Pulau Semakau terletak sekitar 1.06.06.01 Lintang Utara dan 103.49.27.41 Bujur Timur. Untuk menuju ke pulau ini dari Pelabuhan Sekupang memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan pompong (perahu kecil). Pulau ini dihuni sekitar sembilan kepala keluarga (KK). Keberadaan pulau terluar ini sejajar dengan Pulau Nipah. Namun Pulau Nipah agak sedikit menjorok ke laut Singapura.
Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia (YPMI) Nada Faza Soraya mengaku heran, Pulau Semakau masuk ke dalam bagian negara Singapura. Padahal pulau tersebut masuk dalam kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.
"Kenapa pula bisa masuk ke dalam peta negara Singapura. Ini mesti diperjelas. Besok (hari ini) akan kita laporkan ke instansi terkait," kata Nada di sela-sela kunjungannya ke Pulau Semakau, Rabu (16/1).
Menurutnya, pulau-pulau terluar yang berada berdekatan dengan Singapura harus diperhatikan lebih serius oleh pemerintah. Sehingga tidak begitu saja masuk ke dalam peta negara tetangga.
Kata Nada, kurangnya perhatian dari sejumlah pihak, termasuk pemerintah terhadap pulau yang berada jauh dari Batam itu membuat YPMI Batam, Majelis Pusat Singapura dan brigh't PLN Batam memberikan bantuan ke warga pulau tersebut. Bantuan yang diberikan berupa delapan unit pembangkit listrik tenaga surya yang rencananya akan disalurkan pada akhir Januari nanti. Bantuan pembangkit listrik ini bertujuan agar warga bisa beraktivitas pada malam hari.
"Yang pertama pencanangan pembangkit listrik tenaga surya yang akan kita buat di Pulau Semakau. Biar anak-anak bisa belajar pada saat malam hari dan juga siangnya bisa dimanfaat untuk aktifitas yang lainnya,"katanya.
Program ini nantinya bukan hanya untuk di Pulau Semakau saja tapi seluruh pulau-pulau terluar lainnya yang langsung berbatasan dengan negara Singapura. Saat ini pihaknya sudah mengumpul sebanyak 60 set pembangkit listrik tenaga surya itu.
Untuk pemeliharaannya, pihaknya akan membentuk koperasi di setiap pulau. Dari sini nantinya alat-alat tersebut dirawat mulai dari aki dan sebagainya.
"Nanti akan kita didik untuk melakukan perawatan terhadap pembangkit listrik tenaga surya yang diberikan dan juga sejumlah pemberdayaan ekonomi lainnya. Agar ekonomi masyarakat di pulau meningkat,"terangnya.
Arifin, warga Pulau Semakau mengatakan, selama ini pulau tersebut tidak ada listrik. Mesin genset yang mereka miliki hanya sesekali dinyalakan karena sulit mendapatkan solar.
"Mesinnya hanya sesekali nyala. Solar sulit didapat, apalagi jarak pembelian jauh. Semua aktivitas hanya dilakukan pada siang hari saja, sementara saat malam gelap-gulita," kata dia.
Ia berharap, bantuan listrik tenaga surya bisa segera direalisasikan untuk membantu aktivitas mereka ketika tidak melaut.
"Kami sangat membutuhkan listrik agar pada malam hari kami juga bisa beraktivitas. Anak-anak juga bisa belajar pada malam hari kalau ada listrik," kata Arifin. (jua)
- UWTO Digunakan untuk Pembangunan Infrastruktur
- Kuota Pertamax Mobdin Sesuai Kebutuhan
- Berantas DBD, Diskes Kota Batam Fogging di 237 Titik
- Udin: PT Glory Point Sudah Tidak Betul
- Sekolah Penerbangan Hadir di Batam
- Anggaran Kunker DPRD Batam Rp17 M
- Tidak Sesuai Pernyataan, Warga Protes RTLH
- Danlanal: Pulau Semakau Masuk Indonesia
- Kadin Kepri Digoyang Isu Tak Sedap
- Disperindag Kota Batam Khawatir Ada Permainan Oknum
- BP Batam Diminta Tinjau Ulang Izin Glory Point
- Wawako Batam Ancam Black List Mitra DKP
- PKS 'Cekal' Aris Hardi ke Cina
- Rumah Baca Cinderella Untuk Anak Kurang Mampu
- Karyawan Ghim Li Batam Demo Tuntut Status Permanen
- Harga Beras di Batam Naik
- PLN Batam Gelar Donor Darah
- Ketua LSM Barelang Dianiaya 5 Pemuda
- Sekolah Sultan Agung Batam Dibobol Maling
- LKPI Kepri Soroti Kapal Asing Rusakan Jaring Nelayan


