"Bagaimana mungkin, ayam yang saya jual mengandung formalin. Karena setelah dipotong langsung diserahkan ke pembeli. Dan kami tidak menjual ayam yang di-es-kan," kata salah seorang peternak sekaligus pedagang ayam dari Pian Padang Syahril saat bertandang ke kantor redaksi Haluan Kepri, Batam, kemarin.
Ia mengatakan, sejak berita daging ayam berformalin itu muncul penjualannya jadi menurun. Padahal, saat musim utara seperti sekarang ini, ayam cukup diminati masyarakat sebagai pengganti ikan karena minimnya pasokan.
"Memang dalam berita itu tidak menyebutkan orang. Tapi, ternak ayam yang saya kelola termasuk yang terbesar di Ranai dan kami merupakan satu-satunya pemasok daging ayam di kota itu," katanya.
Menurut Syahril, saat berita itu muncul ia langsung terbang ke Natuna untuk memastikan kebenaran dari berita tersebut. Bahkan, ia sengaja mengajak salah seorang petugas dari Dinas Kesehatan Natuna untuk mengecek kondisi daging ayam miliknya. Dari hasil pemeriksaan petugas Dinas Kesehatan, tidak menemukan daging ayam miliknya yang mengandung formalin.
"Untuk menentukan daging ayam atau ikan mengandung formalin tidak bisa langsung serta merta begitu. Melainkan harus ada uji lab dahulu. Setelah ujilab dilakukan, baru bisa ketahui apakah daging tersebut mengandung formalin atau tidak. Sementara waktu untuk melakukan ujilab tidak cukup satu hari, karena harus membawa samplenya ke Tanjungpinang dulu," jelasnya. (sfn)
- Mahasiswa Kepri Tagih Kasus Gandasari
- BP Batam Target Pendapatan Sektor Transportasi Rp244 M
- Masyarakat Pulau Tanggapi Isu Bentrok Nelayan
- 2013, Kuota Solar Kepri Dikurangi
- Penduduk Belian, Kecamatan Batam Kota Terpadat Se-Kepri
- Setahun, Kebakaran Lahan di Batam Capai 50 Hektar
- Dewan Kota Batam Sikapi Barang Elektronik Tak Sesuai SNI
- ATB Terapkan H2H Billing System
- Pemko Batam Angkat 91 Honerer Jadi PNS
- Buruh Tak Dilibatkan, Sidang Gugatan UMK Batam 2013 Digelar
- Hati-hati Pilih Perguruan Tinggi
- Tak Bayar Upah Sesuai UMK Akan Diberi Sanksi
- Posyandu Seilangkai Terbengkalai
- Wakapolsek Belakangpadang Pukul Buruh Bangunan
- Batam Butuh Tambahan Kuota BBM
- Harga Sembako di Batam Tetap Tinggi Hingga Maret
- UKM Dapat Kurangi Kriminalitas
- Warga Nganjuk Dirikan Pawang
- Pembunuhan Terhadap Hanafi, Dua Orang Ditahan, Satu DPO
- Warga Pulau Terung Dambakan Jembatan



