"Harga sekarang Rp40-50 ribu per Kg, sebelumnya Rp23 ribu. Hari ini lumayan banyak yang nyari, permintaan meningkat dari minggu lalu. Sayangnya yang tersedia bukan yang bertelur, masih banyak ikannya yang belum bertelur, jenis ini yang mahal, harganya sampai Rp400 ribu per Kg," ujar Iskandar, penjual ikan dingkis di pasar Pujabahari, Nagoya, Batam, kemarin.
Iskandar mengatakan, ikan pembawa hoki tersebut diperkirakan baru akan bertelur beberapa hari menjelang imlek, yakni minggu-minggu ini.
Susi, salah satu warga keturunan yang ditemui saat membeli ikan dingkis mengatakan, sudah menjadi kebiasaan di keluarganya memasak ikan dingkis sepanjang perayaan Imlek. Selain rasanya yang manis, hidangan khas itu bisa menjadi kebanggaan bagi keluarga yang menyuguhkannya bagi sanak saudara.
"Kami sudah biasa menyajikan ikan dingkis saat perayaan Imlek di rumah. Meski sampai sekarang belum banyak ikan dingkis yang bertelur, namun kami sudah mulai memasaknya di rumah, karena ikan ini membawa hoki, dan kesejahtraan," aku Susi.
Susi mengatakan selain ikan dingkis, pihaknya juga menyediakan berbagai macam jeruk, termasuk jeruk bali, yang dinilai sebagai lambang kesejahtraan dalam kehidupan, dan kesuksesan dalam usaha dan karier.
Di Pasar Cahaya Garden Bengkong, Ibrahim salah satu penjual ikan dingkis mengatakan, pihaknya menjual ikan dingkis tidak banyak, karena harganya mulai mahal.
"Permintaan sudah banyak, rata-rata meminta yang bertelur, sekarang masih sedikit. Untuk yang biasa harganya Rp40-60 ribu per Kg. Rata-rata per hari hanya dapat 4 Kg saja, dan itupun belum semuanya bertelur," aku Ibrahim.
Di Pasar Mitra Raya Batam, Keng, penjual ikan dingkis mengatakan, masyarakat keturunan Tionghoa yang ada di sekitar pasar tersebut tidak terlalu antusias untuk mendapatkan ikan dingkis. Menurutnya, hal itu terjadi karena tidak semua mereka yang mengerti tentang ikan dingkis.
"Di sini, peminat masih seperti biasa, hanya meningkat sekitar 10 persen, karena masyarakatnya (keturunan Tionghoa,red) masih banyak yang tidak mengetahui keajaiban ikan ini. Mereka lebih banyak membeli jeruk," ujar Keng sembari mengatakan harga ikan dingkis Rp55 ribu per Kg, naik dari sebelumnya Rp25 ribu.
Harga Es Balok Naik
Selain ikan dingkis, ikan laut lainnya di sejumlah pasar kembali mengalami kenaikan harga. Hal ini terjadi karena es balok sebagai penyegar ikan naik harga dari Rp40 ribu menjadi Rp60-65 ribu per fiber. Es balok untuk ikan harus diganti setiap hari, sehingga pedagang menaikan harga ikan untuk menutupi biaya tambahan tersebut.
Anas, pedagang ikan di Pasar Pujabahari mengatakan harga udang tenggek mencapai Rp65 ribu per Kg, sebelumnya Rp40 ribu, kepiting Rp130 ribu per Kg dari sebelumnya Rp80-90 ribu, lele Rp23 ribu per Kg yang sebelumnya Rp18 ribu, kerapu merah Rp200 ribu per Kg yang sebelumnya hanya Rp150 ribu, sotong Rp35 ribu per Kg yang sebelumnya Rp30 ribu, gongong Rp40 ribu per Kg yang sebelumnya Rp32 ribu, dan ikan kakap merah Rp45 ribu per Kg yang sebelumnya Rp35 ribu.
- Impor Hortikultura Akhirnya Dilimpahkan ke BP Batam
- Hari Ini Ribuan Buruh Batam Turun ke Jalan
- Perizinan Impor Hortikultura di BP Batam
- Dugaan Korupsi Pengadaan Sembako
- Penyebab Banjir Tanjungpiayu
- Hang Nadim, Batam Terima Award Potensial Airport
- Oknum Guru Honorer di Batam Terlibat Narkoba
- Warga Rutan Baloi Batam Melahirkan Secara Cesar
- Urus IMB, Glory Point Surati Walikota Batam
- IRT di Batam Harus Memiliki Keterangan Laik Sehat
- Nelayan Lima Pulau di Batam Tolak Keterlibatan GPNPI
- BNN Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 17 Batam
- Buku Chairul Tanjung dan Dibagikan ke Panti Asuhan
- Polisi Periksa 9 Saksi, Keluarga Memeh Tolak Otopsi
- Mobdis di Batam Pakai BBM Subsidi Akan Diberi Sanksi
- Warga Perumahan Hikari, Kota Batam Protes BTN
- Bongkar Paksa Bangunan PT Glory Point
- 3 Rumah di Jembatan II Barelang Roboh
- Tahanan Polsek Nongsa Kabur, Polisi Dinilai Teledor
- Curi Potongan Kain, Warga S'pura Ditangkap di Batam



