Jumat02082013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Warga Rutan Baloi Batam Melahirkan Secara Cesar

Warga Rutan Baloi Batam Melahirkan Secara Cesar

BALOI (HK) - Rosmawati, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Baloi Batam, melahirkan secara cesar di RSUD Batam Senin (4/2) dini hari. Rosmawati sebelumnya memeriksakan kehamilannya ke rumah sakit itu atas izin Karutan Batam.

Karutan Batam, Anak Agung Gde Krisna mengatakan pada Minggu (3/2) kemarin ada dua warganya yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam untuk memeriksakan kehamilannya, salah satu diantaranya langsung melahirkan.

" Dua orang, tapi satu orang yang melahirkan dan satunya lagi dipulangkan setelah chek up," ujar Agung kepada Haluan Kepri, Senin (4/2).

Lebih lanjut disampaikan, bahwa warganya yang melahirkan tersebut merupakan Narapidana dalam kasus Narkoba yang sedang menjalani sisa tahanannya di Rutan Baloi. "Dia (Rosmawati, red) warga binaan dalam kasus Narkoba," katanya.

Menyangkut keberadaan Bayi yang dilahirkan oleh warganya, lanjut Agung, pihaknya memberikan kompensasi demi keberlangsungan hidup bayinya, dimana yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk membawa bayinya ke sel tahanan.

"Dia dapat dispensasi membawa bayinya ke sel tahanan perempuan," ungkapnya.

Selain itu, ibu dan bayinya juga memperoleh kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya sewaktu-waktu ada gangguan kesehatan keduanya. Dimana pelayanan ini di peroleh di klinik Rutan dan bisa dirujuk ke Rumah Sakit.

"Pemeriksaan kesehatan sewaktu-waktu bisa diperoleh," pungkasnya..

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Cut Cuspida yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, awalnya dua orang wanita tahanan Rutan Baloi yang memeriksakan kehamilannya di rumah sakit itu. Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata hanya satu orang yang melahirkan yaitu Rosmawati dengan jenis kelamin bayi laki-laki.

“ Rosmawati melahirkan secara caesar, jenis kelaminya bayi laki-laki dengan berat badan bayi 3 kilogram dan panjang 48 cm,” kata Cut.

Cut mengatakan ketika proses persalinan Rosmawati tak seorang pun yang bisa keluar masuk,. karena kamar tersebut dijaga petugas Rutan, Baloi.
" Petugas Rutan Baloi mengawal ketat atas kelahiran anaknya itu, dan tidak bisa masuk siapa-siapa kecuali keluarga Rosmawati sendiri," imbuhnya. (ays/cw71)

Share

Newer news items:
Older news items: