Sementara Hasan (adik kandung Rafiansyah) dan Rio yang tadinya disebut-sebut ikut dalam drama pembunuhan tersebut, ternyata tidak terbukti dan keduanya hanya sebagai saksi. Lantaran Hasan dan Rio sama sekali tidak mengetahui aksi sadis yang dilakukan Rafiansyah, Agus dan RD tersebut.
Kapolsek Sagulung, AKP Eddy Buce melalui Kanit Reskrim, Iptu M Tommy Palayukan, SH mengatakan, dari hasil pemeriksaan berdasarkan pengakuan Hasan, bahwa dia hanya mengetahui rumahnya sempat dijadikan tempat pesta minuman keras pada malam kejadian. Namun Hasan tidak ikut, baik melakukan perencanaan maupun aksi secara langsung dalam kasus pembunuhan itu.
Sementara Rio sendiri, kata Tommy, tidak mengetahui bahwa Rafiansyah baru saja membunuh Hanafi saat datang ke rumahnya diantar oleh RD, lalu menitipkan sepeda motor milik korban dibengkelnya. Kemudian Rabu (16/1) pagi, Rio diminta oleh Rafiansyah untuk diantarkannya di pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), lalu berangkat ke Aceh melalui Dumai.
"Jadi Hasan dan Rio dalam kasus ini, hanya sebagai saksi," terang Tommy kepada Haluan Kepri, Minggu (27/1).
Sementara RD, lanjut Tommy, saat ini masih dalam pengejaran polisi. Dari pengakuan dua orang tersangka bahwa, RD saat itu berperan untuk membantu membuang jasad Hanafi ke dalam parit, usai dibunuh. Lalu RD langsung melarikan diri setelah mengetahui Rafiansyah dan Agus Siregar ditangkap polisi.
"Dia langsung kabur setelah mengetahui dua temannya itu berhasil ditangkap polisi," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rafiansyah mengaku sempat duel dengan Hanafi sebelum dihantam dengan batu paving block. Rafiansyah saat itu hanya membela diri setelah lehernya dicekik korban dan susah pernapas. Kejadian itu sendiri terjadi pada Selasa (15/1) sekitar pukul 23.30 WIB di PerumahanTaman Cipta Asri, Sagulung.
Menurut pengakuan Rafiansyah, awalnya Hanafi menjemput dirinya di konter handphone di perumahan tersebut. Ia mengajak pelaku minum alkohol di depan SP Plaza sebelah pedagang bakso Wong Cilik Batuaji. Namun Rafiansyah menolak dan tidak mau, kemudian Hanafi berhenti dilapangan. Lalu Hanafi mengajak Rafiansyah berkelahi. Hanafi menendang kepala pelaku, lalu Rafiansyah melakukan perlawanan.
Rafiansyah terdesak dan berusaha menggapai sesuatu. Ia memegang paving block dan menghantamkan ke kepala Hanafi sebanyak empat kali. Setelah itu ia kabur dan menjemput, Rd dan Agus Siregar, teman sepermainannya. Rafiansyah melihat pada saat itu Hanafi masih bernapas. Setelah membuang Hanafi keparit, mereka lari ke Tiban ke rumah Rio temannya.
" Saya hanya bela diri saat itu. Leher saya dicekik Hanafi sampai tidak bernapas. Tangan saya raba-raba, langsung dapat pavling block. Lalu saya hantam ke kepalanya sampai empat kali," ujar Rafiansyah sambil memperagakan di depan Kapolsek Sagulung AKP Eddy Buce saat itu.
Rafiansyah mengaku korban merasa dendam dengannya, karena dia merusak pintu rumah korban karena mau memukul Harun adik pelaku. Korban sebelumnya, tidak terima jika disuruh pulang saat pesta miras di rumah adiknya bersama Rafiansyah.
Korban datang saat Rafiansyah dan dua temannya, Agus Siregar dan RD sedang minum. Korban lalu mengajak minum lagi dan membeli kembali miras tersebut. Rafiansyah awalnya menolak, namun akhirnya dia mengizinkan asalkan jam 23.00 harus pergi dari dalam rumah. "Ya dia (Hanafi red) tidak mau keluar dari dalam rumah. Padahal sebelumnya sudah sepakat jam 23.00 harus keluar karena adik saya baru pulang kerja dan mau istirahat. Dia malah mau memukul adik saya," katanya.
Agus Siregar mengaku saat itu dipaksa oleh pelaku untuk membantu menyeret korban masuk dalam parit. Tidak hanya itu, dia dan RD mengantar pelaku ke Tiban, sebelum pelaku melarikan diri ke Aceh. " Saya saat itu sudah takut karena tidak melihat keduanya berantam, tahu-tahu datang Rafiansyah minta bantu menyeret korban masuk dalam parit," ujarnya. (cw71)
- Blue Bird Mulai Beroperasi di Batam
- Warga Tanjung Buntung Demo DPRD Kota Batam
- 5 Hektar Hutan Seiladi Kota Batam Terbakar
- Peternak Bantah Ayamnya Berformalin
- Dua Kubu Nelayan di Batam Nyaris Bentrok
- Tower Pak RT Resahkan Warga
- 12 Posyandu di Batam Ditender Ulang
- Pendapatan Kepri Naik 31 Persen
- Potensi Gas Natuna Terbesar di Indonesia
- Larangan Impor 13 Jenis Hortikultura Diberlakukan
- Walikota Batam Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Agung
- Daerah Diminta Bina Satu Cabor Unggulan
- DPRD Kepri Mita Dilibatkan Pemilihan Ketua BP Batam
- Limbah Cemari Perairan Pulau Pecong
- Rustam Ajukan Banding
- Dirditkrimsus Polda Kepri Bantah Gerebek Gudang HP Ilegal
- Polda Kepri Bidik Pemilik Shorum RK Mobil
- Toilet PN Batam Jorok
- Kapal Perang Buatan Batam
- 1 Tersangka Baru Korupsi di KPU Batam



