BATAM (HK) - Banjir yang terjadi di kawasan Tanjungpiayu, Sei Beduk, karena banyaknya bangunan yang tidak berizin berdiri di atas drainase. Kemudian, banyaknya perumahan yang dibangun di atas perbukitan juga menjadi penyebab kawasan tersebut rawan banjir.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas PU Yumasnur yang ditemui, Senin (4/2). Ia mengatakan, penyebab banjir tidak hanya bangunan yang berdiri diatas drainase saja, tetapi juga sebagian perumahan seperti perumahan Puri Agung Tiga, yang bangunannya merupakan kontur perbukitan.
" Pertama awalnya bukit, dan dijadikan kavling, bahkan ada juga perumahan, sehingga air dari perbukitan itu langsung menluncur ke drainase, " jelasnya.
Akibatnya, kata dia, terjadi penyempitan drainase. Sehingga air yang datang tidak sesuai dengan kapasitas drainase. Selain itu juga, aktifitas warga yang memanfaatkan kolam antara drainase dengan air laut. Padahal, menurutnya, tempat itu sebenarnya untuk tujuan pembuangan akhir air hujan.
" Perumahan Sakinah lah yang paling rendah daerahnya, makanya di sana yang paling parah banjirnya. Kalau kita lihat, alur airnya berliku dan panjang, dan ini juga ada yang patah salurannya sampai ke battle neck, karena diakibatkan dari pembangunan rumah, "paparnya.
Ia menambahkan, tahun 2000 silam, pihaknya sudah meminta anggaran ke Provinsi agar dibenahi pinggiran drainase. Namun, masyarakat setempat keberatan, sehingga alat berat tidak bisa masuk untuk memperbaiki drainase tersebut.
" Kalau mau kita benahi harus semuanya, sampai ke hilir dan itu butuh waktu serta anggaran yang banyak, "ucapnya.
Yumasnur menambahkan, pembenahan tidak hanya diberlakukan kepada pemerintah saja, tapi harus dilakukan bersama-sama. Terutama kepada pihak developer perumahan di Kecamatan Sei Beduk.
" Seharusnya pihak developer membangun perumahan sudah mengantongi izin IMB dan izin cut and fill, agar kedepannya tidak terjadi banjir lagi, "ujarnya.
"Selain itu, harus juga disediakan jarak antara bangunan rumah dengan drainase. Hal ini dilakukan agar saat ada pemeliharaan atau pelebaran, alat besar bisa masuk, "pungkas Yumasnur.(byu)
- Granat Nilai Penegakan Hukum Kasus Narkoba Lemah
- PLTU Tanjung Kasam Tanggung, Batam Biaya Berobat
- Pembinaan Koperasi Tidak Maksimal
- Pemko Batam Akan Data 20.000 PKL
- WNA Malaysia Bawa Sabu Seberat 3 Kilogram
- Polda Kepri Gelar Maulid Nabi
- Polda Kepri Buka Layanan Call Center 110
- Impor Hortikultura Akhirnya Dilimpahkan ke BP Batam
- Hari Ini Ribuan Buruh Batam Turun ke Jalan
- Perizinan Impor Hortikultura di BP Batam
- Hotel dan Restauran di Batam Harus Ada Sertifikat Halal
- Pendapatan BP Batam dari Pelabuhan Domestik Rp8,69 M
- Transaksi di ATM BCA Mengecewakan
- Tim Labfor Selidiki Kematian Memeh
- PT Glory Point Masih Membandel
- 1,21 Juta Wisman Masuk Batam Selama 2012
- Tongkang dan Ferry Bersenggolan
- Batam Layak Dimekarkan Jadi 22 Kecamatan
- Ikan Dingkis di Batam Rp40-60 Ribu per Kg
- Dinkes Batam Bagikan Vaksin Kaki Gajah



