Senin01142013

Last update12:00:00 AM

Back Batam 2013, Kasus Narkotika Jadi Perhatian

2013, Kasus Narkotika Jadi Perhatian

Share

Laporan Akhir Tahun KPU BC Batam

BATAM (HK) - Kasus penyeludupan Narkotika menjadi perhatian serius petugas Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai (BC) di tahun 2013. Itu karena penyeludupan Narkotika ke Batam cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2012 BC Batam berhasil menggagalkan 14 kasus penyeludupan Narkotika, tahun 2011 hanya 11 kasus begitu juga pada tahun sebelumnya tidak mencapai puluhan kasus.

" Kasus Narkotik menjadi perhatian serius kami di tahun 2013, karena ada trend peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun," ujar Kabid Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai (KP2 BC) Batam, Kunto Prasty saat memberikan pemaparan terkait capaian BC Batam selama tahun 2012 di Batuampar, Kamis (10/1).

Kunto menyebutkan dari 14 kasus tersebut, kerugian negara yang bisa diselamatkan diperkirakan mencapai Rp8,2 miliar. Tapi sebenarnya, jumlah penyelamatan kerugian negara tidak menjadi titik berat dari penindakan yang dilakukan tim BC Batam.

Tetapi yang terpenting dari 14 kasus tersebut berapa ribu jiwa yang bisa diselamatkan akibat barang haram itu. Yang jelas barang tersebut tidak jadi beredar dan dikonsumsi masyarakat.

" Titik berat kami, berapa banyak jiwa yang bisa diselamatkan," lanjutnya.

Ditanya lewat pintu mana Narkotika paling banyak diamankan, secara tegas Kunto menegaskan bahwa sebagian kasus Narkotika masuk ke Batam melalui Pelabuhan International Batam Centre. Fakta ini menurut dia, didukung dari sekian kasus Narkotika yang masuk berasal dari Malaysia.

Sementara dari modusnya, selama 2012 ini ada tiga modus yang kerap dijumpai. Pertama, modus membawa narkotika dengan disembunyikan dalam tubuh. Kedua, disembunyikan pada dinding kardus barang bawaan dan terakhir, dililitkan di badan dengan menggunakan ikat pinggang atau kain.

Meski kasus penyedulupan Narkotika menjadi perhatian, namun kasus-kasus lain juga tetap menjadi perhatian di bidangnya. Karena berdasarkan catatannya selama tahun 2012 ada 141 penindakan yang dilakukan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BC Batam, Untung Basuki, bahwa kasus penyeludupan Narkotika perlu mendapat perhatian serius, karena selain banyaknya pintu masuk yang resmi, di Batam juga dikenal ada beberapa pelabuhan rakyat.

"Kami masih menyoroti penyeludupan Narkotika di tahun 2013 ini," ungkapnya singkat.

Melebihi Target

Sementara dari sisi penerimaan negara, selama tahun 2012 KPU BC Batam dapat merealisasikan target penerimaan dari bea masuk (bea impor), bahkan melebihi target. Dimana dari target Rp81,7 miliar, BC Batam membukukan pemasukan hingga Rp122,4 miliar atau sekitar 149,7 persen.

" Di penerimaan bea masuk kita sukses melebihi target pencapaian," ujar Kabid BKLI KPU BC Batam, Susila Brata

Sedangkan dari penerimaan bea keluar (bea ekspor), selama tahun 2012 pihaknya dapat membukukan Rp803,7 miliar pemasukan dari target Rp860,1 miliar atau hanya tercapati sekitar 93,38 persen.

Sementara untuk penerimaan cukai, dari target Rp935,6 juta selama tahun 2012, pihaknya dapat membukukan pemasukan hingga Rp3,8 miliar, atau mengalami realiasasi hingga 414,4 persen.

" Cukai kita berhasil membukukan pemasukan empat kali lipat dari target," pungkas Susila. (ays).


Related news items:
Newer news items:
Older news items: