Listrik misalnya, hidupnya masih beberapa jam saja, kemudian air bersih, masih banyak yang membelinya dari luar, begitu juga telekomunikasi, masyarakat sering dikenai roaming internasional, karena jaringan telepon Singapura sering masuk ke wilayah itu.
Hal itu terungkap saat kunjungan Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Irwansyah dan rombongan ke lokasi pembangunan pembangkit listrik di Kecamatan Belakang Padang, Kamis (24/1). Saat kunjungan itu Irwansyah didampingi Camat Belakang Padang, Abdul Malik Sekertaris Camat Muslim dan juga para lurah.
" Di sini masih banyak yang harus dibenahi, seperti listrik yang hidupnya hanya beberapa jam saja, air bersih yang kebanyakan mereka membelinya dari luar pulau, serta tower telekomunikasi. Dimana masyarakat sering dikenakan roaming internasional, karena jaringan telepon Singapura sering masuk, " ucap Irwansyah.
Padahal, lanjut dia, ketiga komponen itu sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat di daerah ini Oleh sebab itu, insfratruktur tersebut perlahan-lahan harus segera dibenahi.
" Di sini memang daerah hiterland, tetapi mereka juga sangat membutuhkan listrik selama 24 jam, air bersih yang cukup dan jaringan telekomunikasi yang bagus, "paparnya.
Lurah Pulau Pemping, Dian Epsa menjelaskan, Pulau Pemping yang masuk wilayah Kecamatan Belakang Padang, dalam waktu dekat ini akan dialiri listrik 24 Jam.
"Selama ini masyarakat Pulau Pemping hanya menikmati listrik 4 jam, yakni mulai dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, Dengan berdirinya PT Isindo di daerah ini, masyarakat Pulau Pemping, minta disediakan listrik," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik warga, kata dia ada beberapa perusahaan yang sudah siap memberikan gas engine 2 unit. Perusahaan tersebut antara lain TGI, PT Pertro Cina dan juga Conoco Philips.
Selain itu, juga ada BUMD Batam bekerjasama dengan PT PLN yang akan memberikan arus listrik kepada masyarakat.
" Saat ini baru tahap pembangunan pondasi. Total anggaran untuk keseluruhan kurang lebih Rp9 miliar, " katanya.
Ia juga menyebutkan, pembangkit listrik yang dibangun tersebut nantinya menggunakan bahan bakar gas dan berkapasitas 2X138 KPA atau sama dengan 110 kilowat. Untuk pengelolaan dan distribusi listrik bekerjasama dengan PT Isindo.
" Saat ini tiang-tiang untuk listrik sudah dipasang, tinggal menebas pohon-pohon di sekitar lokasi. Sedang untuk tenaga kerjanya, kami mengutamakan anak-anak daerah sini, "ucapnya.
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah itu, masyarakat menggunakan genset***/Tengku Bayu, Batam
Newer news items:
- Pasien SKTM Meninggal di RSUD Embung Fatimah Kota Batam
- Ribuan Buruh Bertahan di Pintu Masuk Tunas
- 1 Tersangka Baru Korupsi di KPU Batam
- Kapal Perang Buatan Batam
- Toilet PN Batam Jorok
- Polda Kepri Bidik Pemilik Shorum RK Mobil
- Dirditkrimsus Polda Kepri Bantah Gerebek Gudang HP Ilegal
- Rustam Ajukan Banding
- Limbah Cemari Perairan Pulau Pecong
- DPRD Kepri Mita Dilibatkan Pemilihan Ketua BP Batam
Older news items:
- Calon Ketua BP Batam Harus Kenal Batam
- Sidang PTUN UMK Batam Digelar Hari Ini
- KSAL: Tak Ada Pencaplokan Pulau Semakau
- Jahe Impor Masih Mendominasi di Batam
- Curah Hujan di Kepri Masih Tinggi
- Inspektorat Kota Batam Belum Ditangani Kasus Abidun
- Penumpang Lion Air Kecewa, Bagasi Tiba Tidak Bersamaan
- Pemko Batam Tolak Program Rumah Murah PNS
- Hati-hati Beli Properti Glory Point
- 5.000-an Buruh Akan Duduki PTUN


