Selasa01222013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Dua Menteri di Pelantikan Kadin Batam

Dua Menteri di Pelantikan Kadin Batam

BATAM (HK) - Setelah lebih dari empat bulan terpilih, akhirnya jajaran kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam akan dikukuhkan pada Sabtu (19/1) mendatang.

Pelantikan nanti juga akan diisi seminar Outlook Ekonomi 2013 yang menghadirkan nara sumber berkompeten, seperti Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Meteri Perindustrian MS Hidayat, Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sebagaimana dikatakan Ketua Pelantikan Pengurus Kadin Batam Periode 2012-2017, James M Simaremare dalam konferensi persnya, Rabu (16/1).

"Selain menghadiri pelantikan, pak menteri dan Ketum Kadin akan menjadi pembicara dalam seminar dengan tema 'Peran Perdagangan dan Perindustrian dalam Perekonomian Nasional'. Nanti akan hadir juga Gubernur Kepri HM Sani sebagai pembicara," ujar Jimmy, begitu sapaan akrabnya.

Jimmy yang masuk di jajaran pengurus sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin Batam mengharapkan seluruh pengusaha hadir dalam pelantikan tersebut. Karena di sana akan banyak yang bisa dipetik pelajaran, terkait dunia usaha.

Dalam pelantikan, setidaknya ada 113 pengurus dengan 21 bidang, termasuk Ketua Umum terpilih, Ahmad Ma'ruf yang akan dilantik. Semua sektor dunia usaha tergabung di dalam kepengurusan ini.

Effendi Ibrahim, sekretaris panitia mengatakan, pengambilan tema seminar tersebut lebih melihat Batam sebagai kota industri dengan begitu banyak perusahaan. Sebab itu, hal ini merupakan moment yang bisa dilihat dan bisa ditanyakan dalam seminar nantinya.

"Kota Batam sebagai kota Industri, sebab itu tema yang diambil sangat cocok. Apalagi melihat ke depan bagaimana perekonomian nasional di 2013," kata Effendi.

Ditambahkan Jimmy, saat ini Kadin Batam sesuai dengan data 2012, sudah tercatat 350 anggota. Meski begitu, masih banyak lagi yang belum menjadi anggota, karenanya, diharapkan kepada pelaku usaha untuk dapat bergabung, baik perorangan, koperasi atau badan usaha lainnya.

"Anggota kita sekarang berjumlah 350. Kita masih perlu kerja keras untuk perangkul pelaku-pelaku usaha lainya untuk dapat begabung di Batam," kata Jimmy.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Ma'ruf mengatakan, kehadiran dua menteri dalam pelantikan pengurus Kadin Batam akan menjadi awal dalam kebangkitan ekonomi di Kota Batam, di mana Kadin Batam harus berperan serta di dalamnya. Pulau Batam merupakan kota yang sangat strategis, berada di jalur pelayaran internasional paling ramai di dunia dengan jarak sekitar 20 km dari Singapura. Dengan luas wilayah 1.647,83 km2 atau 64 persen dari wilayah Singapura dan sebagai pintu lalu lintas barang ataupun wisatawan menjadikan pulau Batam sebagai salah satu aset yang perlu dikembangkan sebagai daerah industri dan investasi unggulan di Indonesia.

Strategi pembangunan daerah Kota Batam selama hampir empat puluh tahun telah menitikberatkan di bidang ekonomi dengan konsentrasi sektor industri, perdagangan, dan pariwisata. Selama hampir 20 tahun terakhir, Kota Batam menurutnya mengalami masa pasang surut pertumbuhan ekonomi. Pada periode 1990-1999, ekonomi Batam sempat tumbuh di atas 12 persen, karena iklim bisnis dan investasi di pulau ini relatif stabil, dan memberikan kepastian kepada pelaku bisnis. Namun, memasuki 1996-1998, Indonesia mengalami krisis politik yang berdampak pada krisis ekonomi, sehingga ekonomi Batam anjlong hingga 4 persen.

"Berbagai kebijakan yang tidak pro investasi memicu perlambatan ekonomi Batam yang terus bertahan pada level 7-8 persen. Bahkan pengesahan status free trade zone (FTZ) pada 2007 tidak mampu mengangkat ekonomi Batam lebih baik," tutur owner Wiraraja group ini. (mnb)


Newer news items:
Older news items: