Pihak Bandara Hang Nadim mengaku belum mendapat informasi terkait pengembalian uang tiket tersebut.
"Kami belum tahu apa kebijakan dari Batavia Air, terutama dalam hal kepastian penggantian biaya tiket para calon penumpang yang gagal berangkat ini," kata Kabag Keuangan dan Umum Bandara Hang Nadim Batam Suwarso.
Ia mengatakan, hingga saat ini pihak Batavia belum ada membuka konter pelayanan pengaduan bagi masyarakat yang telah terlanjur membeli tiket. Begitu juga di Tanjungpinang juga tidak ada. Jadi yang dapat dilakukan oleh otoritas bandara adalah mengarahkan penumpang Batavia Air yang telah memiliki tiket untuk berangkat melalui maskapai lain yang masih memiliki seat kosong.
Untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, Suwarso menyebutkan pihak bandara telah berkoordinasi dengan kepolisian.
Dia mengatakan sejak adanya keputusan pailit (bangkrut) dari pegadilan, konter Batavia Air tutup. Tidak ada satupun karyawan yang ada di lokasi. Bahkan manajemen Batavia Batam juga tidak bisa dihubungi.
"Kita tidak ada menerima informasi kalau ada karyawan Batavia yang masuk kerja di bandara hari ini. Setahu kita tidak ada yang datang,"terangnya.
Disebutkanya, Batavia tidak memiliki aset di Bandara Hang Nadim. Karena untuk operasional pelayanan mereka menggunakan jasa ground handling PT Arta Bina Perdana. Dan juga pihak Batavia tidak ada pesawatnya di bandara Hang Nadim.
Patauan di Bandara Hang Nadim, masih ada sejumlah calon penumpang mendatangi konter Batavia untuk mencari informasi. Namun tidak ada satupun karyawan Batavia berada di konter tersebut. Sementara pengumuman yang terpasang di depan konter Batavia telah dicoret-coret dan dikoyak oleh calon penumpang karena kesal.
Salah seorang calon penumpang, Toni berharap ia datang di hari kedua pasca pailitnya Batavia, manajemen bisa memberikan penjelasan terhadap tiket yang telah dibelinya. Namun ia kecewa karena tidak ada satupun karyawan Batavia berada di konter tersebut.
"Saya datang mau menanyakan nasib tiket saya. Tapi ternyata tida ada orang juga di sini,"terangnya.
Seharusnya ada satu atau dua orang pihak Batavia yang menjelaskan, bukan malah kabur semua seperti sekarang. Nomor yang tertera di papan pengumuman yang ditempelkan di kaca konter juga tidak bisa dihubungi.
Sementara itu Perwakilan kurator yang mengurusi bangkrutnya maskapai penerbangan Batavia Air, Turman Pangabean mengimbau masyarakat yang sudah membeli tiket untuk tidak berbondong-bondong datang ke kantor Batavia Air ataupun ke bandara. Pasalnya, proses pengembalian uang tiket (refund) tidak bisa segera berlangsung.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak terpancing ataupun terprovokasi yang menyebabkan adanya pihak-pihak yang dirugikan lebih lanjut," kata Turman, kemarin.
Ia menambahkan dalam waktu dekat ini kurator belum bisa mengambil keputusan mengenai kepailitan ini. Berpegangan pada Undang-Undang maka kurator menurutnya baru bisa aktif setelah dua hari setelah menerima surat salinan putusan kejaksaan.
Karena itu, mengenai penggantian atau refund tiket pihaknya masih belum menentukan kapan akan mengumumkan hal tersebut. Ia beralasan kurator perlu waktu untuk melakukan penilaian aset dari Batavia dan nantinya akan dikurangi dengan jumlah utang yang dimiliki Batavia.
Turman menambahkan, peristiwa pailit ini bukanlah kehendak mereka. Namun mereka berusaha untuk menyelesaikan permasalahan kepailitan ini secara profesional.
"Kami itu bukan wajib mengganti hari ini, besok atau beberapa hari akan datang. Jangan sampai gara-gara refund kurator dihujat," katanya.
Keempat kurator tersebut adalah Turman Panggabean dan Andra Reinhard Sirait dari firma Duma & Co, Permata N Daulay dari firma Daulay & Partners, serta Alba Sukma Hadi dari firma Sukma & Partners. (Jua)
- 1,21 Juta Wisman Masuk Batam Selama 2012
- PT Glory Point Masih Membandel
- Tim Labfor Selidiki Kematian Memeh
- Transaksi di ATM BCA Mengecewakan
- Pendapatan BP Batam dari Pelabuhan Domestik Rp8,69 M
- Hotel dan Restauran di Batam Harus Ada Sertifikat Halal
- Polisi Periksa 9 Saksi, Keluarga Memeh Tolak Otopsi
- Buku Chairul Tanjung dan Dibagikan ke Panti Asuhan
- BNN Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 17 Batam
- Nelayan Lima Pulau di Batam Tolak Keterlibatan GPNPI
- Tim Terpadu Tunggu Distako Batam Bongkar Bangunan Milik Glory Point
- Mulai Hari Ini, Mobdis di Batam Wajib Gunakan Pertamax
- PA Batam Cabut Surat Nikah Pasangan Sejenis
- DPRD Palu Kunjungi DPRD Batam
- OJK Fasilitasi Pemko Batam dan Bumi Asih
- Makam Tua di Batam Dirusak OTK
- Pemko Batam Anggarkan Rp2,1 M untuk Transportasi Siswa Hinterland
- RSOB BP Batam Pilih 3 Pemenang Lomba Menulis Diabetes Melitus
- Manajemen Batavia Air di Batam Menghilang
- Sidang UMK Batam, PTUN Tolak Permohonan UKM



