"Tidak ada penggerebekan yang dilakukan Ditkrimsus Polda Kepri. Kalau memang ada, silahkan tanyakan saja sama yang bersangkutan, apakah pernah berurusan sama Polda," ucap Yudi melalui pesan singkatnya (SMS) Jumat (25/1).
Sumber terpercaya di Polda Kepri menyebutkan bahwa, sebuah gudang yang berada di lantai dua sebuah tempat penjualan handphone terbesar di Batam pada bulan Desember lalu digerebek oleh Ditkrimsus Polda Kepri.
Sumber tersebut mengatakan, gudang tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan handphone ilegal yang masuk dari Singapura. Kuat dugaan, gudang tersebut milik seorang toke besar handphone berinisial AS.
Pada penggerebekan tersebut, kata Perwira Polri di lingkungan Polda Kepri ini, pihak Ditreskrimsus telah mengamankan sedikitnya 7000 unit handphone berbagai merek yang masuk secara ilegal ke Batam.
"Bulan lalu (Desember) dilakukan penggerebekannya. Lokasinya di lantai dua," ucap sumber, sembari meminta identitasnya tidak dikorankan.
Penggerebekan tersebut berujung tidak jelas. Karena usai penggrebekan yang dilakukan, tidak pernah terdengar adanya pemeriksaan atau penyidikan yang dilakukan pihak Ditreskrimsus Polda Kepri.
Informasi dilapangan yang berhasil dihimpun, bahwa pemilik gudang tersebut yang diduga berinisial AS tersebut merupakan pengusaha handphone terbesar di Batam. Dari AS, selanjutnya HP itu diedarkan kepada para pedagang lainnya di pusat penjualan handphone dimana gudangnya berlokasi. Dan juga pedagang handphone partai kecil mendapatkan barang dagangannya dari AS. (Jua)
- Warga Nganjuk Dirikan Pawang
- UKM Dapat Kurangi Kriminalitas
- Harga Sembako di Batam Tetap Tinggi Hingga Maret
- Batam Butuh Tambahan Kuota BBM
- Wakapolsek Belakangpadang Pukul Buruh Bangunan
- Posyandu Seilangkai Terbengkalai
- Tak Bayar Upah Sesuai UMK Akan Diberi Sanksi
- Hati-hati Pilih Perguruan Tinggi
- Daerah Diminta Bina Satu Cabor Unggulan
- Walikota Batam Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Agung
- Uniba Janji Bayar Biaya Transportasi
- Ahok Akan Kupas Ekonomi Kerakayatan
- Pemerintah Dinilai Tak Kompeten
- 25 Orang Terjaring Razia Pekat di Kota Batam
- Meretas Citra Pesantren dengan Santri Berkualitas
- Target Kunjungan Wisata ke Batam 1,2 Juta
- LSM Surati Walikota Batam, Pecat Camat Sagulung
- Empat Imigran Srilanka Ditangkap di Batam
- DSNI Batam Luncurkan Program Kerajinan Batik
- FOK Kepri Dirikan Outlet di Halte



