Robert Panjaitan yang menempati rumah Type 30 di Citra Laguna III Blok F No 12B bersama istri serta satu anaknya terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarganya. Karena, tidak tahan melihat kondisi rumah yang tidak layak huni.
“ Kondisi bangunannya sangat memprihatinkan. Baru enam bulan ditempati lantainya sudah pecah dan retak-retak. Ini karena semen dan pasirnya tidak sesuai takarannya.", ujar salah seorang tetanggga Robert yang ditemui, Selasa (8/13).
Ia mengatakan kondisi rumah tersebut tidak pantas disebut sebagai rumah baru. Itu karena kondisinya sangat parah. Dinding-dindingnya sudah banyak yang retak. Lantainya diinjak sedikit langsung pecah.
" Yang kita takutkan, ketika rumah tersebut ditempati tiba-tiba bangunannya roboh menimpa penghuninya. Inikan bahaya. Mau dituntut siapa yang harus dituntut juga tidak tahu," katanya.
Tampolon, warga lainya mengatakan biaya renovasi rumah tersebut sudah ditanggung pihak developer. Berapa besarnya ia tidak tahu.
Pihak manajemen Citra Laguna yang dikonfirmasi soal keluhan pelanggan ini tidak bersedia memberikan keterangan. Bahkan, menutup kantor perumahan itu lebih awal ketika tahu yang datang Haluan Kepri. (cw71)
Perumahan Citra Laguna Dibangun Asal Jadi
- Rabu, 09 January 2013 00:00
BATAM (HK) - Warga perumahan Citra Laguna mengaku kesal dengan ulah developer yang membangun rumah mereka asal jadi. Baru beberapa bulan ditempati, dinding rumah tersebut sudah retak-retak, begitu juga lantainya.





