Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag ESDM Kota Batam Wan Muhamad Zain, Rabu (16/1).
"Kami tetap memantau perkembangan bahan pokok di pasar Batam, karena memang sudah menjadi kewajiban kami. Kami juga melakukan koordinasi dengan KP2K, apa penyebab kenaikan harga ini," tutur Wan.
Wan mengatakan pihaknya juga turun langsung melakukan survei, bahkan, sejak terjadi kenaikan harga, survei dilakukan hampir setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menelusuri dugaan permaian oknum atas kenaikan harga kebutuhan pokok di Batam.
"Kami lebih banyak di lapangan, rata-rata tim setiap hari ada di sejumlah pasar di Batam untuk memantau perkembangan harga, karena kami khawatir ada oknum yang tidak bertanggung jawab memamfaatkan momen ini," beber Wan.
Suatu hal yang normal terjadi kenaikan harga di akhir tahun dan dua bulan di awal tahun. Jadi tidak heran bila terjadi kenaikan harga. Namun, kenaikan harga yang terjadi saat ini selain faktor tahunan, juga karena pasokan berkurang dan bahan baku impor telah dibatasi, sedangkan permintaan dari konsumen tidak pernah menurun, bahkan cenderung meningkat.
Wan juga mengatakan, untuk menekan kenaikan harga, pihaknya melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dengan distributor.
"Ya untuk antisipasinya, kami akan tetap berkordinasi dengan distributor, dan mencari solusinya, karena kenaikan harga ini juga ditopang dengan transportasi yang lambat, tempat berlabuh yang susah, dan menjelang hari-hari besar, seperti imlek yang jatuh pada bulan Februari mendatang," tuturnya lagi.
Sedangkan upaya untuk menormalkan bahan pokok ini, pihaknya menghimbau seluruh lapisan masyarakat, baik pengusaha hingga pengencer tidak mengambil keuntungan besar di atas permasalahan ini, agar masyarakat Batam mendapatkan kebutuhan pokok dengan layak. "Menjaga kestabilan harga-harga di Batam tidak bisa hanya dari pemerintah, tetapi juga distributor dan pedagang eceran," ujar Wan.
Wan meyakinkan, kondisi ini tidak akan lama terjadi, dan akan kembali normal setelah perayaan Imlek berakhir, atau akhir Februari mendatang.
"Jangka waktu agar bahan pokok kembali normal memang sangat sulitnya, namun untuk prediksi, kami bisa lakukan setelah hari raya Imlek, biasanya pada perayaan Imlek harga akan kembali naik, tetapi kita akan tetap kawal kenaikannya tidak terlalu drastis," pungkas Wan. (abk)
- Pangdam I Bukit Barisan Kunjungi Mapolda Kepri
- Pengacara David Bantah Yulia
- Masyarakat Banyak Adukan Pelayanan Pemda
- Karyawan PT BAS Tidak Ada Jamsostek
- Polisi Tak Tahan Subur, Pemilik Pabrik Mie Formalin
- Penganiayaan Ketua LSM Barelang, LSM Surati Kapolsek Sekupang
- Pemalsuan Identitas, WNA Segera Dideportasi
- Izin Hotel Anugerah Dipertanyakan
- Polisi Kerja Keras Kumpulkan Bukti Tewasnya Balita di Waterpark Top100
- Pembatasan Impor Penyebab Lonjakan Harga
- Dua Menteri di Pelantikan Kadin Batam
- BPHTB Batam Ditagetkan Rp140 M
- Limbah B3 di Tanjung Uncang Batam Masih Menggunung
- DKP Kota Batam dan Mitra Diduga Kongkalikong
- Guru SD Kartika Sagulung Batam Mogok
- 40 e-KTP di Teluk Tering Kota Batam Salah Cetak
- Ketua LSM Barelang Deadline Camat Sagulung
- 150 Hektar Lahan Hang Nadim Batam untuk MRO
- Distako Batam Beri Waktu Kepada PT Glory Poin
- Pulau Semakau Masuk Dalam Peta Singapura


