Kamis02072013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Pengembalian Tiket Batavia Belum Pasti

Pengembalian Tiket Batavia Belum Pasti

BATAM (HK)-- Pengembalian uang (refund) tiket calon penumpang yang gagal berangkat dari Bandara Hang Nadim Batam akibat bangkrutnya Batavia Air belum bisa dipastikan.

Pihak Bandara Hang Nadim mengaku belum mendapat informasi terkait pengembalian uang tiket tersebut.

"Kami belum tahu apa kebijakan dari Batavia Air, terutama dalam hal kepastian penggantian biaya tiket para calon penumpang yang gagal berangkat ini," kata Kabag Keuangan dan Umum Bandara Hang Nadim Batam Suwarso.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihak Batavia belum ada membuka konter pelayanan pengaduan bagi masyarakat yang telah terlanjur membeli tiket. Begitu juga di Tanjungpinang juga tidak ada. Jadi yang dapat dilakukan oleh otoritas bandara adalah mengarahkan penumpang Batavia Air yang telah memiliki tiket untuk berangkat melalui maskapai lain yang masih memiliki seat kosong.

Untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, Suwarso menyebutkan pihak bandara telah berkoordinasi dengan kepolisian.

Dia mengatakan sejak adanya keputusan pailit (bangkrut) dari pegadilan, konter Batavia Air tutup. Tidak ada satupun karyawan yang ada di lokasi. Bahkan manajemen Batavia Batam juga tidak bisa dihubungi.

"Kita tidak ada menerima informasi kalau ada karyawan Batavia yang masuk kerja di bandara hari ini. Setahu kita tidak ada yang datang,"terangnya.

Disebutkanya, Batavia tidak memiliki aset di Bandara Hang Nadim. Karena untuk operasional pelayanan mereka menggunakan jasa ground handling PT Arta Bina Perdana. Dan juga pihak Batavia tidak ada pesawatnya di bandara Hang Nadim.

Patauan di Bandara Hang Nadim, masih ada sejumlah calon penumpang mendatangi konter Batavia untuk mencari informasi. Namun tidak ada satupun karyawan Batavia berada di konter tersebut. Sementara pengumuman yang terpasang di depan konter Batavia telah dicoret-coret dan dikoyak oleh calon penumpang karena kesal.

Salah seorang calon penumpang, Toni berharap ia datang di hari kedua pasca pailitnya Batavia, manajemen bisa memberikan penjelasan terhadap tiket yang telah dibelinya. Namun ia kecewa karena tidak ada satupun karyawan Batavia berada di konter tersebut.

"Saya datang mau menanyakan nasib tiket saya. Tapi ternyata tida ada orang juga di sini,"terangnya.

Seharusnya ada satu atau dua orang pihak Batavia yang menjelaskan, bukan malah kabur semua seperti sekarang. Nomor yang tertera di papan pengumuman yang ditempelkan di kaca konter juga tidak bisa dihubungi.

Sementara itu Perwakilan kurator yang mengurusi bangkrutnya maskapai penerbangan Batavia Air, Turman Pangabean mengimbau masyarakat yang sudah membeli tiket untuk tidak berbondong-bondong datang ke kantor Batavia Air ataupun ke bandara. Pasalnya, proses pengembalian uang tiket (refund) tidak bisa segera berlangsung.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak terpancing ataupun terprovokasi yang menyebabkan adanya pihak-pihak yang dirugikan lebih lanjut," kata Turman, kemarin.

Ia menambahkan dalam waktu dekat ini kurator belum bisa mengambil keputusan mengenai kepailitan ini. Berpegangan pada Undang-Undang maka kurator menurutnya baru bisa aktif setelah dua hari setelah menerima surat salinan putusan kejaksaan.

Karena itu, mengenai penggantian atau refund tiket pihaknya masih belum menentukan kapan akan mengumumkan hal tersebut. Ia beralasan kurator perlu waktu untuk melakukan penilaian aset dari Batavia dan nantinya akan dikurangi dengan jumlah utang yang dimiliki Batavia.

Turman menambahkan, peristiwa pailit ini bukanlah kehendak mereka. Namun mereka berusaha untuk menyelesaikan permasalahan kepailitan ini secara profesional.

"Kami itu bukan wajib mengganti hari ini, besok atau beberapa hari akan datang. Jangan sampai gara-gara refund kurator dihujat," katanya.

Keempat kurator tersebut adalah Turman Panggabean dan Andra Reinhard Sirait dari firma Duma & Co, Permata N Daulay dari firma Daulay & Partners, serta Alba Sukma Hadi dari firma Sukma & Partners. (Jua)

Share

Newer news items:
Older news items: