Kamis02072013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Harga Daging Indonesia Termahal

Harga Daging Indonesia Termahal

BATAM (HK) - Sepanjang tahun 2012, harga daging sapi di Indonesia terus mengalami fluktuasi, bahkan cenderung bertahan tinggi. Kenyataanya harga daging di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan Singapura, Malaysia bahkan Australia.

"Data Desember 2012 dengan harga Rp90-95 ribu/Kg. Malaysia hanya sekitar Rp50.000/Kg, Singapura Rp40.000-50.000/Kg tergantung kualitas, Thailand Rp40.000-50.000/Kg berdasarkan kualitas, Australia sendiri sama Rp40.000-50.000/Kg. Dan itu kalau ditelusuri sampai dengan Desember 2011 di negara tersebut kira-kira sama angkanya stabil Rp40.000-50.000. Jadi kita cuma bilang faktanya saja," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (1/2).

Menurut Bayu, sepanjang tahun 2012, harga daging sapi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Padahal di awal tahun 2012 harga daging sapi hanya Rp65.000/Kg, khususnya di Jakarta. Sementara di Batam, catatan media ini, di awal 2012, harga daging segar Rp75-80 ribu/Kg.

"Satu faktor yang betul kami perhatikan pada awal tahun 2012 harga daging itu sekitar Rp65.000/Kg. Itu menjelang lebaran naik sekitar Rp85.000/Kg. Kemudian naik lagi di kisaran Rp90.000-95.000/Kg," tuturnya.

Sampai saat ini, harga daging sapi di berbagai daerah di Indonesia berada di kisaran Rp90.000-95.000/Kg, sedangkan di Batam mencapai Rp120 ribu/Kg. Bayu berkomentar, jika harga daging saat ini masih pada kisaran Rp90.000-95.000/Kg, maka menjelang Lebaran tahun ini harga daging bisa meroket menjadi Rp125.000/kg, dan di Batam berkemungkinan tembus Rp130 ribu/Kg.

"Menggunakan logika yang sama saja. Kalau menjelang lebaran kita start dengan harga masih Rp90.000-95.000/kg. Kita bayangkan saat Ramadhan dan lebaran harga bisa naik sampai Rp125.000. Apa mau kita biarkan seperti itu. Apa konsekuensinya nambah kuota? ya nggak. Silahkan dong keluarkan sapinya, pasok dong kirim, tambah dagingnya," cetus Bayu.

Ketua Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB) Mardi mengatakan, pihaknya kesulitan mendatangkan sapi dari luar Batam. Hal itu karena beberapa faktor, sehingga harga daging sapi jauh melambung dibandingkan daerah lainnya.

"Faktor yang kami hadapi memang sangat banyak, salah satunya faktor cuaca yang sangat tidak mendukung akhir-akhir ini, sehingga banyak kapal yang tidak berani datang ke Batam, di sampiang harga sapi memang sudah mahal dari daerah asal, menjadikan harga daging di Batam melambung tinggi," tutur Mardi.

Safri, wakil ketua APHTB menambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan pasokan sapi yang semakin berkurang. Namun ia meyakinkan, kondisi ini tidak akan selamanya, melainkan hanya dua atau tiga bulan ke depan akan kembali normal.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Kelautan, Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam Sri Yunelly mengatakan harga daging sapi di Batam Rp100 ribu per kilogram, itupun daging kelas 1. Pihaknya belum menerima adanya informasi tentang kenaikan harga seperti yang diberitakan.

"Sampai saat ini kami belum pernah menerima laporan harga daging sapi naik, masih berkisar Rp100 ribu/Kg. mulai dari lebaran tahun lalu hingga sekarang," tutur Nelly.

Nelly mengatakan, harga daging sapi segar memang lebih malah ketimbang harga daging sapi daerah lain. "Batam inikan bukan produksi ternak, makannya harga daging sapi lebih mahal, selain itu biaya transportasi ke Batam juga sangat tidak mendukung, karena jauh dan terbatas," pungkas Nelly. (abdul qodir/dtc)

Share

Newer news items:
Older news items: