Senin02042013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Nelayan MintaTertibkan Labuh Kapal di Nipah

Nelayan MintaTertibkan Labuh Kapal di Nipah

BATAM - Para nelayan Pulau Terung dan sekitarnya meminta pihak terkait untuk menertibkan labuh jangkar kapal di sekitar perairan Pulau Nipah. Pasalnya, daerah itu merupakan daerah tangkapan nelayan selama ini.

"Saya berharap, pemerintah memperhatikan jeritan hati kami ini. Apalagi perairan itu selama ini banyak ikannya," ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pulau Terung, Nahar Umar, Senin (28/1) di Baloi.

Nahar mengaku keluhan masyarakat ini sudah disampaikan secara lisan kepada pihak desa, kecamatan, Dinas KP2 dan anggota DPRD Batam ketika mereka mengunjungi Pulau Terung beberapa waktu lalu. Namun sampai saat ini, aspirasi itu tidak pernah ditanggapi.

"Karena aspirasi itu tidak pernah digubris. Saya berinisiatif mendatangi Sekretariat DPD Partai Gerindra Batam untuk meminta agar persoalan ini juga diperjuangkan oleh partai tersebut. Apalagi, Ketua Gerindra Batam merupakan anak kami juga," kata Nahar.

Sebenarnya kata Nahar, para nelayan tidak keberatan jika kapal mau labuh jangkar di sekitar perairan Pulau Nipah Namun katanya, para nelayan meminta agar labuh jangkar kapal yang diperkirakan ada belasan tersebut bisa diatur dengan baik, tanpa mengganggu daerah tangkapan nelayan.

Lagian juga kata Nahar, para nelayan butuh kawasan itu untuk menangkap ikan bukan selamanya juga. Sebab sebagian besar nelayan cendrung menangkap ikan di kawasan itu dari Bulan November sampai April. Karena di pada bulan-bulan itu musim ikan berkumpul.

"Kami para nelayan berharap betul kepada pemerintah untuk memerhatikan ini. Tolonglah ditertibkan. Itu jika memang kapal punya izin," katanya.

Ketua DPC Partai Gerindra Batam, Iman Sutiawan yang menerima keluhan nelayan Pulau Terung itu berjanji siap menyampaikan aspirasi tersebut ke pihak terkait. Kata Iman, dirinya juga akan mendatangi pihak-pihak berkepentingan dengan masalah tersebut.

"Kita akan perjuangkan aspirasi ini. Apalagi ini terkait nasib nelayan yang memang menggantungkan hidup di daerah tangkapan. Kami bisa merasakan kesusahan ini," kata Iman. (fur)

Share

Newer news items:
Older news items: