleh Pemko Batam sampai pukul 20.22 WIB, tadi malam, lebih dari 60 rumah yang tersebar di kota ini tersapu angin puting beliung. Kerusakannya mulai dari kategori ringan, sedang, sampai rusak parah.
Tak hanya rumah, angin puting beliung juga menyapu kios pasar, rumah ibadah, rumah sakit, stasiun pengisian bahan bakar umum, dan kantor lurah. Akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi dimulai sekitar pukul 14.18 WIB itu, banyak papan reklame dan pohon-pohon besar tumbang. Sejumlah kendaraan bermotor juga tertimpa pohon dan papan reklame saat berkendara.
Kabag Humas Pemko Batam Ardiwinata menulis, data sementara rumah yang rusak di Batu Merah sebanyak 28 rumah, Seraya 8 rumah, Kampung Melaya Sei Panas 1 rumah, Perumahan Griya Indah Kelurahan Belian 6 rumah, Perumahan Taman Raya 6 rumah, pemukiman liar di belakang XL Centre 2 rumah, Kampung Jabi 3 rumah dan di Bakau Serip 2 rumah.
Rumah yang mengalami rusak parah terjadi di Kampung Jabi, sebanyak 3 rumah. Di sana, ketiga rumah tersebut tertimpa pohon kelapa yang tumbang. Juga 6 rumah di Perumahan Taman Raya dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Di Kelurahan Batumerah, Kecamatan Batuampar, ke-28 rumah yang disapu angin puting beliung berada di RT 12/03, RT 15/04, RT 25/8 dan RT 27/8. Di kelurahan ini, puluhan kios ikut luluhlantak.
Di Batumerah, rumah yang rusak ada yang masuk kategori ringan, sedang dan parah. Di sana, sebagaian besar atap rumah tersapu angin. Ada juga yang tertimpa pohon.
Pantuan koran ini, banyak rumah warga yang tak beratap lagi. Ini terlihat dengan banyaknya ditemukan atap-atap seng yang tergelatak di jalanan.
Supartini, salah seorang warga RT 15 RW 04 Batumerah yang menjadi korban keganasan angin puting beliung mengatakan, sapuan angin puting beliung membuat dirinya dan warga lain cemas. Akibat peristiwa itu, Supartini hanya bisa menyelamatkan anaknya. Ia sama sekali tidak sempat membawa barang-barang berharga yang ada di rumahnya.
Masih di Kelurahan Batumerah, ada beberapa anak yang terlihat dilarikan ke rumah sakit. Rayyan (10) adalah salah satu anak yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Kening dan hidungnya mengalami luka robek akibat tertimpa atap seng.
Dari keterangan dokter di rumah sakittersebut, Rayyan mendapatkan 8 jahitan. Pantauan koran ini di Instalasi Gawat Darurat RSBK, Rayyan ditunggui kedua orangtuanya yang selalu menangis tersedu-seduh. Sedangkan Rayyan sekali-kali meringis sambil mengeluh kesakitan.
Lurah Batumerah, Tatik mengatakan, terdapat 15 rumah rusak di kampung nelayan Batumerah.
"Ada yang rusak berat dan ringan, yang rusak berat ada lima, yang lainnya ringan," katanya.
Saat ini, kata Tatik, sebagian masyarakat mulai membetulkan bagian rumah yang rusak dengan bergotong-royong.
"Sekarang masyarakat lagi bergotong-royong. Seperti rumah rusak ringan dibetulin, atap yang diterbangkan angin dipasang seng kembali," tuturnya.
Tatik mengatakan, di Batu Merah, angin puting beliung juga merobohkan beberapa pohon.
Sementara itu, dikabarkan puting beliung juga merobohkan papan reklame di Nagoya dan menimpa seorang warga hingga meninggal.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata mengatakan angin puting beliung juga merusak SPBU Regata dan merubuhkan beberapa pohon.
"Tadi kami sudah meninjau langsung, dan memang SPBU rusak, pohon-pohon tumbang di Batam Centre," katanya.
Dadang Mai Asdinata selaku Manager Operasional SPBU Batam Centre mengaku cukup kaget dengan kecepatan angin puting beliung yang terjadi. Meski ada beberapa plafon dan kamera pengintai yang rusak, tapi ia bersyukur tidak ada korban jiwa.
"Meskipun ada pengendara sepeda motor maupun mobil yang sedang ingin mengisi bensin langsung berhamburan lari menyelamatkan diri," katanya.
Kecepatan Angin 35 KM/Jam
Banyaknya rumah, kios pasar, tempat ibadah dan fasilitas umum yang porak poranda diterjang angin puting beliung, sungguh membuat warga Batam shock. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam menyatakan bahwa kecepatan angin yang terjadi mulai pukul 14.00 WIB, kemarin, antara 30-35 kilometer per jam.
"Kecepatan angin berkisar 30-35 kilometer per jam," kata Kepala BMKG Batam Philip Mustamu saat dihubungi.
Menurut dia, angin tersebut terbentuk dari awan colomunimbus yang terjadi di atas Kota Batam. Awan berwarna hitam yang menjulang tinggi tersebut, kata Philip, berpotensi menimbulkan angin puting beliung dan petir.
"Dan juga mengakibatkan curah hujan yang tinggi. Ini akan diprediksi akan berlangsung hingga pertengahan atau akhir Januari mendatang," ujarnya.
Philip juga menjelaskan terkait datangnya musim utara yang saat ini tengah berlangsung. Katanya, kecepatan angin diprediksi bisa mencapai rata-rata 30 Km per jam. Sedangkan ketinggian gelombang laut di sejumlah daerah di Kepri cukup tinggi.
Ia menambahkan, secara umum di wilayah Kepri curah hujan masih tinggi dan akan berlangsung hingga pertengahan bulan ini. Namun, tidak terjadi setiap hari.
"Saat ini arah angin dari utara sampai timur laut dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam,"terangnya
Untuk arah angin, dia menjelaskan, hal ini sudah merupakan siklus tahun yang terjadi. Dan akan berlangsung hingga akhir bulan Febuari-Maret mendatang.
Philip menyatakan, angin utara disebabkan badai tropis sonamu di laut Cina Selatan menyebabkan angin di udara lapisan atas wilayah Kepri bertiup kencang. Hal itu menyebabkan kelembapan udaranya rendah, berdampak pada sedikitnya bentukan awan.
"Bagi masyarakat yang beraktifitas di laut kita mengimbau berhati-hati," ingatnya. (jua/ays/cw53/ant)
- Siswi SMPN 17 Kabur dari Rumah
- HUT Satpam ke-32, Moment Meningkatkan Profesionalisme
- Korban Puting Beliung Minim Bantuan
- Harga Bumbu Dapur Melambung
- Jumat, Bantuan Korban Puting Beliung Disalurkan
- Pembangunan GSB SDN 018 Dipertanyakan
- Polisi Periksa Orang Tua Korban Balita Tewas di Waterpark Top 100
- Hendriyanto Masih Bungkam
- Ketua BP Batam Harus Berani
- Satu Bulan Renperda IMTA Selesai
- Kejari Diminta Periksa Kadis DKP
- Pasca Tewasnya Balita, Warga Takut Kunjungi Waterpark
- Ruko di Row Jalan Terancam Dibongkar Paksa
- Pelaku Perompak Kabur ke Malaysia Melalui Pelabuhan Tikus
- WP Bisa Dilayani Hari Minggu
- Hindari Potensial Lost, Perda IMTA Sangat Dibutuhkan
- Kimom Pimpinan IKBI Batam
- Jasad Ibu dan Anak Dikebumikan di Sei Temiang
- Batam Butuh Badan Pengelola Perbatasan
- DBKL Kunjungan Balasan ke Batam


