Senin01282013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Air dan Listrik Belum Lancar di Belakang Padang

Air dan Listrik Belum Lancar di Belakang Padang

BATAM (HK) - Fasilitas listrik, air bersih dan telekomunikasi di beberapa kelurahan di Kecamatan Belakang belum sepenuhnya tersedia. Ketiga komponen tersebut masih sulit dinikmati warga, karena tidak lancarnya pasokan.

Listrik misalnya, hidupnya masih beberapa jam saja, kemudian air bersih, masih banyak yang membelinya dari luar, begitu juga telekomunikasi, masyarakat sering dikenai roaming internasional, karena jaringan telepon Singapura sering masuk ke wilayah itu.

Hal itu terungkap saat kunjungan Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Irwansyah dan rombongan ke lokasi pembangunan pembangkit listrik di Kecamatan Belakang Padang, Kamis (24/1). Saat kunjungan itu Irwansyah didampingi Camat Belakang Padang, Abdul Malik Sekertaris Camat Muslim dan juga para lurah.

" Di sini masih banyak yang harus dibenahi, seperti listrik yang hidupnya hanya beberapa jam saja, air bersih yang kebanyakan mereka membelinya dari luar pulau, serta tower telekomunikasi. Dimana masyarakat sering dikenakan roaming internasional, karena jaringan telepon Singapura sering masuk, " ucap Irwansyah.

Padahal, lanjut dia, ketiga komponen itu sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat di daerah ini Oleh sebab itu, insfratruktur tersebut perlahan-lahan harus segera dibenahi.

" Di sini memang daerah hiterland, tetapi mereka juga sangat membutuhkan listrik selama 24 jam, air bersih yang cukup dan jaringan telekomunikasi yang bagus, "paparnya.

Lurah Pulau Pemping, Dian Epsa menjelaskan, Pulau Pemping yang masuk wilayah Kecamatan Belakang Padang, dalam waktu dekat ini akan dialiri listrik 24 Jam.

"Selama ini masyarakat Pulau Pemping hanya menikmati listrik 4 jam, yakni mulai dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, Dengan berdirinya PT Isindo di daerah ini, masyarakat Pulau Pemping, minta disediakan listrik," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik warga, kata dia ada beberapa perusahaan yang sudah siap memberikan gas engine 2 unit. Perusahaan tersebut antara lain TGI, PT Pertro Cina dan juga Conoco Philips.

Selain itu, juga ada BUMD Batam bekerjasama dengan PT PLN yang akan memberikan arus listrik kepada masyarakat.
" Saat ini baru tahap pembangunan pondasi. Total anggaran untuk keseluruhan kurang lebih Rp9 miliar, " katanya.

Ia juga menyebutkan, pembangkit listrik yang dibangun tersebut nantinya menggunakan bahan bakar gas dan berkapasitas 2X138 KPA atau sama dengan 110 kilowat. Untuk pengelolaan dan distribusi listrik bekerjasama dengan PT Isindo.

" Saat ini tiang-tiang untuk listrik sudah dipasang, tinggal menebas pohon-pohon di sekitar lokasi. Sedang untuk tenaga kerjanya, kami mengutamakan anak-anak daerah sini, "ucapnya.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah itu, masyarakat menggunakan genset***/Tengku Bayu, Batam


Newer news items:
Older news items: