Nganjuk merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Di Batam, terdapat sekitar 700 warga Nganjuk dengan masa menetap bervariasi. Ada yang mulai merantau ke Batam pada tahun 1980-an, hingga tahun 2000-an.
Saat ini, warga Nganjuk di Batam tersebar dalam berbagai bidang pekerjaan dan profesi. Seperti karyawan perusahaan, anggota kepolisian, berusaha di sektor perdagangan, perbengkelan, kontraktor, dosen, notaris hingga jurnalis.
" Segala potensi yang dimiliki warga Nganjuk di Batam akan disinergikan dalam wadah paguyuban bernama Pawang. Tentunya sinergi ini merupakan energi yang positif untuk turut berkontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah," kata Ketua Pawang, Suparno yang terpilih dalam Musyawarah warga Nganjuk yang dilaksanakan di Ruko Central Legenda Poin Blok E2 nomor 3 Batam Centre, Sabtu (26/1) malam.
Suparno menjelaskan, Pawang merupakan organisasi kemasyarakatan induk warga Nganjuk di Kota Batam. Pembentukan organisasi induk ini sebenarnya sudah dirintis sejak dua tahun lalu. Dengan nama waktu itu, Paguyuban Warga Nganjuk disingkat dengan PWN. Namun singkatan yang sama ternyata telah digunakan paguyuban dari daerah Ngawi, sehingga diubah menjadi PWNG.
Untuk memudahkan nama yang mudah diingat, maka dalam musyawarah yang dihadiri sekitar 50 perwakilan warga Nganjuk di Kota Batam tersebut, singkatan kembali diubah menjadi Pawang.
" Peserta musyawarah berasal dari perwakilan warga Nganjuk di sejumlah kecamatan di Batam. Seperti perwakilan dari kecamatan Sei Beduk, Batuaji, Sagulung, Sekupang, Batam Kota, Bengkong dan Batu Ampar serta perwakilan pemuda," katanya.
Dengan telah terpilihnya ketua umum, selanjutnya Pawang akan membentuk kepengurusan mulai dari tingkat Kota Batam hingga Koordinator per kecamatan.
Untuk dikemudian dilegalkan dengan akta notaris dan melengkapi keadministrasian, sekretariat serta didaftarkan ke institusi terkait.
Rencananya, kepengurusan Pawang untuk pertama kalinya terbentuk ini akan menjalankan roda organisasi dalam masa kepengurusan hingga 5 tahun mendatang, 2013-2018.
" Setelah kepengurusan, akta notaris, sekretariat dan keadministrasian lengkap, maka Pawang akan segera dideklarasikan. Dalam deklarasi kami akan mengundang Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman untuk mengukuhkan pengurus Pawang Kota Batam," kata Suparno.
Warga Nganjuk lainnya, Sami'ul Hadi mengungkapkan, sebelum terbentuk Pawang, sejumlah perkumpulan sudah dibentuk oleh komunitas warga Nganjuk di Batam. Seperti Arek Warga Kota Bayu (Argabayu) yang pernah terbentuk untuk mewadahi karyawan perusahaan di Muka Kuning dan Sedulur Nganjuk (Senga) yang merupakan komunitas motor Nganjuk yang ada di Batam.
"Perkumpulan-perkumpulan ini, nantinya secara otomatis akan masuk dan menjadi bagian dari organisasi induk, Pawang," ungkap pria yang biasa dipanggil Cak Ul itu. (jua)
- 12 Posyandu di Batam Ditender Ulang
- Pendapatan Kepri Naik 31 Persen
- Potensi Gas Natuna Terbesar di Indonesia
- Larangan Impor 13 Jenis Hortikultura Diberlakukan
- Walikota Batam Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Agung
- Daerah Diminta Bina Satu Cabor Unggulan
- DPRD Kepri Mita Dilibatkan Pemilihan Ketua BP Batam
- Limbah Cemari Perairan Pulau Pecong




