Senin01142013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Pengaruh Mikol Dua Pemuda Nekad Mencuri

Pengaruh Mikol Dua Pemuda Nekad Mencuri

Share

BATAM (HK) - Diduga karena pengaruh minumal beralkohol (mikol) yang ditenggaknya bersama teman-temannya, Muhammad Riansyah (22) dan Satria, nekad melakukan aksi pencurian di Bengkong Harapan II Blok M nomor 39, Selasa (8/1) sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

Namun naas, karena aksi keduanya dipergoki warga dan diteriaki maling. Akibatnya, Riansyah (22), warga Batumerah, Kecamatan Batuampar babak belur setelah menjadi bulan-bulanan warga Bengkong Harapan, tempat ia beraksi. Sementara temannya Satria berhasil meloloskan diri setelah melukai warga yang berusaha menghadangnya.

Tiga warga yang terkena sabetan belati pelaku adalah Aman, penghuni kamar kos yang hendak dibobol, Agus dan Anton. Beruntung sebelum warga tambah beringas karena terbakar emosi, mobil patroli Polsek Bengkong yang saat itu dikendarai Briptu Dores, Briptu Ali Akbar, dan Briptu Aryo pun melintas.

Untuk menghindari terjadi hal-hal yang lebih buruk terhadap pelaku, ketiga polisi yang lagi patroli itu langsung mengamankan Riansyah dan langsung dibawa ke dalam mobil patroli, guna menghindari amuk warga yang sudah emosi dengan aksi Riansyah.

Kapolsek Bengkong, Iptu Hadi Sucipto yang turun langsung ke lokasi setelah mendapat laporan dari anggotanya, mengatakan bahwa akhir-akhir sering terjadi pencurian di daerah Bengkong, terutama rumah yang ditinggal kosong oleh penghuninya. Sehingga wajar kalau warga terbakar emosi dan berusaha menghakimi pelaku.

"Warga sudah emosi, karena memang sudah sering terjadi pencurian, beruntung anggota kami cepat tiba di lokasi," ujar Hadi.

Sementara itu, pelaku Riansyah menuturkan bahwa ia nekat mencuri setelah 8 bulan ia hanya bekerja serabutan sebagai buruh lepas, sementara malam naas itu ia mendapat ajakan yang menggiurkan dari temannya Satria.

Terjun ke Laut

Satria, satu dari dua pelaku pencurian di Bengkong Harapan yang berhasil melarikan diri, nekat terjun ke laut di belakang rumahnya. Meski sempat di beri tembakan peringatan sebanyak empat kali, namun warga Batumerah ini tetap nekad terjun untuk menghindari penangkapan tim buser yang mengetahui persembunyiannya.

"Saya dan tim buser kaget begitu Satria nekat lompat dari pelantar dan memilih mencebur ke laut. Tim kami pun langsung turun ke laut menyisir keberadaan Satria, namun Satria sendiri sudah tak nampak," ujar Kapolsek Bengkong, Iptu Hadi Sucipto.

Satria digerebek di rumahnya malam itu setelah satu kawannya yaitu Riansyah alias Resi (22), tertangkap tangan dan memberikan pengakuan kepada polisi tentang tempat persembunyian temannya.

Terlebih lagi, setelah mendapat penjelasan dari Riansyah, bahwa dirinya hanya diajak oleh Satria, tim buser Polsek Bengkong langsung bergerak cepat menggerebek rumah Satria. Sial, ternyata keberadaan tim buser sebanyak enam orang ternyata sudah diketahui oleh Satria.
Begitu digerebek, ternyata Satria kabur melalui belakang rumahnya lari menuju pelantar laut.

Disisir di tepi laut hingga pagi hari, Satria pun tak ditemukan. Diduga kuat Satria lolos dengan cara berenang dan saat ini sudah kabur ke daratan namun masih di Batam juga tak jauh dari Tanjungsengkuang.

Atas perbuatannya, Riansyah akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu 363 KUH-Pidana tentang pencurian dengan pemberatan, 365 pencurian dengan kekerasan, dan Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang membawa sajam di tempat umum yang ancaman hukuman penjara maksimalnya diatas tujuh tahun.

Sementara Satria sendiri, saat ini ditetapkan sebagai DPO Polsek Bengkong. Info yang didapat koran ini di lapangan, Satria Sendiri saat terjun kelaut, salah satu lengannya terkena terjangan timah panas. tim buser.

Selain mengamankan pelaku Riansyah, polisi juga mengambankan sejumlah barang bukti, diantaranya 1 unit Yamaha Mio Soul, 3 hand phone, dua obeng dan sebilah pisah yang kesemuanya digunakan saat beraksi. (ays).


Newer news items:
Older news items: