Kabag Keuangan dan Umum Bandara Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan, ada tiga maskapai yang ditunjuk Dirjen Perhubungan untuk melayani calon penumpang Batavia yang telah membeli tiket salah satunya adalah Ekspress Air.
"Untuk di Batam akan dilayani oleh maskapai Express Air yang ditunjuk oleh Dirjen. Namun baru dua rute saja yang akan dilayani yaitu Batam-Pontianak dan Batam-Bandar Lampung,"terangnya.
Suwarso menyebutkan, untuk rute lainnya yang sebelumnya dilayani oleh Batavia dan tiket yang telah dibeli oleh masyarakat pihaknya masih belum mendapatkan kabar lebih jauh. "Informasi yang kita terima baru dua rute itu aja,"terangnya.
Berdasarkan instruksi Mendagri maskapai Express Air sudah melayani calon penumpang Batavia sejak tanggal 7 Februari mendatang untuk tiga bulan kedepan.
"Kalau sesuai dengan surat intruksi yang diberikan mulainya sejak tanggal 7 Februari sampai tanggal 30 April mendatang. Tapi sekarang kita masih menunggu,"terangnya.
Dia juga menyampaikan, saat ini pihak maskapai yang telah ditunjuk oleh Dirjen Perhubungan telah melakukan surve ke Batam termasuk juga dua bandara lainnya yaitu di Pontianak dan Bandar Lampung.
"Sekarang masih menunggu Tim yang tengah memastikan di Pontianak dan Bandar Lampung. Untuk kita di Batam sudah siap,"terangnya.
Nantinya kalau sudah siap semua, terangnya, pihaknya akan melakukan konfrensi pers dalam satu dua hari mendatang.
"Sekitar satu dua hari kedepan kita akan melakukan konfrensi pers. Terkait pengalihan dan teknisnya seperti apa bagi calon penumpang Batavia yang telah membeli tiket untuk dua rute tersebut,"terangnya.
Maskapai Express Air direncanakan akan menurunkan pesawat tipe Boing 737 dengan kapasitas penumpang 120 orang. Nantinya penumpang hanya tinggal membawa tiket dan kartu identitas yang sesuai dengan tiket yang telah dibeli.
"Nanti harus bawa print out tiket tidak boleh kode boking dan juga kartu identitas sesuai dengan yang ada didalam tiket. Untuk ketentuan lainnya nanti akan diterangkan oleh TIM yang telah dibentuk pada konfrensi pers,"terangnya.
Wakil Ketua Bidang Tiketing Asosiasi Travel Agent (Asita) Provinsi Kepri, Annawati menyampaikan, pihaknya berharap permasalahan tiket yang telah dibeli oleh masyarakat dan juga uang deposit agen-agen perjalanan dapat secepatnya diselesaikan.
"Kita meminta pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini,"terangnya.
Dia juga menyampaikan, dengan tidak beropersinya Batavia pihaknya kebingungan saat ini melayani masyarakat yang ingin pulang kampung halamnya ke Pontianak menjelang imlek. Pasalnya yang melayani tujuan Batam-Pontianak hanya Batavia saja.
"Kita kebingungan mau ngarahkan alternatif kemana penumpang yang mau berangkat ke Pontianak yang telah membeli tiket Batavia," terangnya.
Menurutnya walaupun dialihkan melalui Jakarta lalu ke Pontianak, saat ini kondisi penerbangannya sudah pada penuh semua. Kalaupun masih ada tiket yang ditawakan harganya sudah sangat tinggi.
"Kalau penumpangnya orang kaya tidak masalah, tapi kalau dananya terbatas ini yang jadi masalah. Kemaren ada yang menghubungi sambil nangis-nagis menanyakan hal tersebut, untuk pulang kampung merayakan imlek,"terangnya.
Dia juga menjelaskan, untuk penerbangan Batavia tujuan Batam-Pontianak sudah penuh dipesan masyarakt untuk dua minggu sebelum imlek.
"Dua minggu mejelang imlek, seluruh kursi Batam-Pontianak sudah penuh dipesan,"terangnya.
Masyarakat sudah memesan tiket tersebut sejak lima bulan yang lalu sebelum hari keberangkatan. Makanya sekarang banyak yang bingung menjelang keberangkatan Batavia tidak beroperasi dan tidak ada solusi yang diberikan.
Salah satu agen perjalan Rusli Tang yang berkantor di Penuin dan memiliki beberapa cabang di Batam menyampaikan, tujuan yang paling laris menjelang imlek adalah ke Pontianak. Karena banyak masyarakat keturunan cina yang ingin pulang kampung merayakan imlek.
"Menjelang imlek sebelum Batavia tutup kita sudah mejual sebanyak 50 tiket dengan tujuan Pontianak," terangnya.
Menurutnya, tujuan Batam-Pontianak jauh lebih murah ketimbang harus melalui Jakarta sehingga rute tersebut cukup diminati. Dalam satu minggu terbang sebanyak tiga kali.
"Untuk tiket dari Batam-Pontianak dijual Rp1 Jutaan. Sedangkan kalau lewat Jakarta-Pontianak harganya sama belum termasuk tiket Batam-Jakarta nya. Makanya lebih banyak yang langsung,"terangnya.(Jua)
- Spesialis Curanmor RX King Dibekuk di Batam
- TNI AD Karya Bakti di Vihara Budi Bakti
- Wawako: Batam Harus Juara Umum
- Pemko Batam Kewalahan Atasi Rumah Liar
- Diduga Oknum Komisi IV DPRD Kota Batam Terima Fee
- Manager M One Harbour Bay, Batam Diminta Ganti Rugi
- Komisioner KPUD Batam Kembali Diperiksa
- Air Lindi Cemari Laut Punggur, Batam
- Goodway Batam PHK Sepihak Karyawannya
- 20,5 Persen Bayi di Batam Tak Miliki Akta Lahir
- Perizinan Impor Hortikultura di BP Batam
- Hari Ini Ribuan Buruh Batam Turun ke Jalan
- Impor Hortikultura Akhirnya Dilimpahkan ke BP Batam
- Polda Kepri Buka Layanan Call Center 110
- Polda Kepri Gelar Maulid Nabi
- WNA Malaysia Bawa Sabu Seberat 3 Kilogram
- Pemko Batam Akan Data 20.000 PKL
- Pembinaan Koperasi Tidak Maksimal
- PLTU Tanjung Kasam Tanggung, Batam Biaya Berobat
- Granat Nilai Penegakan Hukum Kasus Narkoba Lemah