Kamis01312013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Polda Kepri Bidik Pemilik Shorum RK Mobil

Polda Kepri Bidik Pemilik Shorum RK Mobil

NONGSA (HK)- Penyidik Polresta Barelang, diduga lamban dalam menanganai kasus penipuan dilakukan pemilik shorum RK Mobil atas laporan konsumen. Sehingga kasus tersebut diambil alih oleh pihak Polda Kepri. Bahkan pelaku penipuan saat ini menjadi target penyidik Polda.

Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono saat dikonfirmasi melalui handponnya, membenarkan bahwa kasus penipuan yang dilakukan pemilik Showroom RK Mobil sebelumnya ditangani oleh Polresta Barelang, dan saat ini telah diambil alih penanganannya oleh jajaran Polda Kepri.

"Iya betul, kasus penipuan itu penanganannya diambil alih oleh penyidik Polda. Tapi bukan berarti penyidik Polresta lamban dalam menangani kasus tersebut," kata Hartono kepada Haluan Kepri, Jumat (25/1).

hartono mengatakan, proses penanganan sejak diambil alih oleh Polda Kepri, kasus tersebut saat ini masih tengan dalam pengusutan oleh jajaran Polda Kepri.

"Jajaran Polda Kepri sedang mengusut kasus tersebut,"terangnya.

Sekedar diketahui pemberitaan sebelumnya, setelah kurang lebih dua minggu ditangani Polresta Barelang, kasus penipuan oleh showroom RK Mobil diambil alih oleh Polda Kepri. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Suharnoko di ruang kerjanya, Jumat (11/1).

"Kasusnya diambil alih oleh Polda Kepri secara resmi hari ini," ujar Suharnoko saat itu.

Dikatakan dia, hingga kasus RK Mobil dilimpahkan, sedikitnya sudah 38 korban yang secara resmi menyampaikan laporan.

Dimana rata-rata korban menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menyangka kalau Affandi seorang penipu, karena setiap saat mereka diberikan angin segar dengan harga yang murah serta bunga kredit ringan.

Semua korban juga mengakui, kalau mereka tidak pernah dilibatkan saat mobil mereka diagungkan oleh Affandi, sehingga mereka merasa terkejut ketika dihubungi oleh perbankan untuk meminta korban membayar kredit.

"Kami tak pernah dilibatkan dalam proses kredit dilakukan," ujar salah satu korban, Ajo kepada Haluan Kepri.

Namun sayangnya, saat perbankkan datang menyampaikan tagihan, ternyata Affandi bersama RK Mobilnya sudah tidak ada lagi karena melarikan diri. (Jua)

Share

Newer news items:
Older news items: