Sehingga, ketika salah seorang karyawannya sakit, terpaksa membayar sendiri biaya rumah sakit. Padahal, kalau mereka mengantongi kartu Jamsostek, biaya rumah sakit bisa diklaimkan ke Jamsostek.
" Sudah satu tahun lebih kami bekerja di PT BAS ini dan belum pernah didaftarkan sebagai peserta Jamsostek. Jika sakit, terpaksa pakai uang sendiri untuk biaya rumah sakit, " ujar seorang karyawan PT BAS yang minta tidak ditulis namanya,Jumat(18/1)
Lantaran tidak mengantongi Jamsostek, kata dia, para karyawan, tidak mendapatkan hak-haknya sebagaimana mestinya. Padahal, kalau di lihat dari pekerjaan mereka sebagai tenaga pengaman di perusahaan cukup beresiko.
Ia mengatakan, dulu ketika pertama kali masuk bekerja, gaji mereka sempat dipotong selama tiga bulan untuk biaya Jamsostek. Namun, kenyataaanya hingga sekarang kartu Jamsostek itu tidak pernah ada.
Personalia PT BAS, Antoni ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan perusahannya belum mendaftarkan Jamsostek karyawannya. Alasannya, syarat yang diajukan belum lengkap.
Dikatakan dia, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengamanan itu memiliki karyawan lebih dari 50 orang. Dari jumlah tersebut baru sebagian yang sudah didaftarkan sebagai peserta Jamsostek.
" Memang benar mas, hingga sekarang sebagian dari karyawan kami belum memiliki Jamsostek. Karena, masih banyak dari mereka (Satpam) yang belum melengkapi persayaratan untuk pengurusan Jamsostek," ujar Antoni berkilah. (nov)
- Hanafi Dirampok Lalu Dibunuh
- BP3KBK Tunjuk Alfan Suheiri sebagai Ketua
- Semakau Tak Masuk Peta Kepri
- Harga Kepiting di Batam Rp170 Ribu/Kg
- Upah Naik, Industri Tetap Tumbuh
- Diduga Sindikat Lama, Penjual dan Pembeli Sie Jie Dibekuk
- Dugaan Penganiayaan Suruhan Camat Sagulung
- Wakil BP Batam Tidak Mesti dari Dalam
- Bright PLN Batam Luncurkan Layanan Terbaru
- Belum Lapor ke Dishub, Green Taxi Beroperasi di Batam
- Disperindag Kota Batam Khawatir Ada Permainan Oknum
- Kadin Kepri Digoyang Isu Tak Sedap
- Danlanal: Pulau Semakau Masuk Indonesia
- Tidak Sesuai Pernyataan, Warga Protes RTLH
- Anggaran Kunker DPRD Batam Rp17 M
- Sekolah Penerbangan Hadir di Batam
- Udin: PT Glory Point Sudah Tidak Betul
- Berantas DBD, Diskes Kota Batam Fogging di 237 Titik
- Kuota Pertamax Mobdin Sesuai Kebutuhan
- UWTO Digunakan untuk Pembangunan Infrastruktur


