Kamis01312013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Posyandu Seilangkai Terbengkalai

Posyandu Seilangkai Terbengkalai

Sagulung (HK) - Pos Pelayanan Terpandu (Posyandu) di Seilangkai, Sagulung sejak tiga bulan terakhir ini terbengkalai pembangunannya. Penyebabnya, kontraktor yang mengerjakan Posyandu tersebut pergi sebelum pekerjaannya selesai.

Pantauan Haluan Kepri Minggu (27/1), tepatnya di Fasum RT 1/1 Kelurahan Seilangkai, Kecamatan Sagulung, kondisi bangunan diperkirakan baru sekitar 60 persen. Dimana baru dinding sebelah kiri-kanan dan depan-belakang yang sudah selesai, dan itupun belum diplaster.

Sementara bagian atap dan teras depan, tampak masih belum ada pengerjaan sama sekali. Sehingga setiap ada hujan, dinding bangunan dikikis hujan dan semakin hari kondisi bangunannya semakin memprihatinkan.

Informasi yang dihimpun di lokasi, tukang pergi karena selama beberapa bulan terakhir mereka tidak mendapatkan upah dari pemborong. "Yang kami tau, tukangnya pergi karena upahnya tak dibayar pemborong," ujar salah satu Kader Posyandu setempat, Suryani Rambe.

Pembangunan posyandu tersebut, lanjut Suryani, telah dimulai pada awal-awal tahun 2012, dan ditarget pembangunanya rampung pada sebelum tutup anggaran tahun 2012 lalu. Namun entah apa penyebab pasti, project itu terebengkalai.

Atas kondisi tersebut, kader Posyandu dan juga warga setempat berharap agar Pemko Batam segera turun tangan menyelesaikan pembangunan project tersebut. Hal ini penting agar cita-cita mereka untuk memiliki Posyandu segera terwujud.

Desakan yang sama juga disampaikan Yusna Hayati (59), salah seorang kader Posyandu dan juga warga setempat, ia mengatakan bahwa seyogyanya pembangunan Posyandu tersebut kelar sebelum 27 Desember 2012, hal ini sesuai dengan janji Wakil Walikota Batam terkait pembangunan Posyandu tersebut.

"Tak ada alasan tidak segera diselesaikan, apalagi lahan sudah disiapkan oleh warga," katanya.

Dengan kondisi terserbut, ujar wanita yang disapa bu Yance ini, kegiatan Posyandu di tempat tersebut terpaksa menumpang di rumah-rumah warga, karena kondisi bangunan yang terbengkalai sama sekali tak bisa digunakan. (ays)

Share

Newer news items:
Older news items: