Selain Batam, kota lain yang juga menjadi percontohan dalam pengembangan transportasi berkelanjutan adalah Medan dan Manado.
Karena itu, Batam dalam waktu dekat dipastikan akan mendapat bantuan bus untuk mengembangkan transportasi. Hal itu juga bertujuan, untuk mengatasi masalah kesehatan sebagai dampak dari gas buang kendaraan dalam sektor transportasi sebagai pionir penyelamat Lingkungan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Zulhendri mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan perjanjian dengan pihak kementerian bersama dua kota lainya. Dalam perjanjian itu, kisinya untuk membangun transportasi berkelanjutan di Batam sehingga dapat menjaga kelesetarian lingkungan.
" Batam, jadi Pilot Project transportasi berkelanjutan. Sehingga, Batam akan mendapat bantuan bus umum dari kementerian perhubungan. Bus yang akan diberikan, gas atau emisi buangannya ramah lingkungan. Sesuai jadwalnya, minggu depan kita akan melakukan MoU, nanti MoU dilakukan di Manado," kata Zulhendri, usai peresmian FOK Outlet di Batam Centre.
Kata Zulhendri, meski akan melakukan Master of Understanding atau nota kesepahaman, pihaknya belum mengetahui berapa bantuan bus umum yang akan diterimanya. Begitu juga dengan waktu realisasinya. Namun yang jelas, pria kelahiran Midai-Natuna tersebut menuturkan, bus dipastikan akan didapat.
Mengenai kapan, ia belum bisa memastikan, tergantung nota kesepahaman yang akan dilakukan. Bantuan dari pihak kementerian bukan hanya berupa bus, tapi ada juga berupa pelatihan.
" Nanti dibangun, dengan sistem yang bagus. Arahnya kedepan, akan mempercepat transit penumpang yang kita idamkan itu, dan disetiap halte terjadwal. Jumlahnya kendaraannya belum tau, nanti secepatnya, setelah MoU. Selain itu, ada juga kerja sama bidang pelatihan, perangkat," kata Zulhendri.
Transportasi umum harus mampu menjadi solusi kemacetan dengan memobilisasi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dengan berkurangnya mobilitas kendaraan pribadi ditambah dengan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan, kata Zulhendri, program ini juga disebut program langit biru.
Seperti diketahui, program Langit Biru, yakni mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan. (mnb)
- Warga Nganjuk Dirikan Pawang
- UKM Dapat Kurangi Kriminalitas
- Harga Sembako di Batam Tetap Tinggi Hingga Maret
- Batam Butuh Tambahan Kuota BBM
- Wakapolsek Belakangpadang Pukul Buruh Bangunan
- Posyandu Seilangkai Terbengkalai
- Tak Bayar Upah Sesuai UMK Akan Diberi Sanksi
- Hati-hati Pilih Perguruan Tinggi
- Daerah Diminta Bina Satu Cabor Unggulan
- Walikota Batam Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Agung
- Uniba Janji Bayar Biaya Transportasi
- Ahok Akan Kupas Ekonomi Kerakayatan
- Pemerintah Dinilai Tak Kompeten
- 25 Orang Terjaring Razia Pekat di Kota Batam
- Meretas Citra Pesantren dengan Santri Berkualitas
- Target Kunjungan Wisata ke Batam 1,2 Juta
- LSM Surati Walikota Batam, Pecat Camat Sagulung
- Empat Imigran Srilanka Ditangkap di Batam
- DSNI Batam Luncurkan Program Kerajinan Batik
- FOK Kepri Dirikan Outlet di Halte


