Kamis02072013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Perkenalkan Potensi Bahari Kepri Melalui SSR

Perkenalkan Potensi Bahari Kepri Melalui SSR

BATAM (HK) - Sebanyak 31 tim dari berbagai negara ikut ambil bagian dalam iven tahunan Singapore Strait Regata (SSR) ke-19 yang diselenggarakan di Nongsa Point Marina, Batam selama empat hari, yakni 29 Januari hingga 1 Februari. Kegiatan ini sebagai bentuk perkenalan potensi wisata bahari Kepulauan Riau kepada masyarakat dunia.

Setiap tim yang ikut ambil bagian terdiri berbagai jenis kapal, mulai dari berkapasitas tiga orang, lima orang, delapan orang dan 12 orang.

Direktur Citra Mas Grup, Dance menyampaikan, kegiatan Singapore Strait Regata (SSR) diselenggarakan pertama kali tahun 1994 untuk membuka akses dan memperkenalkan potensi bahari yang ada di Riau (Kepri sekarang-red) kepada dunia internasional, khususnya negera-negara yang berbatasan langsung.

Dari awal diselenggarakan, banyak perserta yang ikut sehingga disepakati kegiatan SSR diselenggarakan rutin setiap tahun. Negara-negara yang ikut ambil bagian di antaranya Singapura, Hongkong, Philipina, Indonesia, Australia, peserta dari negara lainnya.

"SSR ini selalu dinanti oleh peserta setiap tahunnya karena perpaduan antara kompetisi dan wisata bahari," terangnya.

Menurutnya, di awal penyelenggaraan tentunya ada sejumlah kendala yang dihadapi karena melibatkan kapal-kapal dan peserta dari berbagai Negara. Namun seiring jalan dan terus dibangunnya komunikasi yang baik dengan pemerintahan dan keamanan, membuat iven ini mendapatkan dukungan yang positif.

Selama empat hari kegiatan, Kamis (31/1) merupakan malam puncak SSR ke 19 ini. "Kamis (31/1), merupakan malam puncak. Dimana kita akan mengumumkan nama-nama pemenang untuk setiap class nya," terang Dance.

Perayaan malam puncak itu dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan seperti perlombaan miniatur kapal yang dibuat oleh peserta di kolam renang dan persembahan tari melayu.

Dalam kompetisi ini, para peserta berlayar dari Singapura menuju Batam. Dan selanjutnya sesampai di Batam menyusuri beberapa tempat dan pulau. Dalam perlombaan ini, dinilai oleh sembilan orang juri dari berbagai negara seperti Australia, Inggris dan Singapura.

"Juri-juri yang menilai merupakan orang-orang yang sudah berpengalaman puluhan tahun dibidangnya. Baru tahun ini saja tidak ada juri dari Indonesia sebagai tuan rumah," terangnya.

Untuk event tahun ini, terdapat juga peserta yang merupakan mahasiswa dari Singapura. Dari 31 perserta yang ikut ambil bagian, kampal dari Indonesia keluar sebagai juara kedua dalam class yang dikutinya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam, Yusfa Hendri menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan SSR yang diselenggarakan di Batam. Dengan kegiatan ini tentunya juga dapat meningkatkan jumlah wisaman yang datang ke Batam.

"Ini merupakan event besar. Kita tentu saja mendukung, karena dengan terselenggaranya event ini, meningkatkan kunjungan wisman mancanegara ke Batam," katanya.

Dia juga menambahkan, dengan diselenggarakan even ini setidaknya sudah ada 250 orang wisaman yang datang ke Batam dari seluruh dunia.

"Kalau ada even-even besar diselenggarakan di Batam apalagi bertaraf internasional tentunya akan memberikan pengaruh besar bagi perkembangan pariwisata, ekonomi dan pembangunan di Batam," terangnya. (jua)

Share

Newer news items:
Older news items: