" Kita sangat yakin industri dapat terus tumbuh mencapai target tapi pasti ada hentakan sedikit karena isu upah buruh ini. Presiden sudah statmen bahwa era upah murah sudah berakhir,"kata Alex usai menjadi pembicara Outlook Ekonomi 2013, sempena pelantikan Kadin Batam, Sabtu pekan lalu.
Dijelaskan Alex, itu artinya beliau (presiden) memberikan dukungan, tentu untuk membela agar upah buruh selayak mungkin. Kalau kepala negara berbicara itu, tentu pihaknya semua mengambil langah-langkah untuk mengembankan.
Namun demikian, ia mengakui isu upah buruh ini memang memberikan pengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Namun, semua harus dipahami, upah murah sudah tidak ada lagi.
" Saya pikir ini (kenaikan upah buruh) suatu yang akan memberikan hentakan sedikit pertumbuhan ekonomi dan industri. Nah oleh sebab itu, sekarang pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengambil win-win solution terhadap isu upah buru ini," katanya.
Tapi perlu dilihat, katanya, orang industri memliki untung besar. Kalau untungnya besar, menaikkan upah buruh juga ia menganggap sesuatu yang fair.
Ketua Kadin Kepri Johannes Kennedy mengatakan, era upah murah telah berakhir, tapi pemerintah harus memiliki pengganti daya tarik dari itu.
" Nah kalau itu sudah berakhir (upah murah) maka akan timbul cost baru, karena kita negara berkembang, kita diminati investor, karena daya tarik sendiri, seperti daya saing upah murah. Kalau itu dihilangkan, harus ada penggantinya," kata Jhon.
Mengenai apa penggantinya, pemerintah harus menyiapkan teknologi baru, memiliki nilai Sumber daya unggul yang bisa menggantikan upah murah itu.
" Karenanya harus ada efisiensi. Katakanyalah memperkerjakan, 10 orang jadi enam orang. Karena itu juga harus peningkatan kompetensi. Dari pemerintah pun harus mempermudah, sehingga daya saing tetap jalan," kata Jhon.
Di tempat terpisah, Ketua umum Ikatan Senior Hipmi Indonesia (Ishi) Oesman Sapta Odang, potensi perekonomian Batam sangat maju. Pasalnya, pulau Batam letaknya sangat strategis yang diapit oleh dua negara maju seperti Singapura dan Malaysia.
" Kalau dilihat, Pulau Batam ini sangat maju untuk perekonomiannya, karena diapit oleh dua negara maju. Selain itu juga, Batam menjadi tempat transit bagi daerah lainnya yang ingin pergi ke negara tetangga, "kata Oesman menghadiri pertemuan ikatan senior Hipmi Indonesia di hotel Planet Batam, akhir pekan lalu.
Oesman mengatakan, untuk menjadikan suatu daerah itu maju, harus memiliki 3 unsur, diantaranya ialah, pertanian, perikanan dan peternakan. Kata dia, jika ke-3 unsur tersebut bisa dilakukan di daerah masing-masing, maka tingkat perekonomiannya akan maju dan masyarakatnya juga terbantu.
" Kalau dilihat, potensi yang ada di Batam meliputi dari kilang minyak, gas dan pariwisata. Kita juga harus melihat potensi apa yang ada di daerah kita, "ujarnya.(Tim)
- Jon dan Huzrin Calon Kuat Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam
- Residivis Pencuri Dibekuk
- Batam Butuh 24 Ton Daging Sapi/Hari
- Inspektorat Pemko Batam Diminta Tegas Penganiayaan Yang Diduga Suruhan Camat Sagulung
- Dana PIK Tanjungpiayu, Kota Batam Dipertanyakan
- Warga Resah, PKP Tetap Cuek
- Insiden Perumahan Central Sukajadi
- Wawako Persilahkan Bentuk Batam Pesisir
- Tindak Tegas Pelaku Nikah Sejenis
- Selama 2012, Batam Impor 7.715,88 Ton Kedelai
- Pembatasan Impor Penyebab Lonjakan Harga
- Polisi Kerja Keras Kumpulkan Bukti Tewasnya Balita di Waterpark Top100
- Izin Hotel Anugerah Dipertanyakan
- Pemalsuan Identitas, WNA Segera Dideportasi
- Penganiayaan Ketua LSM Barelang, LSM Surati Kapolsek Sekupang
- Polisi Tak Tahan Subur, Pemilik Pabrik Mie Formalin
- Karyawan PT BAS Tidak Ada Jamsostek
- Masyarakat Banyak Adukan Pelayanan Pemda
- Pengacara David Bantah Yulia
- Pangdam I Bukit Barisan Kunjungi Mapolda Kepri


