BATAM (HK)- Pengurus Badan Pekerja Pembentukan dan Penyelarasan Kabupaten Batam Kepulauan (BP3KBK), resmi menunjuk Awang Herman sebagai Ketua Umum menggantikan pengurusan lama yang diketuai Abdul Basith, Selasa (22/1).
Selain Awang, pengurus BP3KBK juga menunjuk Alfan Suhairi sebagai Ketua Harian dan Sekjen dr Afrizal. Sedangkan anggota formatur terdiri dari lima kecamatan, lintas LSM, lintas etnis, dan tokoh pemuda yang jumlahnya 30 orang.
"Dari pertemuan yang sederhana ini, sebagai ketua BP3KBK yang lama, saya menyerahkan roda kepemimpinan kepada saudara Awang Herman. Mudah-mudahan ke depan, apa yang diharapkan masyarakat khususnya di kawasan peisisir akan untuk menjadikan Kabupaten Batam Kepulauan akan terwujud," ujar Abdul Basith di hadapan para tokoh masyarakat pulau di Batam Centre, Selasa (22/1).
Menurut Basith, siapa pun orangnya yang ditunjuk sebagi ketua BP3KBK, tentunya mempunyai sati visi dan misi yakni, mewujudkan keinginan untuk mensejahterakan masyarakat pulau dan pesisir yang tersebar di Kota Batam.
Dikatakan Basith, pada pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh sentral BP3KBK di Batam Centre ini, ingin mengkonkritkan sekaligus memperkuat formasi yang yang sudah terbentuk pada tahun 2010 lalu pada rapat yang digelar di Hotel Sarijaya, Nagoya.
"Dalam hal ini, Awang Herman yang diamanahkan sebagi nakhoda guna terbentuknya BP3KBK agar mempunyai tekad dan berkomitmen bagaimana Kabupaten Batam Kepulauan ini bisa terbentuk," ujar Basith.
Setelah terbentuk susunan pengurus BP3KBK, selanjutnya segera diadakan deklarasi akbar dan memobilisasi dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan menggalang dukungan ke DPRD Kota Batam, DPRD Provinsi Kepri, Walikota Batam dan Gubernur Kepri. Yang kemudian dibawa ke Jakarta menemui Mendagri dan DPR RI.
Sementara itu, Ketua Harian BP3KBK Alfan Suhaeri sependapat dengan apa yang disampaikan Abdul Basyid. Pada prinsipnya kata Alfan, segenap eleman masyarakat, harus selaras dan saling bahu membahu memperjuangkan cita-cita yang mulia ini demi tercapainya keinginan mensejahterakan masyarakat di wilayah pesisir.
"Perjuangan Kabupaten Batam Kepulauan merupakan pembentukan yang ke-3 kali, di mana sebelumnya kendali dipegang oleh Abdul Basith pada tahun 2007 dan kemudian dipegang oleh Awang Herman pada tahun 2010," kata Alfan.
Ia berharap, dengan pembentukan BP3KBK yang ke tiga kalinya ini yang mana pada, Selasa (22/1) sekitar pukul 14.00 WIB di Komplek Ruko Green Land Batam Centre, tongkat kepemimpinan kembali diambil alih Awang Herman, agar diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Alfan mengatakan, pembentukan kabupaten ini harus segera diperjuangkan pada 2013 ini. Semua persyaratan sudah lebih dari cukup yakni dari segi PAD (Pendapatan Asli Daerah), potensi wilayah yang belum tergarap secara maksimal, jumlah penduduk dan nilai strategis Batam Kepulauan yang berada di front terdepan Indonesia di jalur internasional.
Sementara itu Awang Herman yang kembali disepakati untuk memimpin BP3KBK ini sangat berharap banyak kepada ketua sebelumnya yakni Abdul Basith untuk saling merapatkan barisan dan saling bahu membahu guna mewujudkan cita-cita dan impian masyarakat pulau dan pesisir yang sejahtera.
"Terus terang, secara teknis apa yang disampaikan dan dipaparkan para tokoh sentral BP3KBK itu merupakan satu penyemangat dan dorongan bagi kita semua untuk segera mungkin mewujudkan keinginan masyarakat pulau dan pesisir menjadikan Kabupaten Batam Kepulauan, yang tujuannya tidak lain kesejahteaan masyarakat," ungkap Awang Herman.
Awang kembali menegaskan, dalam wacana pembentukan Kabupaten Batam Kepulauan ini, tidak ada pengkotak-kotakan antara pengurus BP3KBK lama dan pengurus yang baru terbentuk.
"Kita sangat berharap apa yang telah terbentuk ini, agar bersama-sama menjalin kekompakan serta memperkokoh kebulatan tekad demi terwujudnya Kabupaten Batam Kepulauan. Jangan ada kata perpecahan di antara pengurus BP3KBK yang lama dan baru," harap Awang Herman diamini sejumlah tokoh masyarakat lainnya. (afr)
- FOK Kepri Dirikan Outlet di Halte
- DSNI Batam Luncurkan Program Kerajinan Batik
- Empat Imigran Srilanka Ditangkap di Batam
- LSM Surati Walikota Batam, Pecat Camat Sagulung
- Target Kunjungan Wisata ke Batam 1,2 Juta
- Meretas Citra Pesantren dengan Santri Berkualitas
- 25 Orang Terjaring Razia Pekat di Kota Batam
- Pemerintah Dinilai Tak Kompeten
- Ahok Akan Kupas Ekonomi Kerakayatan
- Uniba Janji Bayar Biaya Transportasi
- Selama 2012, Batam Impor 7.715,88 Ton Kedelai
- Tindak Tegas Pelaku Nikah Sejenis
- Wawako Persilahkan Bentuk Batam Pesisir
- Insiden Perumahan Central Sukajadi
- Warga Resah, PKP Tetap Cuek
- Dana PIK Tanjungpiayu, Kota Batam Dipertanyakan
- Inspektorat Pemko Batam Diminta Tegas Penganiayaan Yang Diduga Suruhan Camat Sagulung
- Batam Butuh 24 Ton Daging Sapi/Hari
- Residivis Pencuri Dibekuk
- Jon dan Huzrin Calon Kuat Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam



