Kamis01312013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Harga Sembako di Batam Tetap Tinggi Hingga Maret

Harga Sembako di Batam Tetap Tinggi Hingga Maret

BATAM CENTRE (HK) - Harga sembilan bahan pokok, terutama daging, sayur mayur dan ikan, diperkirakan akan tetap tinggi hingga Maret 2013. Gagal panen akibat cuaca buruk menjadi salah satu penyebabnya, selain masalah kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) dan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Kepala Dinas Perindustrian, perdagangan dan ESDM Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan hal itu ketika ditanya pendapatnya tentang kenaikan harga sembako akhir-akhir ini.

" Tingginya harga beberapa komoditi di pasaran, lebih kepada cuaca. Selain cuaca, yang mengkibatkan daerah penghasil sayur-sayuran mengalami gagal panen. Kemudian banjir di Jakarta dan Lampung juga berdampak terhadap supply sembako ke Batam," katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, jalur transportasi saat ini terkendala banjir, sehingga pesawat cargo tidak bisa membawa komoditi, terutama sayur mayur. Sementara untuk jenis ikan, juga dipengaruhi karena tingginya ombak laut, sehingga stok berkurang, sementara permintaan tetap sama.

" Memang terjadi kenaikan harga beberapa komoditi. Dari pantauan harga kita setiap dua hari sekali, di beberapa pasar , dua minggu pertama harga di bulan ini, relatif stabil. Namun di dua Minggu terakhir ada beberapa kenaikan. TPID memperoleh infirmasi sama, kerena terjadi gangguan cuaca, terutama di Jakarta," kata Amsakar yang juga Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam.

Kata Amsakar, komoditi yang mengalami kenaikan diantaranya daging sapi dari Rp90 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Ayam ras dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp32 ribu per kilogram, telur ayam dari Rp1000/butir menjadi Rp1200/butir. Cabe merah keriting dari harga Rp24 ribu per kilogram naik menjadi Rp32 ribu per kilogram.

Sementara untuk sayur-sayuran, seperti bayam, kangkung naik rata-rata Rp1500 per kilogram. Untuk komoditi jenis ikan, seperti tongkol, tenggiri dan sejenisnya naik rata-rata Rp2000 sampai Rp3000 ribu per kilogram. Namun untuk harga komoditi kemasan, seperti susu, mentega dan lainya relatif stabil.

" Itu naik karena beberapa komoditas di datangkan dari Jakarta menggunakan kargo. Sementara di sana ada gangguan cuaca. Sementara di kita, produksi kurang, permintaan tetap sama. Ini, saya memperkirakan akan terjadi Maret ini. Selain cuaca, kenaikan UMK yang masih dalam proses di PTUN dan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) menjadi salah satu pemicu kenaikan," tutup Amsakar.(lim)

Share

Newer news items:
Older news items: