" Ini merugikan. Bagaimana, kalau kejadian ini juga menimpa kepada ratusan nasabah lainnya. Sudah berapa uang nasabah yang hilang hanya gara-gara sistem komputer yang salah. Ini harus diungkap, kalau tidak BCA bisa keenakan," kata Asim yang ditemui di Batam Centre, kemarin.
Menurut Asim, siang itu ia sengaja datang ke ATM BCA cabang Penuin untuk mengecek uang yang ditransfer sahabatnya, apakah sudah masuk atau belum. Setelah dicek ternyata uang sudah masuk sesuai nominal yang diinginkan. Ia kemudian melakukan pembelian pulsa senilai Rp150 ribu melalui ATM. Pulsa tersebut dikirim ke modemnya dengan nomor 082164188178.
Setelah transaksi dilakukan ternyata pulsa yang dibelinya tak kunjung masuk. Ia pun mencoba lagi melakukan transaksi untuk yang kedua kalinya, tak juga masuk. Kemudian, transaksi yang ketiga dengan nominal yang berbeda yakni Rp50 ribu, baru masuk. Ia heran kenapa transaksi yang nilainya besar tidak masuk tetapi untuk nilai yang kecil masuk.
Yang membuatnya dia tak bisa terima ketika melihat nilai saldo di rekeningnya berkurang Rp300 ribu. Jumlah tersebut setara dengan 2 transaksi pulsa Rp150 ribu yang gagal dilakukannya.
" Saat itu, saya coba protes ke satpam yang berjaga di kantor tersebut. Oleh satpam saya diarahkan menemui pegawai BCA, saya lupa namanya. Si pegawai minta saya menyerahkan buku tabungan, saya bilang tak bawa. Sebagai gantinya, saya tunjukan kartu ATM beserta transaksi yang saya lakukan," katanya.
Setelah memeriksa kartu ATM miliknya dan bukti transaksi yang baru saja dilakukannya, pegawai BCA minta Asim membuat pengaduan secara tertulis. Hasilnya diketahui setelah dua minggu pengaduan tersebut diproses.
" Saya langsung tolak, ketika diminta membuat pengaduan. Karena, saya pernah punya pengalaman, pengaduan itu tidak akan ditindaklanjuti. Waktu kita habis hanya untuk mengurus itu saja," katanya.
Karena itu, ia mengingatkan para nasabah BCA dimana pun berada, agar berhati-hati melakukan transaksi di ATM BCA. Karena salah-salah melakukan transaksi uang yang ada di rekening bisa hilang dengan sendirinya. Ketika masalah ini ditanyatakan ke pihak BCA, pihak BCA justru malah lepas tangan. (sfn)
- Impor Hortikultura Akhirnya Dilimpahkan ke BP Batam
- Hari Ini Ribuan Buruh Batam Turun ke Jalan
- Perizinan Impor Hortikultura di BP Batam
- Dugaan Korupsi Pengadaan Sembako
- Penyebab Banjir Tanjungpiayu
- Hang Nadim, Batam Terima Award Potensial Airport
- Oknum Guru Honorer di Batam Terlibat Narkoba
- Warga Rutan Baloi Batam Melahirkan Secara Cesar
- Urus IMB, Glory Point Surati Walikota Batam
- IRT di Batam Harus Memiliki Keterangan Laik Sehat
- Nelayan Lima Pulau di Batam Tolak Keterlibatan GPNPI
- BNN Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 17 Batam
- Buku Chairul Tanjung dan Dibagikan ke Panti Asuhan
- Polisi Periksa 9 Saksi, Keluarga Memeh Tolak Otopsi
- Mobdis di Batam Pakai BBM Subsidi Akan Diberi Sanksi
- Warga Perumahan Hikari, Kota Batam Protes BTN
- Bongkar Paksa Bangunan PT Glory Point
- 3 Rumah di Jembatan II Barelang Roboh
- Tahanan Polsek Nongsa Kabur, Polisi Dinilai Teledor
- Curi Potongan Kain, Warga S'pura Ditangkap di Batam



