Kamis02072013

Last update12:00:00 AM

Back Batam 1,21 Juta Wisman Masuk Batam Selama 2012

1,21 Juta Wisman Masuk Batam Selama 2012

BATAM (HK) - Sebanyak 1.219.608 wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Indonesia melalui Batam selama 2012. Dengan begitu, Batam tetap menempati urutan ketiga kunjungan wisman tertinggi di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam Yusfa Hendri menjelaskan, jumlah tersebut melebihi target pemerintah di tahun 2012 yang hanya sebesar 1,2 juta. Menurut Yusfa, keberhasilan ini bukan keberhasilan pemerintah, tapi keberhasilan bersama, karena didukung seluruh lapisan masyarakat.

Katanya, wisman tertinggi dari Singapura mencapai 56,9 persen, disusul Malaysia 13,67 persen, Korea 4,3 persen. Selebihnya, dari Filipina, India, Cina, Jepang, dan negara lainya.

Data nasional, kunjungan wisman ke Bali mencapai 2,6 juta, Jakarta 2,1 juta. Total kunjungan wisman ke Indonesia naik 5,3 persen dari 7.649.599 tahun 2011, menjadi 8.049.462 di 2012 dengan lama wisman tinggal di Indonesia rata-rata 3,1 hari.

Yusfa berharap, di tahun ini kunjungan wisman terus bertambah, mengingat target pemerintah sebesar 1,25 juta. Maka tidak heran, berbagai kegiatan terus dilakukan, sebagai daya tarik kunjungan wisatawan.

"Ada berapa iven tahun ini. Kegiatan ada yang dilakukan Pemko Batam, Provinsi Keperi dan kementerian, kemudian kegiatan yang dilakukan pihak swasta," kata Yusfa akhir pekan lalu.

Kegiatan yang digelar pemerintah, seperti Kenduri Seni Melayu (KSM), Gebyar Budaya Nusantara, Batam International Culinery Fiesta. Kegiatan tersebut bakal di gelar pada September mendatang.

Kegiatan lainya diselaraskan dengan berbagai ivent di daerah lain, seperti Tanjungpinang, Bintan untuk mendukung Wonderful Kepri, seperti Tour de Barelang, Sea Eagle Boat Race dan lainnya.

Sedangkan kegiatan dari Pemerintah Pusat, seperti Asian Jazz festival, Devavali di akhir tahun dan lainnya. Acara yang digelar oleh swasta seperti iven Volley Ball Haluan Kepri, Road Race, Batam Expo, Neptune Reggata, dan lainnya.

Yusfa mengakui, dilihat dari sisi komposisi, dari sisi investasi kegiatan yang dikelola pihak swasta jauh lebih besar dari pemerintah. "Iven-iven swasta lebih banyak, secara ekonomis dapat dijual," ujar Yusfa.

"Kita berharap kegiatan yang dilakukan pihak swasta lebih banyak. Sehingga ke depan, pemerintah sebagai regulasi dan supporting," tutup Yusfa.

Dukung Perekonomian

Sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak roda perekonomian cukup dominan di Kepri. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kepri Guntur Sakti, baru-baru ini.

"Kontribusi dari sektor pariwisata untuk perkapita tidak terhingga. Asalkan jangan dihitung berdasarkan pajak," terangnya.

Menurut Guntur, kalau dihitung berdasarkan pajak tentunya hanya dilihat dari sektor penerimaan dari pajak perhotelan, pajak hiburan dan pajak restoran. Tapi multi efek ekonomi lainnya tidak dapat dihitung seperti wisatawan berbelanja di mall-mall, belanja souvenir di toko, kendaraan yang digunakan dan yang lainnya.

"Sektor pariwisata saya bilang kontribusinya tidak terhingga," sebutnya.

Kata Guntur, untuk menentukan target kunjungan wisatawan yang datang di Kepri bukan menjadi tugas pemerintah saja, melainkan seluruh stake holder pariwisata, termasuk masyarakat.

"Kami dalam memproyeksi kunjungan tidak pakai 'feeling', tapi ada hitung-hitungannya," imbuhnya.

Di 2013 ini, lanjut Guntur, disepakati untuk target kunjungan wisatawan konstan sebesar 1,7 juta, moderate 1,8 juta dan target optimis sebesar 1,975 juta.(mnb/jua)

Share

Related news items:
Newer news items:
Older news items: