BATAM (HK) - Empat orang imigran asal Srilanka, masing-masing Sujenthiran (24), Qaneshan (39), Thouksan (20) dan Tharmalinkham (47) diamankan pihak Intelkam Polresta Barelang di Komplek Jaya Putra blok B No 8 Jodoh, Selasa (22/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Mereka digelandang ke Mapolresta Barelang, karena pada pemeriksaan yang dilakukan, keempatnya merupakan imigran gelap, lantaran tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasiannya yang resmi.
Salah seorang perwakilan Imigran, Sujenthiran mengatakan bahwa ia bersama 53 rekannya melarikan diri dari negara asalnya, dengan alasan untuk mencari suaka ke Australia lantaran di negaranya sedang terjadi perang.
"Kami melarikan diri dengan kapal kayu, kami takut perang," ujar Sujenthiran dalam bahasa Inggris, Rabu (23/1) lalu di Polresta Barelang.
Awalnya, kata Sujenthiran, mereka tiba di Australia melalui India. Namun tidak semua diterima di Australia, sehingga ia bersama 45 lainya pergi dari negara tersebut dengan menumpang kapal nelayan.
"Kami bayar 400 rupe, kami terdampar di Mentawai setelah kehabisan bahan bakar," tambahnya.
Entah bagaimana ceritanya, pelarian mereka kemudian berakhir di Pekanbaru setelah ditangkap petugas Imigrasi. Namun baru dua bulan di Rudenim Pekanbaru, Sujenthiran bersama 3 rekannya berhasil melarikan diri dan akhirnya tiba di Batam.
Kasat Intelkam Polresta Barelang, Kompol Budi Wahyono melalui Kanit IV (Pengawasan Orang Asing) Sat Intelkam Polresta Barelang, Iptu Syafriman mengatakan bahwa penangkapan keempatnya berdasarkan informasi dari masyarakat.
Dari penjelasan keempatnya, lanjutnya, mereka sudah masuk ke Batam dari Pekanbaru sejak tanggal 14 Januari 2013 lalu. Mereka tiba di Batam melalui Pelabuhan Domestik, Sekupang.
"Mereka tiba di Batam dengan Dumai Ekspress, terbukti dari tiketnya," kata Iptu Syafriman.
Dari informasi yang dihimpun, pihak Intelkam Polresta Barelang berkoordinasi dengan International of Migration (IOM), para imigran ini telah dikontak salah satu temannya di Australia untuk bekerja di Malaysia. Dan karena itulah, mereka melarikan diri ke Batam.
"Mereka kabur dari Rudenim setelah ditelepon teman mereka di Malaysia," ungkapnya.
Untuk proses lebih lanjut, keempat imigran asal Srilanka ini telah diserahkan ke pihak Imigrasi Batam, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Imigrasi Batam. (Amir Yunus, Liputan Batam).
- Pasien SKTM Meninggal di RSUD Embung Fatimah Kota Batam
- Ribuan Buruh Bertahan di Pintu Masuk Tunas
- 1 Tersangka Baru Korupsi di KPU Batam
- Kapal Perang Buatan Batam
- Toilet PN Batam Jorok
- Polda Kepri Bidik Pemilik Shorum RK Mobil
- Dirditkrimsus Polda Kepri Bantah Gerebek Gudang HP Ilegal
- Rustam Ajukan Banding
- Limbah Cemari Perairan Pulau Pecong
- DPRD Kepri Mita Dilibatkan Pemilihan Ketua BP Batam
- Calon Ketua BP Batam Harus Kenal Batam
- Sidang PTUN UMK Batam Digelar Hari Ini
- KSAL: Tak Ada Pencaplokan Pulau Semakau
- Jahe Impor Masih Mendominasi di Batam
- Curah Hujan di Kepri Masih Tinggi
- Inspektorat Kota Batam Belum Ditangani Kasus Abidun
- Penumpang Lion Air Kecewa, Bagasi Tiba Tidak Bersamaan
- Pemko Batam Tolak Program Rumah Murah PNS
- Hati-hati Beli Properti Glory Point
- 5.000-an Buruh Akan Duduki PTUN


