Minggu02172013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Diduga Oknum Komisi IV DPRD Kota Batam Terima Fee

Diduga Oknum Komisi IV DPRD Kota Batam Terima Fee

Terkait Proyek Alkes di RSUD Embung Fatimah

BATAM (HK)- Menjelang pemilihan umum (Pemilu) legislatif di tahun 2014 ini, masing-masing politisi berlomba mencari dana untuk biaya kampanye. Saat ini berhembus bau tak sedap melibatkan sejumlah oknum anggota dewan di komisi IV DPRD Kota Batam. Mereka diduaga meminta jatah fee proyek pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, tahun anggaran 2012.

Salah satu oknum di komisi IV yang menangani masalah Kesejahteraan masyarakat, Pendidikan, Kesehatan, dan sosial ini, disebut meminta fee proyek mencapai Rp900 juta. Namun karena terjadi tawar menawar angka, hingga terjadilah kesepakatan, bahwa jatah untuk komisi IV, disepakati sebesar Rp600 juta. Dari Rp600 juta ini, proses pencairannya dilakukan secara bertahap.

"Untuk tahap pertama, pencairannya Rp300 juta. Lalu dibagi hanya untuk beberapa orang anggota komisi IV saja. Itu pun pembagiannya tidak dilakukan secara merata," beber sumber Haluan Kepri,Kamis (7/2) yang minta identitasnya dirahasiakan.

Masih kata sumber tadi, karena pembagiannya dilakukan tidak merata, maka terjadilah kebocoran ke mana-mana. "Pada pencairan kedua kalinya, ada uang Rp300 juta yang saat ini masih dipegang oleh salah satu anggota di komisi IV. Tapi mereka takut untuk membaginya, lantaran sudah ada yang melaporkan atas rekaman itu ke Kejati Kepri," beber sumber, sembari mewanti-wanti lagi agar identitasnya untuk tidak dikorankan.

Ketua komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Syolihin saat dikonfirmasi, enggan memberikan komentar banyak. Bahkan Riki tampak lebih banyak berdiam diri, dan tidak seperti biasanya. Dengan santai, Riky mengatakan bahwa hal itu hanya sekedar isu belaka.

"Ah itu hanya isu. Dari mana informasi itu. Hebat betul, kalau sampai komisi IV mendapatkan Rp600 juta dari proyek alkes. Siapa sumbernya, sebutkan saja," ungkap Riky, Rabu (6/2) lalu.

Tidak hanya sampai ke situ. Pada Kamis (7/2) Haluan Kepri kembali menindaklanjuti soal informasi tersebut melalui pesan singkat (SMS). "Lanjutkan saja mas. Biar clear masalahnya dimana," ungkap Riky dalam pesan singkatnya yang diterima Haluan Kepri. (lim)

Share

Newer news items:
Older news items: