Selain Ahok, juga ikut menjadi pembicara pada seminar tersebut seorang pengusaha sukses DR (HC) Hasyim S. Djojohadikusumo. Sedangkan untuk pembicara lokal ditampil, Ketua Kadin Kepri, Johahes Kenedy.
Kegiatan ini digelar sepenuhnya oleh Pengurus Daerah Kristen Indonesia Raya (KIRA) Kepri, Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Kepri dan Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria). Ketiga ormas tersebut merupakan organisasi sayap Partai Gerindra.
Ketua KIRA Onward Siahaan mengatakan, tema tersebut sengaja diangkat karena melihat sistem ekonomo Indonesia saat ini sudah mengarah ke liberalisme. Dan kembalinya ke ekonomi kerakyatan merupakan, cita-cita dari Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto.
" Ini merupakan masalah yang besar. Karena sistem perekonomian kita sudah mengarah pada riberalisme. Karenanya, masyarakat harus tahu mengenai kosep Ekonomi kerakyatan. Kita mengundang pembicara-pembicara handal, untuk mengupas ini," katanya.
Ia mengatakan, Hashim Djojohadikusumo dapat mendorong sistem ekonomi kerakyatan lebih hidup dan berkembang di Kepri. Dan ini merupakan, bagian dari pencerdasan bangsa. Karena ekonomi kerakyatan memang mutlak diperlukan.
Apa yang terjadi saat ini, ia menilai sudah bertentangan dengan UUD 1945 khususnya pasal 33. Makanya, Prabowo mendengungkan kembali sistem ekonomi kerakyatan. Jangan dibiarkan menjadi liberal.
" Kami ingin, masyarakat tahu apa sebenarnya sistem ekonomi kerakyatan. Khususnya pengusaha. Bagaimana, sistem ekonomi itu yang kompitable. Tujuannya juga, bagaimana UKM boleh bersinergi para pengusaha dengan kaliber-kaliber besar," katanya.
Ketua Gemira Darman menambahkan, ekonomi kerakyatan jangan hanya diketahui dari segi teori tapi juga prakteknya. Karena itu, dalam seminar nanti para pengusaha dapat menyampaikan segala permasalahannya yang terjadi di Kepri.
" Perlu ditekankan, kalau ini tidak dalam rangka kampanye. Kita memberikan sumbang saran, Ini untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Jadi, kami lebih kepada seminar, bukan kampanye," katanya.
Yang lebih menarik itu adalah isinya. Karena peserta didalamnya, diundang dari semua golongan, dari pelaku UKM hingga pengusaha besar. Dan kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan.
" Ini akan dilakukan berkesinambungan dan keterkaitan. Kita tidak menutup mata dengan kondisi yang ada. Karenanya, kita harus berbuat, bukti bukan dalam rangka kampanye, pengunjung yang hadir dibatasi. Bahkan dikenakan tarif seminar," kata Darman, didampingi Ketua Satria, Rahmat.
" Ini respect kita, tidak ada keterkaitan bisnis. Nanti disana ada mahasiswa, perbankan, UKM dan lain sebagainya. Dan kita batasi, bukan dilihat dari kuantitas tapi kualitas," tambah Rahmat. (mnb)
- Dirditkrimsus Polda Kepri Bantah Gerebek Gudang HP Ilegal
- Rustam Ajukan Banding
- Limbah Cemari Perairan Pulau Pecong
- DPRD Kepri Mita Dilibatkan Pemilihan Ketua BP Batam
- Calon Ketua BP Batam Harus Kenal Batam
- Sidang PTUN UMK Batam Digelar Hari Ini
- KSAL: Tak Ada Pencaplokan Pulau Semakau
- Jahe Impor Masih Mendominasi di Batam




