Selasa01222013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Guru SD Kartika Sagulung Batam Mogok

Guru SD Kartika Sagulung Batam Mogok

Dua Bulan Gaji Tak Dibayar,

Batuaji (HK) - Sebanyak enam guru SD Kartika, Kelurahan Sei Langakai, Kecamatan Sagulung melakukan aksi mogok mengajar dan mendatangi pihak Yayasan Pendidikan Kartika, Rabu (16/1). sekitar pukul 08.00 WIB.

Tindakan tersebut terpaksa mereka lakukan sebagai bentuk protes mereka kepada pihak yayasan yang belum membayar gaji mereka hingga dua bulan berturut-turut.

" Kami datang ke sini (Yayasan Pendidikan Kartika red) minta kejelasan kapan gaji kami dibayar. Sudah dua bulan berturut-turut kami belum terima gaji," ujar Azis, salah seorang guru di sekolah itu, kemarin.

Azis mengatakan setelah bertemu dengan perwakilan Yayasan Pendidikan Kartika, gaji para guru tersebut dijanjikan akan dibayar melalui rekening.

Namun gaji yang dibayar tersebut, hanya untuk bulan Desember 2012, sementara gaji November 2012, tidak bisa dibayar karena itu tanggung jawab ketua yayasan yang lama yaitu Jamilah.

" Gaji November kami disuruh menanyakan kepada ibu Jamilah ketua Yayasan Pendidikan Kartika yang sudah diberhentikan," papar Azis.

Menurut dia, seharusnya pihak yasayan bertanggung jawab. meskipun ada masalah di internal pengurus yayasan. Jadi, semua guru tidak tahu menahu dan tidak ikut campur masalah tersebut.

" Masalah internal, kami tidak ikut campur, pihak yayasan seharusnya memenuhi kewajiban membayar gaji kami semua. Jangan gara-gara ribut dengan sesama pengurus Yayasan, kami jadi korban,"ujarnya.

Edi yang mewakili pihak yayasan mengaku pembayaran gaji guru SD Kartika Sagulung sudah ada jalan keluar. Gaji guru akan ditransfer melalui rekening mereka masing-masing. Namun pembayaran gaji baru dibayar untuk Desember 2012. Ia mengangap masalah ini terjadi karena kurang komunikasi. Akibatnya informasi yang diterima tidak utuh.

" Masalah ini karena mis komunikasi saja. Sehinga teman-teman tidak mengetahui masalah yang sebenarnya. Insyallah gaji SD Kartika Sagulung akan segera dibayar,"ujarnya.

Fatimah, salah satu orang tua siswa menyayangkan porses belajar mengajar dihentikan akibat gaji guru tidak dibayar. Dia berharap masalah internal di yayasan jangan mengorbankan guru dan siswa. Diakuinya, sejak Jamilah diberhentikan sebagai ketua Yayasan Pendidikan Kartika, masalah demi masalah terus bermunculan. Salah satunya, orang tua siswa diwajibkan membayar Rp120 ribu untuk mengambil rapor anak-anak

" Permasalahan yayasan jangan sampai korbankan kegiatan belajar mengajar. Tadi anak saya pulang pukul 9.00 WIB dan menyampaikan guru ada rapat penting. Tapi ternyata guru mogok ngajar karena gaji tidak dibayar," terang Fatimah yang ditemui di halaman SS Kartika.

Hal senada juga disampaikan, Zaleha salah seorang siswa kelas lima SD Kartika Sagulung mengaku tidak tahu masalah yang sebenar terjadi di sekolah. Hanya saja, dia mendapatkan informasi guru-gurunya tidak digaji sejak Jamilah diberhentikan dari Ketua Yayasan Pendidikan Kartika.

" Tadi guru hanya bilang ada rapat, dan semua siswa dipulangkan. Saya sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Tapi sejak ibu Jamilah tidak jadi pengurus, suasana di sekolah ini sudah tidak kayak dulu lagi,"ujarnya.

Lebih dari kurang 60 orang siswa dipulangkan ke rumah, karena tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terletak di Kavling Pelopor, Kelurahan Sei Lekop, Sagulung itu.

Kisruh pengurus Yayasan Pendidikan Kartika bermula dari pemberhentian Jamilah sebagai ketua yayasan. Jamilah pun menuding pemberhentian dirinya sebagi pengurus yayasan karena SD Kartika Sagulung mau dijual oleh Subchan Nasution selaku pembina Yayasan Pendidikan Kartika.

Sementara itu, Subchan Nasution menuding Jamilah tidak bisa memberikan laporan keuangan dan administrasi selama tiga tahun. Kedua belah pihak pun menempuh jalur hukum, Subchan Nasution melaporkan ke polisi, sedangkan Jamilah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam. (cw71)


Newer news items:
Older news items: