BATAM (HK)- Penyebab pasti kematian Memeh, warga Pulau Setoko yang meninggal pada Jumat (1/2) dini hari setelah jatuh tak sadarkan diri di salah satu diskotik di kawasan Jodoh hingga kini masih misterius. Kepolisian masih menunggu hasil visum yang dilakukan oleh tim dokter di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan juga keterangan saksi.
"Penyebab pastinya belum, kita menunggu hasil visum dari dokter," ujar Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mende, saat ditemui usai pertemuan dengan pengelola diskotik tersebut dan HNSI Batam, Sabtu (2/2).
Untuk mengungkap kasus ini, lanjut Mende, pihaknya sudah memeriksa 9 saksi, yakni 3 sekuriti diskotik, 4 waitress dan 2 supir taksi yang mengantar korban ke rumah sakit. Dari keterangan mereka, kata Kapolda, diungkapkan bahwa korban diketahui asik bergoyang dan tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri. "Yang pasti tak ada cekcok ataupun pertengkaran, apalagi pembunuhan," tegas Mende.
Keterangan saksi juga menyebutkan, bahwa pada malam naas sekitar pukul 22.00 WIB, korban datang mencari hiburan di diskotik tersebut seorang diri. Sebagaimana layaknya pengunjung, korban menikmati minum dan berjoget, namun setelah lama berjoget tiba-tiba terjatuh.
Oleh petugas sekuriti, Memeh kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun naas tak tertolong dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Masih kata Kapolda, untuk mengetahui penyebab kematian korban, pihaknya sudah menawarkan kepada keluarga korban untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Memeh. Namun, pihak keluarga menolaknya.
Jodoh Sempat Mencekam
Pasca-kematian Memeh, tepatnya pada Jumat (1/1) menjelang pergantian hari, suasana di Jodoh dan Batuampar sempat mencekam. Pasalnya, berhembus kabar akan ada sekelompok orang yang akan melakukan penyerangan karena tidak terima dengan kematian korban.
Akibatnya, ratusan personil polisi dan TNI disiagakan di kawasan Jodoh. Penyerangan kemudian batal, setelah pimpinan kepolisian turun ke lokasi Jembatan II, tempat ratusan massa bersenjata tajam berkumpul.
Sementara itu, Ketua DPD Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Batam, Ulik Mulyawan mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tewasnya Memeh ke aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
"Kami menyerahkan sepenuhnyake proses hukum," tegas Ulik usai pertemuan dengan pihak kepolisian di Mapolresta Barelang.
Selain itu, Ulik juga menghimbau agar masyarakat tempatan tak mudah terpancing dengan isu-isu negatif sehingga membuat suasana makin memanas dan keamanan menjadi tak kondusif. "Kita semua kecewa, dan menyayangkan kejadian ini. Namun kami menghimbau kepada warga tempatan agar tak terpancing isu-isu menyesatkan," pungkasnya.
Selain Kapolda, pertemuan itu dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Karyoto, Kapolsek Batuampar Kompol Zaenal Arifin, Ketua HNSI Batam Awang Herman, dan sejumlah petinggi Polda dan Polresta Barelang. ***/ Amir Yunus, Batam
Share
- Tim Labfor Selidiki Kematian Memeh
- Transaksi di ATM BCA Mengecewakan
- Pendapatan BP Batam dari Pelabuhan Domestik Rp8,69 M
- Hotel dan Restauran di Batam Harus Ada Sertifikat Halal
- Mobdis di Batam Pakai BBM Subsidi Akan Diberi Sanksi
- Warga Perumahan Hikari, Kota Batam Protes BTN
- Bongkar Paksa Bangunan PT Glory Point
- 3 Rumah di Jembatan II Barelang Roboh




