Senin01282013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Meretas Citra Pesantren dengan Santri Berkualitas

Meretas Citra Pesantren dengan Santri Berkualitas

BATAM CENTRE - Teroris, merupakan kata yang tidak tepat disematkan pada pesantren. Pendidikan pesantren tidak pernah mengajarkan santri untuk merakit bom dan menebar teror. Hanya pihak yang tidak suka dan tidak menginginkan kemajuan pesantren saja yang masih mengaitkan pesantren dengan teroris.

Ketua Persatuan Mubaligh (PMB) Kota Batam, Zulkarnaen Umar dengan tegas menyatakan, pesantren bukan tempat mendidik teoris. Justru pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa. Terbukti dengan banyaknya founding father bangsa yang berasal dari jebolan pesantren.

"Para pendiri dan pemimpin bangsa banyak dari alumni pondok pesantren, seperti Wahid Hasyim, Agus Salim serta sederetan tokoh nasional lainnya. Alumni-alumni pesantren inilah yang memberikan warna bagi berdirinya negara Indonesia, " ungkapnya dalam Seminar Keagamaan yang digelar Forum Pemberdayaan Pesantren (FPP) Kepri di Pondok Pesantren Mudi Madani Al-'Aziziyyah Mangsang, Sei Beduk, Selasa (22/1/).

Pesantren, kata Zulkarnaen, merupakan lembaga pendidikan dengan ciri khas berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Kurikulum pesantren memadukan kemampuan emosional, spiritual dan intelektual untuk membentuk santri yang berpengetahuan dan bermoral.

Sehingga, jebolan pesantren akan mampu memberikan warna bagi kemajuan bangsa. Bisa berprofesi sebagai apa saja, birokrat, tentara, akademisi hingga pengusaha.

"Lulusan pesantren jangan menjadi minder, namun harus dapat berkarya yang lebih baik lagi ditengah masyarakat," ujar Zulkarnaen.

Selain Zulkarnaen Umar, Seminar Keagamaan juga menghadirkan narasumber dari sejumlah pihak. Seperti Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepri, Handarlin Umar, Kasat Binmas Polresta Barelang, Syahril dan Akademisi, Imran Efendi Hasibuan.

Syahril dalam pemaparannya mengakui, masih adanya aliran atau pemahaman radikal dan berkembang di masyarakat yang harus diwaspadai. Namun sejauh ini, seluruh pondok pesantren di Batam adalah lembaga pendidikan yang baik dan tidak memiliki kaitan dengan terorisme.

"Sebaiknya pesantren fokus pada pendidikan saja. Dan kalau ada aktivitas pondok pesantren yang mencurigakan diluar dari rutinitas sebuah pesantren, segera hubungi pihak terkait,' katanya.

Sementara itu Imran Efendi Hasibuan menyatakan, untuk meningkatkan citra, pesantren harus berbenah. Dengan membangun kualitas santri melalui perbaikan kurikulum tanpa harus meninggalkan ciri khasnya sebagai pesantren.

"Perbaikan kurikulum pesantren perlu dilakukan agar dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Namun perlu dipertahankan kekhasan pesantren, seperti harus memiliki Kyai, santri, masjid serta asrama. Dan yang paling penting adalah adanya kajian tetang kitab kuning, " papar pria yang hampir 17 tahun mondok di pesantren itu.

Beasiswa Santri

Seminar Keagamaan yang digelar FPP Kepri dilakukan bersempena dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 130 santri dan masyarakat sekitar tersebut, FPP Kepri juga memberikan beasisiwa kepada santri Pondok Pesantren Mudi Madani Al-'Aziziyyah.

Ketua FPP Kepri, Rizaldy Siregar menyatakan, kegiatan seminar keagamaan merupakan agenda rutin FPP Kepri. Yang dilakukan untuk memberikan citra positif pesantren dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pesantren.

"Pesantren jangan dibiarkan, namun harus diperhatikan dan dibantu. Sehingga lembaga pendidikan pesantren bisa kuat serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Siapa lagi yang mau memikirkan pesantren jika bukan umat Islam," katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Mudi Madani Al-'Aziziyyah, Tengku Azinur Bin Ibrahim menyambut baik kegiatan seminar yang digagas FPP Kepri. tersebut. Hingga saat ini, terdapat sekitar 120 santri dari berbagai tingkatan, mulai tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah.

"Ada beberapa santri kita yang bersekolah di luar, namun mondok di pesantren sini," ungkap Pimpinan Pondok Pesantren yang diresmikan Menteri Agama, Suryadharma Ali dan saat ini dalam tahap pembangunan dan penambahan ruang belajar santri tersebut.(wan)


Newer news items:
Older news items: