Menurut pengakuan salah satu korban, Sumari bahwa, saat itu dia bersama Taufik dan Charles sedang mengerjakan batu miring untuk pembuangan air di komplek perumahan tersebut. Tak lama kemudian, Syamsurizal bersama ketua RT 01, Muhamad Ali datang ke lokasi dan menyuruh ketiga buruh itu menghentikan pengerjaan proyek batu miring tersebut. Kata Samuri, saat itu dirinya sudah menurutinya.
"Waktu itu, saya mau pulang, karena disuruh berhenti mengerjakan. Dan Ketua RW09 yang juga seorang anggota polisi tadi tampak mondar mandir di lokasi. Entah kenapa, dia (Polisi) langsung memukul saya. Pukulan pertama tidak mengenai saya. Dan pukulan kedua baru mengenai kepala saya,"aku Sumari.
Kejadian serupa juga dialami Taufik, selaku pengawas proyek tersebut. Taufik mengaku dipukul oleh Syamsurizal dengan menggunakan kayu balok. Pada hal kehadiran Taufik di lokasi saat itu, bertujuan untuk menyuruh Samuri berhenti mengerjakan batu miring pembuangan air. Tapi tiba-tiba Taufik dipukul dari arah belakang oleh Iptu Syamsurizal.
Setelah kepalanya kena kayu balok, Taufik menghubungi Charles, namun handponnya justru langsung ditahan oleh Iptu Syamrurizal. Tidak lama kemudian, Charles pun datang untuk menemui Taufik dam Sumari di lokasi tadi. Entah alasan apa, Chalres juga menjadi sasaran oknum polisi tadi. Taufik sempat melerai, namun dirinya langsung didorong oleh Iptu Syamsurizal dengan menggunakan kayu balok di tangannya.
"Dada saya langsung didorong dengan kayu balok, saat dia (Polisi) tadi memukul Charles. Saya tidak tahu, apa masalahnya. Saya sempat bilang jangan kasar ginilah Pak. Malah Pak Polisi itu justru menantang dan mendorong saya," kata Taufik.
Mendengar kabar bahwa anak buahnya di lapangan dianiaya oleh Ketua RW yang juga seorang anggota polisi dan menjabat sebagai Wakapolsek Belakangpadang, Imanuel selaku penanggung jawab proyek tersbut, kemudian melaporkan kejadian ini kepada Propam Polresta Barelang.
"Dua sepeda motor kami juga disita. Kami tidak tahu masalahnya apa. Tapi saya dengar tadi warga tidak setuju dengan pengerjaan batu miring pembuangan saluran air," kata Imanuel, Jumat (25/1) malam.
Terpisah, Ketua RW 09 Iptu Syamsurizal membantah bahwa dirinya memukul tiga buruh bangunan tersebut. Melalui Ketua RT 01, Muhammad Ali dan Ketua RT 02 Muhammad Kosim, mengaku masalah tersebut terjadi karena belum ada kesepakatan warga dengan pihak developer perumahan tersebut yaitu PT Batam Riau Bertuah.
Pihak developer menyanggupi pengerjaan saluran pembungan air memasang batu miring ukuran 60 cm x 60 cm. Sedangkan warga meminta ukuruan batu miring itu 1,5 m x 1 meter.
" Hal ini sebagai pemicu warga jadi marah dan menghentikan pengerjaan proyek batu miring tersebut. Tidak benar kalau Ketua RW kami memukul tiga orang buruh bangunan itu. Kami saksinya saat kejadian itu. Pak RW hanya mendorong saja agar tidak dikerjakan proyek tersebut," ujar Muhammad Ali.
Sementara itu, Kanit Provost Polresta Barelang, AKP Jefri Syam membenarkan adanya tiga orang buruh dipukul oleh anggota polisi yang bertugas sebagai Wakapolsek Belakangpadang. Dia tidak hanya sebatas mendapatkan laporan dari korban tapi juga warga sekitar dan saksi mata.
"Korban dan terlapor serta warga yang mengetahui kejadian tersebut, akan jadi saksi diperiksa. Kasus ini ditindak lanjuti sesuai laporan dari tiga orang buruh bangunan itu,"ucapnya. (Dedy W Manurung)
- Blue Bird Mulai Beroperasi di Batam
- Warga Tanjung Buntung Demo DPRD Kota Batam
- 5 Hektar Hutan Seiladi Kota Batam Terbakar
- Peternak Bantah Ayamnya Berformalin
- Dua Kubu Nelayan di Batam Nyaris Bentrok
- Tower Pak RT Resahkan Warga
- 12 Posyandu di Batam Ditender Ulang
- Pendapatan Kepri Naik 31 Persen
- Potensi Gas Natuna Terbesar di Indonesia
- Larangan Impor 13 Jenis Hortikultura Diberlakukan
- Walikota Batam Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Agung
- Daerah Diminta Bina Satu Cabor Unggulan
- DPRD Kepri Mita Dilibatkan Pemilihan Ketua BP Batam
- Limbah Cemari Perairan Pulau Pecong
- Rustam Ajukan Banding
- Dirditkrimsus Polda Kepri Bantah Gerebek Gudang HP Ilegal
- Polda Kepri Bidik Pemilik Shorum RK Mobil
- Toilet PN Batam Jorok
- Kapal Perang Buatan Batam
- 1 Tersangka Baru Korupsi di KPU Batam



