Kamis01312013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Pasien SKTM Meninggal di RSUD Embung Fatimah Kota Batam

Pasien SKTM Meninggal di RSUD Embung Fatimah Kota Batam

Diduga Karena Salah Tindakan

Batuaji (HK) - Versa Rama Indah (2 bulan), pasien berstatus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah, Senin (21/1) lalu.

Diduga penyebab meninggalnya bayi malang tersebut karena kesalahan para medis dalam mengambil tindakan. Bayi pasangan Jekki Lubis (28) dan Primawar Nababan (30) ini meninggal setelah disuntikan cairan ke dalam infusnya.

Menurut Jekky, orang tua bayi malang tersebut, sebelum dibawa ke RSUD, putrinya mengalami kejang-kejang dan merintih kesakitan yang disertai deman pilek.

Jekky kemudian membawa putrinya itu ke klinik tak jauh dari rumah mereka untuk mendapat pertolongan pertama. Namun dr Zainal yang bertugas di klinik itu menyarankan supaya dibawa ke RSUD, Embung Fatimah, karena penyakitnya semakin parah.

Setiba di RSUD Embung Fatimah, Batam, sekitar pukul 10.00 WIB, petugas medis di UGD mengambil darah Versa untuk diperiksa di laboratorium. Lantaran, belum dilakukan pemeriksaan, akhirnya darah yang diambil pertama itu membeku, kemudian diambil lagi darah berikutnya.

" Dua kali darah anak saya diambil untuk melakukan pengecekan darahnya, tapi hasilnya hanya leukosif tinggi," ucapnya.

Jekky mengaku tidak tahu apa jenis penyakit yang diderita putrinya. Sebab, dokter spesialis anak di rumah sakit itu mengatakan kalau putrinya mengalami infeksi.

" Saat itu, saya melihat kondisi putri saya semakin parah batuknya serta pileknya tak juga reda. Malah dipasangkan oksigen ke hidungnya," keluhnya.

Melihat putrinya tak nyaman dengan oksigen, ia pun minta perawat melepas slang oksigen dari putrinya.

Rabu (23/1), sekitar pukul 15.00 WIB, Jekky memanggil pendeta minta supaya putrinya didoakan agar sembuh. Setelah didoakan, putrinya tidur nyenyak dan tidak menangis lagi.

Setelah pendeta pergi, putrinya kembali menangis sekuat-kuatnya. Oleh perawat yang menangani, infus yang tergantung disamping Versa kembali disuntik cairan yang dia sendiri tidak tahu jenisnya.

Perawat minta agar cairan yang disuntik itu habis. Setelah itu, Versa langsung kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia pukul 23.30 WIB.

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam drg Fadillah Malarangan yang dikonfirmasi kemarin akan segera menindaklanjuti kasus tersebut. Ia akan memanggil orang tua pasien dan akan mengkroscek ulang dengan para medis yang menangani putrinya.

" Saya belum bisa komentar banyak, hal ini sudah menyangkut tugas etik medik serta penanganan ruangan medis," ujar Fadillah didampingi Ketua Sub Medik Antonius Sianturi.(dedy)

Share

Newer news items:
Older news items: